TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Sendiri di malam pertama


__ADS_3

Anggi memasuki kamar pengantinnya terlebih dahulu sebelum Raka juga masuk. Ada perasaan grogi pada diri Anggi karena sebelumnya ia tidak pernah sekamar dengan seorang pria.


Anggi berjalan melangkah mendekati meja rias, ia duduk dan bercermin. Lalu membuka niqobnya dan melepas satu persatu hiasan yang ada di hijabnya.


Anggi tersenyum sendu. Meskipun ia tidak mencintai Raka. Namun, ia berusaha untuk menerima pria itu.


Setelah terlepas semua aksesoris yang menghiasi kerudungnya. Anggi membuka hijab dan menggerai rambutnya yang indah. Anggi mengibas-ngibaskan rambut itu setelah beberapa helai rambut mengganggu wajah cantiknya.


Tanpa disadari oleh Anggi, Raka membuka pintu kamar dan terpana melihat kecantikan Anggi. Namun, Raka segera menepisnya setelah mengingat orang yang dicintai dan tersakiti karena pernikahannya.


Raka melangkah menuju kamar mandi, mengalihkan tatapannya dari istrinya tersebut. Ia berjalan tanpa menyapa sang istri, Anggi yang mendengar suara langkah kaki di kamar tersebut, ia langsung menoleh dan menatap Raka yang menghilang di balik pintu.


Anggi tersenyum, lalu menyiapkan baju ganti untuk suaminya tersebut. Setelah itu, Anggi menggunakan kerudung dan niqob kembali, lalu keluar kamar untuk mengambil makanan, karena ia tidak melihat Raka makan sejak resepsi pernikahannya.


Sementara Raka mengerutkan kening setelah keluar dari kamar mandi dan netranya menyapu ruangan dan tidak melihat keberadaan Anggi di kamar tersebut.


"Kemana gadis itu?" gumam Raka. Pria itu melangkah menuju lemari. Namun, ia tidak sengaja melihat baju yang sudah Anggi siapkan untuknya.


Raka tersenyum. "Apakah dia sudah benar-benar berubah?" gumam Raka.


Raka mengambil baju yang telah disiapkan oleh Anggi dan memakainya. Setelah beberapa saat ponsel Raka berdering, ia melihat nama yang tertera dalam ponselnya dengan perasaan bersalah.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Raka dengan nada dingin.


"Kenapa kau tega meninggalkanku Ka," tanya Rania dengan isak tangis pilu.


"Maafkan aku Ra," ucap Raka dengan perasaan bersalah.


"Aku mencintaimu, tunggu aku di sana!" ucap Raka. Lalu mematikan ponselnya.


Anggi datang membawa nampan, ia berpapasan dengan Raka yang hendak keluar dari kamar itu.


"Maaf, malam ini aku tidak pulang," ucap Raka. Pria itu melangkah meninggalkan Anggi yang sedang berdiri mematung di tempatnya. Gadis itu balik badan menatap Raka yang sudah menghilang di balik pintu.


Anggi tersenyum, lalu melepas niqob dan kerudungnya, lalu makan malam sendiri tanpa Raka di sisinya.


"Aku tau kau belum menerimaku, sama sepertiku yang belum terbiasa denganmu, tapi aku akan berusaha mencintaimu dan membuatmu mencintaiku."


Di malam pertamanya, Anggi benar-benar tidur sendiri tanpa Raka.


Sementara di tempat lain. Raka sedang menemani Rania yang sedang kambuh penyakitnya. Wanita itu menderita penyakit jantung dan keadaannya drop setelah mendengar tentang pernikahan Raka.


"Kenapa kau tega menduakanku, Ka?" tanya Rania yang sedang menangis dalam pelukan Pria itu.

__ADS_1


"Maafkan aku, Rania. Aku tidak bermaksud untuk menduakanmu. Namun, keadaan yang memaksaku untuk melakukan itu semua." Raka pun ikut bersedih melihat penderitaan orang yang dicintainya.


"Jadi ini alasanmu, kenapa kau menikah siri denganku?" tanya Rania dengan tangisan pilu.


"Iya, aku sengaja menikahimu terlebih dahulu, karena aku tidak mau kehilanganmu Ra, aku tau, kau pasti akan pergi jauh dariku jika aku menikah dengan orang lain," ucap Raka.


"Kau egois Ka! Kau egois!" teriak Rania tidak terima.


......πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’......


^^^Bersambung ...^^^


Assalamualaikum Readersku, sayang!


Alhamdulillah Othor update lagi, mau Othor lanjutin nggak?


Kalau nggak ya Wes, Othor hiatus lagi πŸ˜‚


Jangan lupa dukungannya jika mau lanjut 🀣


like and komen.

__ADS_1


Kalau vote kasih ke Othor kesayangan kalian aja πŸ˜‚


Love you and thank you All 😘


__ADS_2