
Kyrana masih menangis dipelukan Faysa. Sebenarnya ia tak ingin menceritakan masalah rumah tangganya pada ibu mertuanya itu tapi mau bagaimana lagi karena ia diminta untuk jujur.
" Hiks...hiks...hiks, Kyrana minta maaf ya Mah karena Kyrana tidak bisa mempertahankan rumah tangga ini."
" Kamu jangan minta maaf nak justru mama yang minta maaf karena Gafa sudah menyakiti kamu. Mama merasa gagal dalam mendidik Gafa. Sekarang semuanya terserah pada kamu karena mama tidak ingin kalian saling menyakiti."
" Terima kasih ya Mah karena mama dan papa sudah begitu baik pada Kyrana. Kyrana tidak akan melupakan kalian."
" Sama-sama nak. Mama minta kamu tetap melanjutkan kuliah kamu karena mama sangat ingin kamu mencapai cita-citamu untuk masa depan kamu."
" Tapi mah...."
" Sssttt...kamu tidak boleh menolak jadi kamu hanya perlu belajar tanpa perlu memikirkan biaya kuliah kamu. "
" Terima kasih ya Mah. Kyrana tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikan mama."
" Dengan kamu rajin belajar dan bisa meraih gelar doktor itu sudah cukup bagi mama. Kamu gadis kuat, mama yakin kamu pasti bisa melalui semuanya."
" Kyrana janji kalau Kyrana pasti bisa lulus dan menjadi dokter. Kyrana pulang ya mah. Mamah jaga kesehatan selalu dan tolong sampaikan salam Kyrana buat papa dan Dini."
__ADS_1
Kyrana dan Faysa berpelukan cukup lama sebelum akhirnya Kyrana pamit pulang.
****
Tak terasa sudah hampir 4 bulan Kyrana dan Gafa pisah rumah. Namun setiap bulannya Gafa masih mengirim uang bulanan untuk Kyrana.
Gafa pun tak pernah pulang kerumah. Ia hanya akan mengirim orang jika ia membutuhkan sesuatu. Bahkan dikampus pun sepasang suami istri itu hampir tak pernah bertemu.
Kyrana tengah melamun sambil memandangi hujan yang turun dengan cukup deras. Sesekali ia menyesap teh panasnya untuk menghangatkan tubuhnya yang terasa dingin.
Ting tong ting tong
" Selamat sore. Ini benar dengan nona Kyrana Aulia Zafayya?"
" Iya Pak, saya sendiri. Ada perlu apa ya?"
" Ini ada surat untuk anda. Kalau begitu saya permisi."
" Iya Pak terima kasih."
__ADS_1
Kyrana segera masuk dan membuka surat yang ternyata berasal dari pengadilan agama. Dengan berat hati, Kyrana membuka surat cerai yang dilayangkan Gafa untuknya.
" Hiks...hiks...hiks...kamu benar-benar menceraikan aku Mas." Kyrana langsung merosot kelantai sambil menangis.
Cukup lama ia terduduk dilantai sambil menangis. Kyrana kembali membaca surat itu.
" Jika ini membuatmu bahagia, aku akan ikhlas Mas dan yang pasti aku tidak pernah mengkhianati pernikahan kita karena aku sudah mencintai kamu Mas."
Kyrana berdiri lalu ia menuju kamar. Ia bertekad setelah semuanya benar-benar selesai ia akan pergi dari rumah ini. Ia merasa tak berhak tinggal dirumah ini apalagi jika terus disini, ia akan terus terperangkap dengan masa lalu dan akan semakin sulit melupakan Gafa.
Hari persidangan tiba namun Gafa tak tampak hadir dalam persidangan dan hanya diwakilkan oleh pengacaranya.
Sidang berjalan dengan cepat dan lancar tanpa ada pihak yang keberatan. Kyrana keluar dari ruangan dengan status barunya sebagai seorang janda muda.
Kyrana segera pulang kerumah untuk mengemasi pakaiannya. Bahkan jauh-jauh hari ia sudah mengurus kepindahan kuliahnya.
Kyrana memandangi seluruh ruang kamarnya. Ia melihat bayang-bayang Gafa yang sedang beraktifitas dikamar. Ia juga mengusap ranjang yang menjadi saksi bisu percintaan panasnya dengan sang suami.
Bersambung.....
__ADS_1