Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Pengusiran Tifana.


__ADS_3

Gafa melahap habis makanan yang disajikan Kyrana. Ia teringat saat mereka masih bersama dulu, Kyrana akan selalu memasak untuknya.


" Aku kenyang sekali Ky. Terima kasih ya." Gafa mengelap bibirnya dengan tisu.


Kyrana mengangguk lalu menatap jam tangannya yang menunjukkan jika setengah jam lagi Elzan akan pulang sekolah.


" Tadi Yandri kerumahku," ucap Gafa yang membuat Kyrana kaget hingga menatap Gafa seksama.


" Kamu nggak perhatiin sudut bibirku ini." Gafa menunjukkan sudut bibirnya yang sedikit memar.


Kyrana menatapnya namun tak memberukan komentar apa pun. Dia pun bingung karena merasa wajar jika Yandri marah pada Gafa dan juga dirinya.


" Ky, kamu kok diem aja? Kamu nggak mau ngobatin luka aku gitu?"


" Itu hanya luka kecil Gaf lagi pula wajar saja jika mas Yandri marah sama kita."


Gafa berdiri dari duduknya. Ia berlutut didepan Kyrana sambil menggengfam kedua tangannya.


" Kamu ngapain Gaf." Kyrana cukup gugup dengan kelakuan Gafa.


" Aku ingin membawa kamu dan Elzan ke Jakarta. Aku akan mengenalkan Elzan pada mama dan papa. Mereka harus tahu tentang Elzan Ky."


" Lalu?"


" Setelah itu kita akan menikah lagi. Aku ingin kita memperbaiki rumah tangga kita yang hancur dulu Ky."


" Lalu Tifana?"

__ADS_1


" Aku akan segera menyelesaikan hubunganku dengannya. Aku juga tidak sudi lagi mempunyai hubungan dengannya." Gafa tampak memendam kemarahannya sambil menatap kosong kearah luar.


" Apa terjadi sesuatu? Aku aneh saja karena dulu kamu begitu kekeh mempertahankannya hingga kamu rela menghancurkan pernikahan kita. Lalu sekarang kamu dengan santai berucap seperti tidak menginginkannya lagi."


Gafa menarik tangan Kyrana hingga mereka berdiri. Dia menarik Kyrana kedalam pelukannya meskipun wanita itu menolak.


" Nanti aku cerita semua. Kamu hanya cukup percaya padaku dan memberikanku kesempatan." Gafa berusaha menyakinkan Kyrana agar percaya padanya.


Setelah menjemput Elzan dan mengantarkannya pulang, Gafa kembali kerumah. Ia langsung masuk kedalam kamar Tifana.


Gafa membongkar lemari Tifana dan melemparkannya kelantai secara sembarangan.


Ceklek


Tifana tampak melongo saat melihat Gafa mengacak -acak lemarinya hingga membuatnya seperti kapal pecah.


Gafa menatap horor kearah Tifana dan mendekatinya. Ia mencengkram lengan Tifana hingga membuat wanita itu merengek kesakitan.


" Sayang, apa yang kamu lakukan? Kamu menyakitiku."


" Berhenti memanggilku sayang dengan mulut kotormu itu! Mulai sekarang pergi dari kehidupanku dan jangan pernah mengangguku lagi!"


" Sayang aku sangat mencintaimu. Jangan perlakukan aku seperti ini. Aku....."


" Diam....! Cepat pergi dari sini sebelum kemarahanku memuncak!"


" Gaf, kamu nggak bisa kayak gini sama aku! Kamu tega berbuat kasar sama aku demi ****** itu. Aku sampai kayak gini karna aku nggak mau kehilangan kamu Gaf!"

__ADS_1


Prank


Gafa melempar vas bunga kelantai dengan nafas menderu. Tifana langsung pucat karna ini adalah pertama kalinya ia melihat kemarahan Gafa yang sesungguhnya.


" Cepat pergi Fan sebelum aku berubah pikiran dan menghancurkan wajahmu dengan serpihan vas ini." Gafa memegang serpihan vas itu dengan suaranya yang pelan namun menakutkan.


Tifana segera membereskan baju-bajunya kedalam koper. Ia pergi dengan mengucap sumpah serapahnya untuk Kyrana.


" Kamu harus membalasnya Ky! Gafa berubah seperti ini karna kamu! Aku nggak akan membiarkan kamu berbahagia dengan Gafa diatas penderitaanku!"


****


Kyrana menidurkan Elzan sambil memeluknya.


" Bunda."


" Iya sayang, ada apa?"


" Ayah bilang sama Elzan kalau mau ngajak Ekzan dan bunda ke Jakarta buat ketemu oma dan opa. Emangnya mereka siapa bunda?"


" Oma dan opa itu adalah orang tuanya ayah. Emang Elzan mau ketemu oma dan opa?"


" Mau bunda. Elzan jadi inget cerita teman-teman yang suka crita kalau mereka liburan dirumah oma opanya. Sekarang Elzan juga punya oma dan opa. Yeayyy...."


Kyrana tertawa kecil melihat ekspresi Elzan.


Apa aku harus terima Gafa lagi dan memberinya kesempatan. Meski hati kecilku masih mencintainya tapi aku takut jika Gafa meninggalkan aku lagi.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2