TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Mandi bersama


__ADS_3

Kia dan Anggi kini kembali ke asrama. Mereka tidur di kamar At-taqwa nomer 5 lantai 2, sesampainya mereka di kamarnya, Kia dan anggi di tatap oleh ke empat orang penghuni kamar tersebut.


"Kalian siapa? kalian anak baru?" ucap dari salah satu penghuni kamar tersebut.


"Boleh kita kenalan?" ucap yang satunya lagi sambil mengulurkan tangannya pada Anggi.


"Boleh, namaku Anggi." Anggi menerima uluran tangan teman sekamarnya.


"Tamara." Tamara menyebutkan namanya.


"Aku Nia." Nia juga memperkenalkan dirinya pada Anggi.


"Kita berpapasan tadi di depan kamar, namaku Sherly." Sherly tersenyum sambil menyalami Anggi.


"Aku Nana, Ketua kamar ini." Nana menyalami Anggi dan menatap Kia yang hanya cuek saja tanpa berniat ingin kenalan.


Anggi menatap Kia yang hanya duduk di ranjangnya memperhatikan dirinya berkenalan dengan yang lain. Kia yang mengerti akanbtatapan Anggi, ia langsung berdiri dan mendekati mereka.


"Aku Kia saudara angkatnya Anggi." Kia mengulurkan tangannya dengan wajah datar.


"Apaan sih Ki..." Anggi cemberut.

__ADS_1


"Loh! emang bener 'kan? kalau aku saudara angkatmu sekaligus sahabatmu juga." Kia membenarkan ucapannya.


"Tau ah, kamu nyebelin." Anggi meninggalkan Kia yang sedang berkenalan menuju tempat tidur miliknya.


Anggi berkenalan dengan mereka juga satu persatu dengan wajah yang datar.


"Kalian nggak mau mandi?" ucap Sherly pada Kia dan Anggi.


"Kamar mandinya dimana?" perasan dari tadi aku nggak lihat pintu selain pintu keluar." Kia menaikkan sebelah alisnya, sambil menatap sekelilingnya.


"Kalau bicara itu jangan sok sinis kayak gitu! kau menakuti mereka tau." Anggi mengingatkan Kia.


"Kia...! jika kau mau mandi. Kau bisa ikut kami mandi di taman," ucap Nana datar.


"Taman?" Kia mengerutkan dahinya petanda bingung.


"Iya taman, itu lo kolam yang besar yang kayak gudang. Kita semua mandi di sana bersamaan." Rumi tersenyum sumringah.


"What! Mandi bersamaan? kalian nggak malu tubuh kalian di lihat banyak orang?" Anggi melebarkan kedua kelopak matanya karena kaget.


"Ish, kamu apaan sih Ki? kita mandi pakai sarung untuk menutupi tubuh kita, terus kita mandi deh." Anggi memukul pundak Kia sambil menertawakan Kia yang berpikiran negatif.

__ADS_1


"Sarung? memangnya kau bawa sarung?" Kia menatap Anggi heran.


"Ya bawalah Ki, aku juga bawakan untukmu. lihat aja tuh di lemari Kamu semuanya sudah aku siapkan." Anggi tersenyum polos.


"Ya udah terserah kamu aja! aku mau mandi nanti sore. Aku tidak terbiasa mandi siang." Kia menjatuhkan dirinya ke kasur. Namun, Anggi menariknya.


"Kamu apaan sih Ki, walaupun kamu nggak mandi, kau tetap harus ke musolla lalu ambil wudlu'." Anggi menarik lengan Kia.


"Sudah, tak apa jika kalian nggak mau hadiran hari ini karena kalian baru sampai, ustazdah tidak akan menghukumnya. Sedangkan untuk yang lain, lanjutkanlah kegiatan kalian! jika mau mandi segeralah pergi ke taman, karena sebentar lagi azdan akan berkumandang. Karena jika kalian telat, kalian akan di hukum oleh ustazdah, ujung-ujungnya aku kena inbasnya," ucap Nana.


"Baik Kak." Sherly, Nia dan Mara pergi mengambil perlengkapan mandi mereka, lalu melangkahkan kakinya untuk pergi mandi.


"Sekarang kalian istirahatlah yang cukup! karena mulai besok kalian akan melaksanakan kegiatan seperti yang lain," ucap Nana pada Anggi dan Kia datar.


"Terima kasih Kak." Anggi tersenyum menatap Nana. Sedangkan Kia cuek saja tak memlerdulikan ucapan Nana.


"Tapi ingat! kalian jangan lupa sholat dan kalian bisa sholat di kamar ini," ucap Nana.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2