TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Tidak mungkin


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


Kini Kia sudah diperbolehkan pulang, wanita itu menatap Alkan memohon agar bisa menemui Renald. Kia merasa ada yang aneh karena Renald tidak biasanya seperti itu.


"Mas, cepat katakan! Daddy dimana? Kenapa daddy tidak menjemput?" tanya Kia bingung.


"Sayang, kamu baru sembuh! Aku janji akan bawa kamu untuk menemui daddy jika kau sudah benar-benar pulih," ucap Alkan tersenyum lembut.


"Tidak Mas, aku maunya sekarang. Please ... izinkan aku untuk menemui daddy, aku sangat merindukannya," ucap Kia dengan air mata yang terjun bebas tanpa penghalang membuat Alkan tidak tega melihatnya.


"Baiklah, aku akan mengajakmu untuk menemui daddy sekarang," ucap Alkan pasrah karena ia tidak mampu berbohong lagi, toh cepat ataupun lambat Kia akan mengetahuinya.


Alkan pun membantu Kia untuk berdiri, lalu Wanita itu berjalan pelan untuk keluar dari rumah sakit tersebut.


Sesampainya di mobil, Alkan tersenyum lalu membantu istrinya duduk di samping kemudi, lalu Alkan melajukan mobilnya setelah memastikan semuanya aman.


Dalam perjalanan Kia bingung karena suaminya tidak menuju mansion Refaldy. "Mas, kenapa jalan ini bukan menuju mansion?" tanya Kia mengerutkan kening.


Namun, di detik berikutnya Kia tersenyum begitu mengetahui bahwa jalan yang Alkan lalui adalah jalan untuk menuju ke pemakaman mommynya~ Muti.


"Ternyata kau mau nengajakku ke pemakanan mommy, apakah daddy ada di sana?" tanya Kia lembut sambil menoleh dan menatap Alkan dengan senyum manisnya.


Alkan hanya mengangguk, suaranya tercekat, mendengar pertanyaan istrinya. Begitu sampai di pemakaman, Kia menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari seseorang yang sudah sangat ia rindukan.

__ADS_1


"Daddy di mana, Mas? Kenapa di sini nggak ada mobilnya?" tanya Kia bingung.


"Apa daddy sudah pergi? Tapi ya Sudahlah, kita ke kuburan mommy dulu, nanti baru ke mansion daddy," ucap Kia tersenyum, lalu melangkah mendahului Alkan. Sementara Alkan membalas senyuman istrinya, lalu melangkah mengikuti Kia.


Kia terus melangkah dengan senyuman lembut. Namun, dari jarak yang cukup jauh ia mengerutkan kening saat di sebelah kuburan Muti ada sebuah kuburan baru dan masih belum kering.


Kia semakin mendekat, dari pandangan yang tidak cukup jauh ia dapat melihat foto yang terpampang jelas di atas kuburan tersebut.


Deg


"Ini tidak mungkin," gumam Kia.


Gadis itu melangkahkan kakinya mendekati kuburan tersebut, saat Kia sudah sangat dekat dan foto tersebut sudah terlihat sangat-sangat jelas ia tak kuasa membendung air matanya lagi.


Alkan mendekati istrinya, lalu duduk di samping Kia dan memegang pundak wanita itu. "Ikhlaskan Daddy, beliau menitipkan sebuah pesan padamu lewat surat ini."


Kia menghentikan tangisnya, lalu menoleh melihat suaminya yang sedang tersenyum lembut menatapnya. Lalu penglihatannya beralih pada surat yang Alkan sodorkan.


Kia mengambil surat tersebut dengan air mata yang terus mengalir deras. Namun, wanita itu tidak mengeluarkan suara sedikitpun.


...*Assalamualaikum Bidadari Daddy....


...Sayang, mungkin saat kau baca surat ini, daddy sudah tidak ada. Maafkan daddy jika selama ini daddy belum bisa menjadi daddy yang baik untuk Kia. Jika daddy pergi, Kia jangan pernah tangisi daddy, karena daddy sudah sangat merindukan mommymu, doakan daddy dan mommy agar kami bahagia disisinya. Jangan sedih lagi ya Sayang, daddy juga ingin bersama pendamping daddy, karena daddy percaya bahwa menantu daddy bisa menjaga putri kesayangan daddy. Daddy sangat menyayangimu*....

__ADS_1


Kia meletakkan surat dari Renald di dadanya. "Ini mimpi 'kan, Mas? Daddy nggak mungkin meninggalkan Kia 'kan?" Kia menangis sejadi jadinya.


"Dimana daddy Mas! Dimana? Katakan, katakan! Daddy tidak mungkin meninggalkanku, Mas Alkan bohong 'kan?" teriak Kia dengan tangis tersedu sambil mengguncang bahu suaminya.


"Daddy sudah pergi sayang, karena saat pencangkokan tiba-tiba keadaannya drop dan terkena serangan jantung juga, hingga nyawanya tidak dapat tertolong lagi," ucap Alkan sambil menundukkan kepalanya.


"Tidakkk ...!" teriak Kia.


Karena keadaannya masih belum stabil, Kia kini kembali drop dan wanita itu pingsan dalam pelukan suaminya.


"Sayang, bangun sayang! Jangan kayak gini, jangan membuatku khawatir." Alkan menepuk-nepuk pipi wanita itu, karena tak kunjung bangun Alkan menggendongnya dan dibawa ke mobil.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


^^^Bersambung...^^^


Assalamualaikum Readersku sayang πŸ₯°


Ada yang nunggu nggak, maaf Othor nggak bisa update teratur di sini karena pikiran Othor entah kemana πŸ˜‚ Mandek πŸ™ˆ


Minal aidzin walfaizdin πŸ™


Maaf jika ada kata-kata Othor yang kurang berkenan πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2