TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Alkan kakaknya Arofah


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, Kini Kia dan Anggi mengikuti aturan pesantren, karena mereka tidak mau mengecewakan orang tua mereka masing-masing.


Kia dan Anggipun telah banyak mengenal santri-santri disana. Namun, ada sebagian juga yang tak suka dengan kehadiran Kia dan Anggi, karena sifat Anggi yang cuek dan terkesan sombong.


Kia dan Anggi juga satu kelas dengan putri Kyai Syarif 'Arofah' dan merekapun dekat dengan Arofah. Dan sebab itu pula banyak santri yang iri pada Kia dan Anggi, selain mereka cantik mereka juga dengan mudahnya dekat dengan putri Kyai Syarif, yang mana para santri takut untuk mendekatinya, takut membuat kesalahan dan membuat ilmu mereka tak barokah jika menyakitinya.


"Kiaaa, Anggiii... tunggu!" ucap Arofah.


Kia dan Anggi menoleh saat ada seseorang yang memanggil mereka.


"Kia, Anggi...! kalian ikut aku yuk ke rumahku." Arofah menarik tangan Kia dan tangan yang satunya lagi memegang kitab setelah ngaji pada Kyai Syarif.


Kyai Syarif mengisi pengajiyan kitab Tafsir qur'an di jam 8 pagi sampai jam 9 pagi. sepulang dari pengajian, para santri langsung mengambil bukunya masing-masing dan sekolah hingga jam 11 siang.


"Neng, memangnya kita boleh ikut Neng Rofa ke kamarnya?" Kia menghentikan langkahnya.


"Kenapa nggak boleh? kalian kan temanku, jadi wajar saja jika kalian ikut." Rofa tersenyum.

__ADS_1


"Nggak ah Neng..., kayaknya kita nggak pantas ikut Neng, nggak sopan tau." Anggi nggak mau nerima ajakan Arofah.


"Lagi pula kita harus ngambil buku dan masuk kelas," ucap Kia.


"Kalian kenapa sih bawel banget, tinggal ikut aja kenapa sih?" ucap Arofah.


Akhirnya Kia dan Anggi mengikuti langkah Arofah. Namun, saat mereka hendak memasuki pintu depan rumah Kyai Syarif. Mereka di kagetkan oleh suara Alkan kakaknya Arofah.


"Bukankah kalian harus masuk kelas? ngapain kalian disini?" Alkan datang bersama 3 ustadz di belakangnya.


Kia menatap Alkan tajam karena Kia dan Anggi tidak pernah tau kalau Alkan adalah kakaknya Arofah putra pertama Kyai Syarif.


"Neng... Neng Rofa kenapa nggak bilang kalau Neng Rofa mau mempertemukan kita dengan pangeran, kita kan bisa berdandan terlebih dahulu." Anggi yang mengagumi Alkan, kini sangat bahagia bisa bertemu dengan Alkan dan menyandarkan kepalanya pada Rofa sambil tersenyum ala ala orang genit.


"Kami di ajak Neng Rofa kesini untuk mengambil bukunya." Kia menjawab Alkan dengan wajah datar.


"Apa benar Rofa?" tanya Alkan.

__ADS_1


"Benar Kak." Rofa menundukkan kepalanya karena ia menghormati kakaknya.


Udah di bilang masih nggak percaya, dasar menyebalkan. Kia membatin sambil menatap Alkan jengah.


Anggi langsung menatap Rofa karena bersikap sopan pada Alkan dan memanggilnya kakak.


Mampus gue. Batin Anggi.


Sedangkan Kia menatap Arofah dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Jadi dia kakakmu?" ucap Kia pada Arofah yang sedang menundukkan kepalanya. Arofah hanya menganggukkan kepalanya. Sedangkan Kia langsung beranjak pergi dari hadapan Alkan tanpa permisi Meninggalkan Arofah dan Anggi. Anggi yang di tinggalkan langsung mengejar Kia yang pergi tanpa mengajaknya.


"Kalau memilih teman itu pilihlah yang benar, jangan hanya milih yang berparas cantik saja." Alkan kesel karena pertama kalinya ada orang yang tak menghormatinya sebagai putra dari Kyai Syarif.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’ ...


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2