TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Resepsi pernikahan


__ADS_3

Resepsi pernikahan Raka dan Anggi kini digelar dengan megahnya. Kedua sepasang pengantin itu kini berdiri di pelaminan menyambut para tamu undangan yang hadir.


Tamu undangan kini satu persatu mengucapkan selamat pada sepasang pengantin itu. Kini tiba saatnya giliran David mengucapkan untuk sahabatnya.


"Nggak nyangka aja, ternyata yang kau nikahi putrinya Om Rizky, muridmu yang dulunya sangat bandel tak tertandingi, sekarang dia sudah berubah 180 derajat kayak gini," bisik David di telinga Raka.


Raka hanya diam, tak menanggapi bisikan Sahabatnya. "Selamat ya Bro!" ucap David seraya menepuk-nepuk bahu Raka dengan senyum gamblang.


"Terima kasih," jawab Raka datar.


Freya melewati Raka lalu mengucapkan selamat pada Anggi dan memeluk tubuh wanita itu. "Selamat ya, Dek!" ucap Freya tersenyum tipis.


"Terima kasih, Mbak." Anggi menjawabnya dengan lembut.


Setelah itu kini giliran Devan mengucapkan selamat. "Selamat Kak Raka," ucap Devan menjabat tangan Raka. "Selamat Nggi!" ucap Devan sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Nggak nyangka aja, Anggi yang ku kenal beda banget sama Anggi yang sekarang, oh iya, si Kia mana? Biasanya kalian tak terpisahkan?" tanya Devan.


Tangan Anggi menunjukkan pada seorang wanita yang juga memakai niqob sedang duduk di kursi roda dengan seorang pria tampan yang setia menemaninya.


"Ternyata kalian benar-benar luar biasa," ucap Devan menggeleng-gelengkan kepala karena melihat perubahan sifat Anggi dan Kia.


"Devan cepetan!" Raya mendorong tubuh pria itu karena terlalu lama mengobrol dengan Anggi.

__ADS_1


"Apaan sih Ray!" kesal Devan.


"Sana cepetan! Banyak yang ngantri nih di belakang," ucap Adrian dari belakang Raya.


"Iya, iya!" Devan langsung melangkahkan kakinya meninggalkan pelaminan, diganti Raya dan Adrian yang mengucapkan selamat.


Devan menghampiri Kia yang sedang duduk di kursi Roda. "Kia, masih ingatkah kau padaku?" tanya Devan tersenyum.


Sejenak Kia berpikir "Devan," tebak Kia dengan suara lembut.


"Wuihhh ... ternyata kau sekarang berubah 180 derajat ya?" ucap Devan menggoda Kia.


"Kenalkan, ini suamiku!" ucap Kia seraya mendongak menatap Alkan dengan senyum yang tertutup di balik cadar.


"Alkan," ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya.


"Aku sahabatnya Kia dan Anggi, aku kakak kelasnya dulu sewaktu SMA," lanjut Devan.


"Berarti kalian dekat dulu hingga kau dapat mengenali istriku meskipun sekarang dia sudah berubah dari segi penampilan?" Alkan menatap Devan penuh tanya.


"Jangan cemburu, Kia dan Anggi dulu memang suka berteman dengan lelaki, satu sekolah pun takut sama mereka meskipun mereka anak baru, kecuali aku," ucap Devan menceritakan masa lalunya.


"Terus?" tanya Alkan ramah dengan wajah penasaran.

__ADS_1


"Kamu tahu nggak, Kak Raka itu guru di sekolah kami tapi Kia dan Anggi sering mengusilinya," ucap Devan tanpa ragu.


"Devan ... " panggil Kia supaya pria tersebut berhenti menceritakan keburukannya pada Alkan.


"Nggak apa-apa, Sayang! Lagi pula cuma masa lalu," ucap Alkan tersenyum lembut.


"Ya sudah, aku cabut dulu! Semoga hubungan kalian langgeng selalu," ucap Devan.


Terima kasih," jawab Alkan tersenyum.


Devan mengangguk lalu meninggalkan Kia dan Alkan yang sedang menatap ke arahnya.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


^^^Bersambung ...^^^


Assalamualaikum Readersku sayang πŸ₯°


Othor ingin memenuhi permintaan Readers 😍


Thank you atas dukungan kalian yang tak terhingga ... 😘


Love you All πŸ₯°

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya!


Like and komen aja Othor dah seneng 😍


__ADS_2