TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Aku tidak akan menuntutmu


__ADS_3

Satu bulan berlalu.


Kia tetap teguh pada pendiriannya, ia tetap meminta Alkan untuk menikah lagi hingga membuat pria itu bersikap dinginj.


Alkan bahkan sering pulang larut hanya untuk menghindari Kia, ia sebenarnya tidak mau menjauhi Istrinya. Namun, ia merasa lelah berdebat karena permintaan Kia yang tidak mungkin ia penuhi.


"Selamat malam, sayang!" Alkan membuka pintu kamar dan mendapati istrinya itu sedang tidur nyenyak. Pria itu mendekati Kia lalu mengecup kening istrinya.


"Maaf, aku selalu menghindarimu, aku tidak sanggup mendengar permintaanmu yang sulit untuk ku penuhi," gumam Alkan.


Alkan berdiri dan berbalik hendak pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan sholat sunah. Namun, Kia yang pura-pura tidur kini langsung berdiri dan memeluk Alkan dari belakang karena rasa rindunya pada Alkan.


Kia sangat merindukan sikap manis Alkan. Namun, ia tidak sanggup melihat pria itu bersedih setelah kepergiannya. Kia hanya ingin melihat Alkan bahagia sebelum ia pergi hingga ia lebih memilih menyakiti dirinya dengan meminta Alkan untuk menikah lagi.


"Maafkan aku, Mas! Maafkan aku!"

__ADS_1


"Jika Mas Alkan memang tidak mau berpoligami, maka Kia ikhlas melepaskan Mas Alkan untuk orang lain," ucap Kia dengan air mata yang mengalir.


Seketika Alkan melepaskan tangan Kia, lalu berbalik menatap istrinya yang sedang menangis tersedu. "Baiklah jika itu keinginanmu Kia, aku akan menikah lagi! Tapi jangan salahkan aku jika aku tidak bisa adil terhadapmu, karena ini adalah permintaanmu sendiri!" ucap Alkan.


Pria itu langsung melangkah pergi dari kamar itu karena sudah tidak sanggup menghibur istrinya yang selalu bersedih tanpa ia tahu alasannya.


Kia yang melihat Alkan meninggalkan kamar hanya bisa duduk bersimpuh sambil menangis sesenggukan. "Aku hanya ingin kau bahagia, Mas! Waktuku tidak akan lama lagi, aku ikhlas kau menikah lagi agar kau tidak bersedih saat ajal menjemputku!"


Alkan yang sedang emosi memutuskan untuk mengambil wudhu dan pergi ke musholla di rumah itu, Alkan mengambil Al-Qur'an lalu mengaji untuk menghilangkan emosi yang membara dalam dirinya.


"Ya Allah... Engkau Tuhanku yang maha segalanya. Hamba mohon, tunjukkanlah hamba jalan untuk mengambil keputusan yang benar, hamba tidak mengerti dengan jalan pikiran istri hamba. Jika memang takdir hamba berpoligami, hamba mohon bimbinglah hamba agar bisa menjadi suami yang adil." Alkan berdoa dalam keadaan mata terpejam hingga ia tidak menyadari bahwa Kia menyusulnya ke musholla dan berada di belakang pria itu seraya mendengarkan Alkan ber doa.


Kia menangis tanpa suara. Ia merasa bersalah karena telah menekan suaminya untuk menikah lagi, yang membuat pria itu terbebani atas permintaannya.


Kia menghapus air matanya sebelum Alkan menyadari kehadiran wanita itu. Setelah itu Alkan menoleh dan melihat Kia tersenyum ke arahnya.

__ADS_1


Kia mendekat lalu duduk di sisi Alkan. "Terima kasih karena Mas Alkan sudah mempertimbangkan keinginanku. Aku janji, aku tidak akan menuntut Mas Alkan untuk berprilaku adil padaku, dan setelah Mas Alkan menikah lagi, aku juga tidak akan menuntut Mas Alkan untuk selalu berada di sisiku tanpa izin dari istri keduamu!" ucap Kia tersenyum.


"Apakah kau yakin?" tanya Alkan datar.


"Aku sangat yakin, Mas!" jawab Kia memaksakan senyumnya.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang πŸ₯°


Ketemu lagi dengan Othor Barbar 🀣


Jangan lupa jejaknya ya!

__ADS_1


Klik like, komen dan Vote seikhlasnya πŸ₯°


__ADS_2