TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Perjodohan


__ADS_3

"Kak, Kakak udah pulang?" Arofah keluar dari kamar Kyai Syarif lalu mendekati Alkan yang lagi duduk menyandarkan kepalanya ke sofa sambil memainkan ponselnya dan terlihat serius.


"Gimana keadaan Aby Dek? apakah sudah mendingan?" tanya Alkan tanpa mengalihkan pandangannya dari posel.


"Panasnya udah turun Kak, umy sedang mengompresnya dan memberikan obat untuk beliau," ucap Arofah.


"Gimana keputusan Kakak, apakah Kakak akan menerima permintaan Aby untuk menikah dengan Kak Salimah?" tanya Arofah.


"Entahlah, aku takut tidak bisa membahagiakannya jika aku tidak punya ketertarikan sama sekali padanya. Aku tidak mau melukai perasaan seseorang," jawab Alkan. Alkan menerawang tentang apa yang harus ia putuskan, ia tidak mau menolak keinginan orang tuanya. Namun, Alkan sama sekali tidak tertarik pada Salimah.


Kyai Syarif meminta Alkan untuk meminang Salimah. Namun Alkan tidak menerima perjodohan itu, karena ia takut merusak tali persaudaraan jika Alkan tidak bisa mencintai Salimah. Sedangkan Kyai Syarif memang menjodohkan Alkan dengan Salimah keponakannya sendiri sedari Alkan dan Salimah masih kecil.


"Kak, Aby akan malu Kak jika Kakak tidak mau menerima perjodohan itu." Arofah menundukkan kepalanya karena ia takut salah bicara pada kakak yang dihormatinya.


"Kakak tau itu Dek, tetapi hati kakak sama sekali tidak bisa, aku takut melukainya." Alkan menatap Arofah sendu.

__ADS_1


"Kak, semua keputusan ada di tangan Kakak, bicaralah baik-baik dengan Aby, aku nggak mau Aby sakit lagi karena memikirkan perjodohan Kakak."


"Ya udah, aku mau melihat keadaan Aby dulu. Aku akan bicara dengan Aby setelah beliau sembuh." Alkan berdiri dan meninggalkan Arofah di ruang tamu menuju kamar Kyai Syarif.


Alkan mengetok pintunya sambil memanggil salam terlebih dahulu sebelum ia Masuk, lalu terdengar suara Nyai Fatimah mempersilakan Alkan untuk masuk. Alkan membuka pintunya dan terlihat Kyai Syarif memejamkan matanya sambil dikompres oleh Nyai Fatimah.


Alkan mendekati orang tuanya lalu menyalami Nyai Fatimah dan dusuk di sisi ranjang Kyai Syarif.


"Bagaimana keadaan aby My?" tanya Alkan sendu.


"Maafkan Alkan My, Alkan mengecewakan kalian." Alkan menundukkan kepalanya.


"Akan tetapi, jika penolakan Alkan membuat kalian malu, Alkan ikhlas menerima perjodohan ini," ucap Alkan dengan raut wajah sedih membuat Nyai Fatimah tidak tega melihatnya.


"Sudahlah sayang, kau tak perlu membahas masalah ini sekarang, kita bahas nanti setelah abymu sembuh, dan kau tak perlu menyalahkan dirimu sendiri karena kami menjodohkanmu dengan Salimah waktu kalian masih kecil tanpa memikirkan perasaan kalian," sesal Nyai Fatimah.

__ADS_1


"Umy, Alkan pamit keluar dulu. Kayaknya aby butuh istirahat." Alkan tersenyum menatap Nyai Fatimah, lalu mencium tangan Nyai Fatimah sebelum ia keluar dari kamar Kyai Syarif.


Alkan melangkahkan kakinya menuju halaman rumah untuk mencari udara segar. Alkan yang melamun karena memikirkan perjodohannya hingga ia tidak sadar kalau langkahnya menuju asrama putri dan membentur tubuh seorang gadis, hingga tubuh gadis tersebut hampir jatuh jika Alkan tidak menangkapnya.


Alkan dan gadis tersebut sama-sama terkejut dan mematung untuk beberapa saat, mata mereka bertemu dan tidak sadar jika mereka ditatap oleh orang disekelilingnya.


perasaan apa ini? mengapa jantungku berdegup kencang saat menatap gadis ini dan tidak pernah kurasakan sebelumnya, batin Alkan.


Apakah aku jatuh cinta padanya? kenapa jantungku berdetak tidak normal seperti biasanya. Ini tidak mungkin, aku tidak mengenalnya begitu dekat. Tapi nih cowok ganteng juga kalau ditatap dari dekat, batin Kia.


Yang di tabrak Alkan adalah Kia, Kia menatap kesamping melihat Anggi yang bertingkah konyol di sebelahnya. Namun, tiba-tiba tubuhnya ada yang menabrak dan membuat Kia tidak bisa menahan keseimbangannya dan akhirnya terhuyung ke belakang sampai hampir jatuh jika saja Alkan tak menangkapnya.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2