
Beberapa bulan kemudian.
"Selamat hari milad, Zaujy!" ucap Kia seraya membawa kue ulang tahun untuk suaminya.
Alkan duduk santay di ruang keluarga. "Terima kasih, Zaujaty!" ucap Alkan tersenyum.
Kia mendekati suaminya lalu duduk di samping pria tersebut. "Sekarang potong kuenya, aku ingin kau menyuapiku!" perintah Alkan.
"Lho, kok aku sih, Mas? 'Kan Mas Alkan yang ulang tahun," ucap Kia mengerutkan kening.
"Masak aku yang potong? Terus nanti aku yang nyuapi kamu dong. Seharusnya 'kan aku yang menyicipi kue buatan istriku," ucap Alkan tersenyum.
"Tapi, Mas ...."
"Tidak usah tapi-tapian, cepetan potong! Aku sudah tidak sabar ingin menyicipi kue buatan istriku tercinta," ucap Alkan lagi dengan senyum yang tak memudar.
"Ya sudah, aku potongin khusus untuk suamiku!" ucap Kia tersenyum dibalik cadarnya.
Kia mengambil pemotong kuenya, ia melihat kue itu dengan tatapan lelah.
"Kenapa, Sayang?" tanya Alkan lembut.
"Enggak apa-apa," ucap Kia tersenyum. Setelah itu Kia memotong kuenya, lalu menyuapi pria tersebut.
"Mas, aku punya kado untukmu," ucap Kia dengan senyum yang tak memudar di balik niqobnya.
"Mana?" tanya Alkan membalas senyuman istrinya.
"
__ADS_1
Kia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku busananya. Lalu menyerahkan kotak itu pada Alkan.
"Apa ini?" tanya Alkan tersenyum.
"Buka dong, Mas! Kalau dikasih tau duluan, namanya bukan kejutan lagi dong," ucap Kia mengerucutkan bibirnya. Namun, tidak terlihat oleh Alkan.
Alkan mengambil kotak itu, lalu membukanya perlahan. Pria itu terkejut melihat isi dari kotak hadiahnya. Alkan mengambil kotak itu dengan wajah syok seraya menatap Kia dengan wajah tidak percaya.
"Aku tidak mimpi 'kan, Sayang?" tanya Alkan memastikan. Kia menggeleng dengan senyum yang merekah dibalik cadarnya.
Alkan melihat benda yang dipegangnya kembali sambil mengucek-ngucek matanya untuk memastikan kalau pria itu sedang tidak bermimpi.
Alhamdulillah ya Allah ...
Alkan meletakkan hadiah itu kembali, lalu menggendong tubuh Kia sambil berputar-putar.
"Mas ... turunkan! Nanti aku bisa jatuh!" ucap Kia yang merasa pusing karena Alkan terus berputar sambil menggendong tubuhnya.
"Maaf, Sayang! Aku Reflek," ucap Alkan seraya menurunkan tubuh Kia perlahan.
"Aku tau itu, Mas!" ucap Kia menangkup kedua pipi suaminya.
"Terima kasih, Sayang! Aku tidak menyangka bahwa aku sebentar lagi akan menjadi seorang ayah," ucap Alkan dengan tawa bahagianya.
"Kita kabari keluarga yuk, Sayang!" ajak Alkan dengan senyum cerahnya.
__ADS_1
Kia mengangguk tanpa suara. Pria itu langsung berdiri mengulurkan tangannya pada sang Istri. Kia pun menerima uluran tangan Alkan dengan penuh kebahagiaan.
Sesampainya di rumah Kyai Syarif, Alkan dan Kia mengucapkan salam. Lalu Ummy Fatimah membukakan pintu rumah untuk putra dan menantunya itu.
"Ternyata kalian," ucap Ummy Fatimah seraya tersenyum lembut.
"Silakan masuk, Nak!" Fatimah memegang pundak menantunya membawa wanita itu masuk ke dalam rumah.
Mereka bertiga duduk di ruang keluarga dengan Alkan yang menatap ummy dan istrinya penuh kebahagiaan. "Ummy, Aba mana?" tanya Alkan lembut.
"Ada di kamar, sebentar ummy panggilkan." Fatimah berdiri, lalu melangkah meninggalkan ruang keluarga tersebut. Sementara Alkan berpindah posisi setelah kepergian ummy nya. pria itu duduk di sebelah Kia dengan terus menatap wanita itu penuh cinta.
"Mas, kamu aja ya yang menyampaikan kabarnya, aku canggung jika harus bicara dihadapan aba," ucap Kia menatap manik mata suaminya.
Alkan mengangguk seraya menggenggam tangan istrinya. Lalu pria itu mencium punggung tangan Kia.
"Ehem ... " Arofah mendaratkan pantatnya di sofa tunggal di sisi sofa yang diduduki Alkan dan Kia.
"Kamu nggak sekolah, Dek?" tanya Alkan lembut.
"Ini aku baru pulang," jawab Arofah seraya memperlihatkan kitab yang dibawanya. "Tumben Kakak dan Kak Kia main di jam segini?" tanya Arofah menatap keduanya penuh curiga.
"Emang kita main ke sini harus ada jadwalnya?" tanya Alkan masih dengan senyum lembut.
"Enggak sih," ucap Arofah tersenyum aneh.
"Assalamualaikum ... " Kyai Syarif kini tiba di ruang keluarga itu dengan senyum tipis.
"Waalaikum salam Aba," jawab ketiga orang yang berada di ruang keluarga itu.
...ππππππ...
__ADS_1
^^^Bersambung ....^^^