TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Kenapa kepalaku pusing?


__ADS_3

"Ya Zaujaty, bangun sayang!" ucap Alkan membangunkan Kia.


Kia hanya menggeliat, "Sayang, bangun sholat dulu! Aku mau berjamaah ke Masjid," ucap Alkan dengan nada lembut.


"Iya Mas," ucap Kia sambil mengucek-ngucek matanya.


"Setelah sholat, jangan lupa ngaji dulu! Kita hidup di dunia ini hanya satu kali, masa kini tidak akan terulang lagi, jadi jangan sia-siakan waktu yang diberikan Allah untuk kita, kita hidup di dunia ini hanya untuk menyembahnya," ucap Alkan seraya tersenyum.


Kia membalas senyuman Alkan lembut lalu duduk dan berdiri dari tempat tidur itu.


"Auhhh...," seru Kia.


"Kenapa sayang," tanya Alkan khawatir melihat Kia meringis.


"Nggak apa-apa," ucap Kia menahan sakit di area intinya.


"Maaf," ucap Alkan tersenyum saat menyadari sesuatu yang membuat wanita itu meringis.


"Nggak apa-apa kok Mas,"


"Bisa jalan sendiri?" tanya Alkan.


"Bisa kok, udah sana! Kamu pasti sudah ditunggu di masjid," ucap Kia.

__ADS_1


"Ya sudah, aku berangkat dulu! Assalamualaikum," Alkan tersenyum lalu melangkah meninggalkan Kia yang masih berdiri dengan tubuh yang dililiti selimut.


"Wa alaikum salam," jawab Kia seraya menatap suaminya yang melangkah menjauh darinya.


Setelah itu, Kia mandi dan saat membersihkan wajahnya Kia terkejut saat mendapati hidungnya yang mengeluarkan cairan merah. "Aku mimisan?" Kia membersihkan hidungnya yang banyak mengeluarkan darah, ia tidak mau membuat Alkan khawatir.


"Aku tidak apa-apa, mungkin karena aku kelelahan," gumam Kia. Lalu wanita itu menyelesaikan ritual mandinya. Setelah itu Kia mengambil wudhu lalu melaksanakan shalat subuh.


Seusai shalat, Kia melangkah menuju dapur, ia ingin menyiapkan sarapan untuk Alkan meskipun ia tidak pandai memasak, setidaknya ia sudah berusaha menjadi istri yang baik untuk Alkan.


Wanita itu tidak hentinya mengembangkan senyum, tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benaknya bahwa ia akan menikah dengan seorang pria yang memiliki ilmu agama yang tinggi hingga Kia merasa sangat beruntung telah mempunyai suami seperti Alkan.


"Kenapa kepalaku pusing?" Kia memegang kepalanya sebentar, lalu ia melanjutkan kegiatannya lagi.


"Wa alaikum salam ya Zaujy," jawab Kia memegang kepala Alkan yang menempel di pundaknya.


"Kau masak apa sayang?" tanya Alkan.


"Aku cuma masak nasi goreng, maaf aku nggak pandai masak Mas!" ucap Kia menoleh menatap Alkan yang masih betah menempel di pundaknya, dan tanpa sengaja Kia mencium pipi Alkan yang membuat pria itu tersenyum dengan wajah berbinar.


"Maaf Mas, aku tidak sengaja," ucap Kia, lalu mengalihkan tatapannya.


"Kenapa minta maaf, sengaja pun tidak berdosa," ucap Alkan yang berhasil membuat Kia memancarkan rona merah di pipinya.

__ADS_1


"Ya sudah kita makan dulu," ucap Alkan.


Kia mengangguk, sedangkan Alkan mengambil kursi, lalu duduk dengan Kia yang menyendokkan nasi goreng untuknya.


"Baca doa dulu," ucap Alkan tersenyum.


Kia mengangkat tangannya lalu membaca doa dulu sebelum makan. Setelah itu mereka makan dengan keheningan.


Kia membereskan meja makan, seusai sarapan dengan Alkan suaminya. Alkan langsung menuju kamar setelah menghabiskan makanan itu.


Saat Kia membawa piring ke dapur, tiba-tiba pandangannya buram, ia tidak sengaja menjatuhkan piring yang dibawanya, setelah penglihatannya kembali, Kia langsung memunguti pecahan piring itu dan dibawanya ke dapur.


"Astaghfirullahal azdim, ada apa dengan diriku?" gumam Kia sambil memegang kepalanya yang pusing.


Kia melanjutkan membereskan dapur, lalu menyusul Alkan ke kamarnya untuk menyiapkan apapun yang dibutuhkan oleh suaminya itu.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


...TBC ...


Maafin Othor yang jarang update,


Di karya Othor yang ini, Othor merasakan berjuang dari bawah lagi, Othor nggak punya semangat Sama sekali dalam karya Othor yang ini, jadi jika ada yang baca karya Othor, mohon dukungannya ya!

__ADS_1


Like dan komen udah cukup, tapi kalau dikasih Vote ya Alhamdulillah πŸ™ˆ


__ADS_2