TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Pikiran positif


__ADS_3

Anggi langsung menyalakan mobilnya, ia langsung pergi dari rumah sakit menuju mansion.


Setelah beberapa saat, gadis itu sampai di mansion dan tampaklah Rizky dan Sheila yang sedang menunggunya di ruang tamu.


Anggi melangkah mendekati kedua orang tuanya dengan senyum lembut. Gadis itu duduk di seberang kedua orang tuanya.


"Assalamualaikum Ayah, Bunda." Anggi menyalami kedua orang tuanya satu persatu.


"Waalaikum salam, sayang!" jawab Sheila tersenyum seraya menatap putrinya dengan lembut.


"Bagaimana keadaan Kia?" tanya Rizky dengan wajah khawatir.


"Entahlah, masih tetap sama. Semoga Allah memberinya kesembuhan," ucap Anggi dengan menundukkan kepalanya.


"Amin ... " jawab Rizky dan Sheila bersamaan.


Setelah itu Rizky mendesah, mencoba bicara baik-baik dengan putrinya tersebut. "Satu bulan lagi kalian akan menikah, apakah kau yakin untuk menerima lamaran ini?" tanya Rizky.


"Insya Allah Anggi yakin Ayah, tidak ada lagi alasan bagi Anggi untuk menolaknya, Anggi percaya bahwa pilihan Ayah adalah yang terbaik," ucap Anggi seraya menundukkan kepalanya.


"Terima kasih, sayang!" ucap Rizky menatap putrinya penuh dengan rasa bangga.


"Daddy tidak perlu berterima kasih, seharusnya Anggi yang berterima kasih karena selalu memberi Anggi yang terbaik untuk Anggi," ucap Anggi tersenyum lembut dibalik niqobnya.


......____________......

__ADS_1


Beberapa hari kemudian.


Kini pencangkokan sumsum tulang belakang Kia berjalan dengan lancar, pria itu mengerjap-ngerjapkan mata untuk menyesuaikan penglihatannya dengan sekitar.


Setelah kesadaran Kia terkumpul, ia melihat wajah sang suami tersenyum lembut menatapnya. "Kau sudah sadar sayang?" tanya Alkan.


Kia membalas senyuman suaminya dan mengangguk perlahan sebagai jawaban. Namun, ia merasa aneh saat di ruangan itu tidak ada Renald yang juga menjaganya, tetapi Kia berpikir positif, bahwa mungkin daddynya sedang istirahat.


"Apa ada yang sakit?" tanya Alkan seraya membelai pucuk kepala istrinya.


Kia menggeleng pelan. "Kalau begitu istirahatlah yang cukup! Agar kau segera pulih," ucap Alkan.


Kia memejamkan matanya kembali. Alkan pun bersyukur karena istrinya tidak menanyakan mertuanya, karena ia sangat bingung untuk menjelaskan pada sang istri tentang keadaan mertuanya tersebut. "Maafkan aku," gumam Alkan setelah mendengar suara nafas Kia yang teratur.


Ke esokan harinya.


"Mas ... !" panggil Kia pelan.


"Iya sayang!" jawab Alkan tersenyum. Pria itu dengan setia mengunggu Kia di samping tempat tidur istrinya.


"Kenapa aku tidak melihat daddy ya dari kemaren? Apakah Mas Alkan tahu daddy kemana?" tanya Kia dengan wajah cemas.


Deg.


Alkan bingung cara menjelaskan keadaan mertuanya itu, sementara Renald melarangnya untuk memberi tahu semuanya sebelum keadaan Kia benar-benar pulih. "Daddy sedang istirahat, sayang. Kau tidak perlu khawatir," ucap Alkan tersenyum.

__ADS_1


"Apakah daddy sakit, Mas?" tanya Kia. Serentetan pertanyaan bermunculan dalam benak gadis itu setelah mendengar jawaban suaminya.


Alkan tersenyum seraya menatap istrinya tersebut penuh cinta. "Jangan terlalu banyak berpikir, daddy sedang istirahat, lebih baik kau juga istirahat agar kau segera pulih!" ucap Alkan.


"Tapi Mas ... !" ucapan Kia terpotong saat Alkan menyela perkataan wanita itu.


"Tidak ada tapi-tapian, jika kau ingin segera menemui daddy," ucap Alkan.


"Baiklah," ucap Kia pasrah. Meskipun sebenarnya ia masih ingin tahu kenapa daddynya tidak datang untuk melihat keadaannya.


"Semoga Allah selalu menjagamu, Dad! Dimana pun kau berada," batin Kia.


Gadis itu memejamkan mata mengikuti perintah Alkan, walaupun ia masih ingin bertanya kenapa Renald tidak kunjung menemuinya. Ia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan Alkan tentang keberadaan Renald. Kia masih ada sesuatu yang mengganjal dari jawaban Alkan tentang daddynya tersebut.


......πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’......


^^^Bersambung ... ^^^


Assalamualaikum Readersku sayang πŸ₯°


Ada yang kangen nggak sama Kia? πŸ˜‚


Maaf Othor jarang update πŸ™


Dukung Othor yuk! Supaya Othor lebih semangat.

__ADS_1


Like dan komen bagi Othor sudah sangat cukup, Thank you ❀️


__ADS_2