
"Jadi Kia akan menikah dengan Gus Alkan? Kenapa ayah dengan daddy cuma manggil Kia, aku juga keluarga mereka, apakah aku tidak penting bagi mereka hingga aku tidak dikasih tahu juga?" Anggi bersembunyi di luar ruangan itu, dan menjauh saat Renald, Rizky dan Kia akan keluar dari ruangan tersebut.
Anggi berjalan gontai karena merasa kecewa pada keluarganya, selain itu tidak bisa dipungkiri bahwa gadis itu sakit hati mendengar Kia akan menikah dengan orang yang dicintainya juga.
"Anggi... !" panggil Kia dari arah berlawanan, gadis itu tersenyum lembut, sedangkan Anggi memaksakan senyumnya.
"Aku ingin bicara denganmu," ucap Kia.
"Aku sudah tahu apa yang ingin kau bicarakan, aku tidak sengaja mendengarnya tadi," ucap Anggi jujur.
"Maaf," ucap Kia dengan perasaan bersalahnya.
"Hey, kenapa minta maaf? Seharusnya aku yang minta maaf karena aku marah-marah sama kamu bahkan menamparmu juga," ucap Anggi.
"Aku tahu, kau melakukan itu semua karena kau terlalu menyayangiku Nggi," ucap Kia tersenyum.
"Kia..." Anggi memeluk sahabatnya erat, ia sempat berpikir bahwa ia sudah dilupakan. Namun, tebakannya salah, ternyata Kia berniat ingin memberi tahunya setelah selesai berbicara dengan Renald juga Rizky.
"Selamat ya Ki! Sebentar lagi kau akan menjadi istri dari Gus Alkan, dan kau akan menjadi neng di sini," ucap Anggi.
__ADS_1
Kia melonggarkan pelukannya, lalu menatap sahabat sekaligus adik angkatnya itu, "kau jangan sedih ya Nggi, maafin aku! Aku tidak bermaksud untuk melukaimu," ucap Kia.
Anggi menggelengkan kepalanya, "tidak Ki, Gus Alkan mungkin memang bukan jodohku, jangan pernah minta maaf padaku, karena takdir Gus Alkan mungkin denganmu bukan denganku!"
"Tapi Nggi..." ucapan Kia terpotong.
"Semua ini sudah jalan takdir, takdir yang menyatukan kalian meskipun jalannya begitu rumit seperti ini," ucap Anggi tersenyum.
"Berbahagialah, jangan pernah menoleh padaku! Aku yakin, Allah punya rencana yang indah untukku di masa depan," ucap Anggi.
"Terima kasih, Nggi!" Kia memeluk Anggi kembali dengan sangat erat dan air matanya pun membanjiri seluruh wajahnya.
"Ya sudah kita sholat berjamaah dulu sebelum acaranya dimulai," ucap Anggi.
Kia meganggukkan kepalanya, lalu berjalan bergandengan tangan dengan Anggi. Gadis itu menatap sahabatnya dari samping dengan tatapan sendu. Ia tahu bahwa sahabatnya itu sangat terluka, tetapi menahan perasaan itu demi kebahagiaannya.
......❤️❤️❤️❤️❤️......
Alkan sudah rapi dengan setelan busana putih, juga jas silver dan tak lupa pula sorban yang dililitkan dikepalanya. Alkan duduk di depan penghulu sedangkan Kia duduk dibalik tabir dengan kebaya putih dan kerudung putih yang dipakainya secara sederhana.
__ADS_1
Akad nikah akan segera dimulai membuat jantung kedua mempelai berdetak lebih kencang dari biasanya.
Penghulu itu mengulurkan tangannya pada Alkan dan Alkan pun menjabat tangan penghulu tanpa keraguan.
Grogi, tentu saja grogi karena sebentar lagi ia akan mempunyai tanggung jawab pada seorang gadis yang akan menjadi istrinya.
Dalam diri Alkan cinta untuk Kia memanglah mendalam. Namun, ada sesuatu yang mengganjal dalam dirinya karena ia menikah dengan cara yang kurang baik, ia menyakiti banyak orang dengan pernikahan itu. Namun, semua bukan atas keinginan Alkan.
Alkan memang mencintai Kia. Namun, Jika Kia adalah jodohnya ia ingin menikahinya baik-baik. Bukan dengan cara menyakiti orang lain.
"Apakah Gus Alkan sudah siap?" tanya penghulu.
Alkan mengaggukkan kepala seraya tersenyum kaku. Keringat dingin mulai menetes karena grogi. Namun, Alkan menarik nafas untuk menghilangkannya.
......💋💋💋💋💋......
...TBC...
Assalamualaikum Readersku sayang 🥰
__ADS_1
Maaf Othor menganak tirikan karya Othor yang ini karena novel yang satunya lebih banyak yang nunggu. Tapi sebentar lagi insya Allah Othor akan mengakhiri karya Othor yang itu dan hanya akan fokus pada karya Othor yang ini.