TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Cinta yang suci


__ADS_3

Ku tak pantas mencintainya,


aku hanyalah orang yang tidak tau tatakrama. Namun, perasaan ini datang tanpa terduga, entah perasaan ini perasaan apa? aku tak dapat mengartikannya. Aku bahagia melihat senyumnya walaupun senyuman itu bukanlah untukku. Dan aku meyakini kalau perasaan ini bukanlah perasaan kagum saja, melainkan perasaan cinta.


Tetapi aku tak berhak mencintainya karena dia terlalu sempurna untukku. Cukup aku mencintainya dalam diam. Kia membatin sambil menatap Alkan dari jarak jauh.


Alkan berada di halaman sekolah santri putri bersama para ustazd lainnya sambil berbincang-bincang dan sesekali tersenyum.


Dan tanpa disadari Kia, Anggi menatap Kia yang tatapannya lurus pada Alkan. Anggi berdehem di sebelah Kia membuat Kia menoleh pada Anggi. Kia kaget karena Kia tau Kalau Anggi menyukai Alkan.


"Jika kau mengagumi Gus Alkan, kau jangan malu-malu Ki! Gus Alkan keren kan? bener 'kan kata aku?" ucap Anggi membenarkan ucapannya.


"Apaan sih Nggi? mana ada aku mengagumi Gus Alkan yang seperti itu. Tampan sih tampan... tapi dia nyebelin. Ogah aku sama dia," ucap Kia dengan gaya sombongnya.

__ADS_1


"Terserah kamu aja deh..., aku iyain aja, ku ingatkan sama kamu ya Ki, jangan terlalu benci nanti kau jatuh hati," Anggi tersenyum simpul lalu mengerlingkan sebelah matanya.


"Udah ah, males aku ladeni kamu. Mending aku cabut aja." Kia melangkah pergi meninggalkan Anggi yang masih terus menggodanya.


"Jangan kabur Ki," teriak Anggi dan teriakan Anggi berhasil membuat Alkan menoleh dan menatap Kia dari jarak jauh.


Aku tau Ki, kau mengagumi Gus Alkan. Aku melihat itu dari sorot tatapanmu padanya, aku menyukainya tapi aku tidak mau merebutkan seorang pria denganmu. Aku akan melupakan Gus Alkan untukmu, karena aku terlalu menyayangimu Ki, aku hanya ingin melihatmu selalu bahagia. Anggi membatin sambil melihat langkah kia yang semakin menjauh sambil tersenyum sendu.


Alkan menatap Kia dan Anggi dari jarak jauh sambil tersenyum melihat tingkah Kia yang menjauh tanpa memperdulikan teriakan Anggi.


Allah yang memberikanku cinta, Allah yang mendatangkan perasaan ini tanpa terduga, aku memang sudah jatuh cinta padanya. Namun, aku tau kalau Anggi merasakan perasaan yang sama pada Gus Alkan, sudah cukup selama ini dia mengalah untukku, dan sekarang aku nggak boleh egois, aku harus membuang perasaan ini jauh-jauh. Cukup kumencintainya dalam diam. Kia membatin sambil tersenyum tulus dan melangkah menuju kamarnya. Namun, sebelum Kia menaiki tangga menuju kamarnya, Kia dipanggil oleh Arofah.


"Kia..." Kia menoleh menatap Arofah yang berjalan mendekatiya.

__ADS_1


"Ada apa Neng?" tanya Kia.


"Enggak ada apa-apa kok, aku cuma mau ngobrol-ngobrol doang sama kamu, mumpung hari ini libur sekolah." Arofah tersenyum menatap Kia.


"Ya udah kita ke kamar aja, bagaimana?" tanya Kia.


"Enggak ah, aku cuma mau ngobrol berdua sama kamu, sekalian curhat gitu. Boleh kan?" tanya Arofah.


"Boleh," ucap Kia tersenyum.


......πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’......


...TBC...

__ADS_1


Thank you readers yang telah sudi mampir...


meskipun kalian mampir tanpa jejak, aku tetep berterima kasih. Namun jika sempat klik like ya...! agar othor semangat untuk berkarya... πŸ˜‰


__ADS_2