
"Assalamualaikum ... " Kyai Syarif kini tiba di ruang keluarga itu dengan senyum tipis.
"Waalaikum salam Aba," jawab ketiga orang yang berada di ruang keluarga itu. Lalu menyalimi Kyai Syarif satu persatu.
Kyai Syarif duduk di sofa dengan Ummy Fatimah di sampingnya. "Ada apa, Nak?" tanya Kyai Syarif lembut.
Alkan tersenyum. "Kedatangan kami kesini hanya untuk membawa kabar bahagia untuk keluarga, Ba!" ucap Alkan.
"Benarkah? Apa Kak?" tanya Arofah sumringah.
Alkan menghembuskan nafasnya pelan. "Sebentar lagi Aku dan Kia akan menjadi orang tua, Ba, Mi, Dek!" ucap Alkan seraya mengelus perut rata istrinya.
"Alhamdulilah ...!" ucap Kyai Syarif dan Ummy Fatimah bersamaan.
"Benarkah Kak, berarti sebentar lagi Arofah bakal punya keponakan dong?" tanya Arofah dengan mata berbinar.
Alkan mengangguk dengan senyum yang tak memudar. "Kami mohon doanya dari Aba dan Ummy supaya istri Alkan diberi kelancaran nanti saat akan melahirkan," ucap Alkan dengan senyum yang tak pernah pudar.
"Insya Allah, Nak! Aba dan ummy akan senantiasa mendoakan kalian," ucap Kyai Syarif lembut.
__ADS_1
"Selamat ya, Sayang! Aku tidak menyangka bahwa putraku sebentar lagi akan menjadi seorang ayah," ucap Ummy Fatimah dengan senyum lembutnya.
"Terima kasih, Ummy!" jawab Alkan membalas senyuman Ummy Fatimah.
"Kalau begitu, kami pamit dulu Aba, Ummy, sebentar lagi azdan dhuhur berkumandang, nanti kami main lagi ke sini," pamit Alkan.
"Silakan, Nak! Jaga istrimu baik-baik, jangan biarkan dia kecapean!" titah Ummy Fatimah.
"Baik, Ummy!" jawab Alkan dengan senyum yang tak memudar.
"Sayang, kamu jangan sungkan ya untuk minta sesuatu yang kamu inginkan, kalau kamu menahannya nanti anak kalian bisa ileran," ucap Ummy Fatimah menatap Kia dengan senyum lembutnya.
"Iya, Ummy!" jawab Kia lembut.
"Assalamualaikum," ucap Alkan dan Kia bersamaan.
"Waalaikum salam," jawab Kyai Syarif, Ummy Fatimah dan Arofah.
Kini Alkan dan Kia langsung melangkah dengan bergandengan tangan.
__ADS_1
"Uh ... Kakak dan kakak iparku, so sweet sekali." Arofah memiringkan kepala dengan kedua tangan menyentuh pipi dan senyum semringah yang tampak terlihat jelas di kedua sudut bibirnya.
"Sudah, kamu ganti baju dulu sana! Kita sholat berjamaah di masjid!" titah Kyai Syarif seraya menatap putrinya yang masih melamun menatap kepergian kakak kandungnya.
Namun, gadis itu tidak merespon hingga Ummy Fatimah menepuk pundak gadis itu. "Sayang!"
"Iya, Azka ada apa?" ucap Arofah Reflek.
Kyai Syarif dan Ummy Fatimah mengerutkan kening mendengar ucapan Arofah yang menyebut nama seorang laki-laki. Arofah yang menyadari bahwa dirinya keceplosan langsung membungkam mulutnya.
"Aba, Ummy! Arofah ke kamar mau mandi dulu," ucap gadis itu untuk menghindari pertanyaan dari kedua orang tuanya. Gadis itu langsung menyalimi Kyai Syarif dan Ummy Fatimah tanpa mendengar jawaban dari kedua orang tuanya tersebut.
"Jaga dia baik-baik! Sepertinya dia sedang menyukai seorang santri putra di pesantren ini, aku tidak mau kejadian yang menimpa Alkan dan Kia terulang kembali, karena kejadian itu, banyak santri yang pindah dari pesantren ini," ucap Kyai Syarif pada Ummy Fatimah seraya menatap kepergian Arofah yang terburu-buru.
"Baik Aba," jawab Ummy Fatimah dengan menundukkan kepalanya.
"Kalau begitu, aku mau ke masjid duluan!" pamit Kyai Syarif seraya beranjak dari tempat duduknya, lalu melangkah pergi meninggalkan ruang keluarga tersebut.
Sementara Ummy Fatimah, juga beranjak menuju kamar untuk mengambil wudhu dan pergi berjamaah ke masjid.
__ADS_1
...πππππ...
^^^Bersambung...^^^