Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Beliin daleman


__ADS_3

Hari ini Tifana memutuskan untuk ikut Yandri untuk berjualan. Ini adalah suatu hal baru baginya. Lagi pula ia merasa jenuh jika berada dirumah sendiri.


" Mas, aku bantuin apa?"


" Kamu duduk disini aja buat bagian pembayaran. Aku mau bantuin karyawanku dulu."


Tifana hanya mengangguk sambil memandangi suaminya yang terlihat semakin tampan saat sedang serius membuat adonan martabak.


" Mbak, punya saya berapa yang pesanan nomor 56?" tanya seorang pembeli yang menyadarkan Tifana dari lamunannya.


" Oh ya Mas maaf. Jadi semuanya 120 ribu?" jawab Tifana ramah.


" Ohh...saya bakal jadi pelanggan tetap martabak sini soalnya karyawannya cantik banget kayak artis." Goda seorang pembeli laki-laki namun hanya disenyumi Tifana.


" Ini mas martabaknya. Terima kasih dan kami tunggu kedatangannya lagi."


" Oh pastinya dong. Ngomong-ngomong, mbaknya udah punya pacar belum?"


Melihat istrinya yang digoda anak muda membuat Yandri menjadi kurang suka. Ia pun mendekati istrinya yang terlihat kurang nyaman.


" Sayang, kamu kelihatan capek banget. Kamu istirahat aja didalam biar karyawan kita aja yang ngerjain ini," ucap Yandri sambil merangkul mesra pinggang Tifana.


Ucapan Yandri sontak membuat pemuda itu kaget.


" Bang, pacarnya ya?"


" Pacar? Tentu saja bukan. Dia ini istri saya."


" Wah beruntung banget , Abang bisa dapetin mbaknya yang cantik," ucap pemuda itu dengan kecewa.


Setelah mengucapkan terimakasih, Yandri segera mengajak Tifana keruang pribadinya.


" Udah Fan, kamu disini aja. Kalau diluar kamu digodain terus!"

__ADS_1


" Yah mau gimana lagi Mas, namanya juga resiko orang cantik. Mas, cemburu ya?" Goda Tifana.


" Bukan masalah cemburu tapi suami manapun nggak mungkin ngebiarin istrinya digoda orang lain. Lagian besok-besok jangan pakai baju kayak gitu. Aku nggak suka!"


" Kan ini nggak terbuka Mas. Cuma model putungan."


" Fan, pokoknya aku nggak mau ada yang lihat karena cuma suami kamu yang berhak melihat semuanya."


Tifana mendekati Yandri lalu duduk di pangkuannya.


" Jadi....maksudnya cuma kamu yang boleh lihat semuanya Mas?"


" Ya....ya kan aku suami kamu. Ahh...sudahlah,pokoknya kamu disini. Aku mau lanjutin kerja lagi," ucap Yandri sambil buru-buru keluar.


Yandri mengusap wajahnya dengan kasar. Yah, ia tak boleh melangkah terlalu jauh sebelum perasaannya dan Tifana jelas.


Yandri menggendong Tifana yang tertidur hingga kedalam kamar. Ia merebahkan Tifana diranjang dengan hati- hati.


" Mas ....." Tifana menggeliat saat Yandri menidurkannya.


" Mas juga tidur kalau gitu."


" Iya, aku mau cuci- cuci dulu. Nanti aku nyusul tidurnya."


" Hmmmm....." jawab Tifana yang kembali memejamkan matanya.


****


Pagi yang cerah ini Tifana ingin berendam setelah tadi ia merawat bunga-bunganya yang berada dibelakang rumah.


Karena tidak mempunyai bath up, akhirnya Tifana berendam dalam ember besar. Tifana memasukkan sabun lalu mulai menikmati acara berendamnya.


Sementara itu, Yandri tampak celingukan mencari Tifana setelah pulang dari pasar. Karena sudah menahan kencing sejak dipasar, akhirnya Yandri memutuskan kekamar mandi dulu.

__ADS_1


Ceklek


Mata Yandri membulat melihat pemandangan indah didepan matanya. Tifana terlihat polos dan menampakkan lekuk tubuhnya yang begitu indah dan putih.


" Aaaaa...." Teriak Tifana spontan saat Yandri memandangi tubuhnya.


" Ahhh...maaf Fan, aku nggak tahu kalau kamu lagi mandi," ucap Yandri yang segera keluar dari kamar mandi.


Tifana segera memakai handuknya dan ikut keluar.


" Mas, kamu ini ngagetin aku aja!"


" Aku nggak tahu. Lain kali kalau mau mandi tutup pintu rumah dan pintu kamar mandi. Gimana coba kalau yang masuk orang lain!"


" Maaf Mas, tadi aku kira udah aku tutup semua."


Yandri memejamkan matanya saat melihat bagian dada Tifana yang sedikit tersembul dari handuknya.


" Cepat masuk kamar Fan. Segera pakai baju kamu!"


Tifana mengangguk dan segera masuk kedalam kamarnya. Saat membuka lemari, dia baru menyadari jika stok pakaian dalamya sudah habis karena kemarin saat ia pindah ia hanya membawa sedikit.


" Massss.....!" Teriak Tifana dari dalam kamar.


Ceklek


" Ya ampun Fan, kenapa belum pakai baju?" tanya Yandri dengan wajah tersiksa


" Ekhhmmmm...pakaian dalamku habis mas. Aku boleh minta tolong beliin beberapa pasang gitu."


" Kok bisa abis?"


" Kemaren-kemsrin aku belum sempet nyuci Mas. Tolong beliin ya Mas, braku ukuran 36

__ADS_1


Yandri keluar kamar sambil mendengus. Bagaimana nanti jadinya saat ia memilih bra untuk istrinya itu .


Bersambung......


__ADS_2