
Beberapa hari kemudian
"Ini hasilnya, Tuan!" ucap Dokter Arman seraya menyerahkan amplop pada pria paruh baya itu.
"Anda bisa mendonorkan sumsum tulang belakang Anda pada nona Kia," ucap Dokter Arman.
"Sumsum tulang belakang Anda memiliki kecocokan 89% Akurat." Dokter Arman tersenyum.
Renald langsung membuka amplopnya dan melihat hasil lab tersebut. "Alhamdulillah." Renald meneteskan air mata saking bahagianya.
"Terima kasih Dok," ucap Renald tersenyum dengan air mata yang mengalir deras karena terharu.
"Sama-sama, Tuan!"
"Anda bisa mendonorkan sumsum tulang belakang Anda malam ini juga jika kondisi Anda stabil." Dokter Arman tersenyum.
"Benarkah?" tanya Renald dengan tangis bahagianya.
"Iya, Tuan!"
"Kalau begitu saya izin keluar dulu, Dok! Saya ingin membicarakan hal ini dengan menantu saya." Renald beranjak lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Pria tersebut tidak berhenti tersenyum, setelah mendapat kabar bahwa putrinya agar segera tertolong.
********
Di ruang rawat Kia.
__ADS_1
Kini Anggi datang untuk menjenguk gadis tersebut dengan menggunakan niqob. Anggi menangis terisak-isak saat mengetahui keadaan Kia yang tidak begitu baik.
Cara bicara Anggi kini sangat berubah dan hal itu berhasil membuat Kia bangga pada sahabatnya tersebut.
Kia tersenyum melihat perubahan sahabatnya itu. Ada perasaan terharu saat melihat Anggi menggunakan niqob dan bertutur kata lembut.
"Kau hebat Nggi, kau berubah menjadi orang yang lebih baik. Sekarang kau juga menjadi wanita muslimah yang sesungguhnya," ucap Kia dengan senyum indahnya.
"Niqob adalah kewajibanku untuk menjaga pandangan pria yang bukan mahram, jika aku memakai niqob belum tentu juga akhlakku sudah baik," ucap Anggi tersenyum.
"Tapi dengan menggunakan niqob, aku yakin kau sangat berubah!" ucap Kia.
"Amin ... " jawab Anggi sambil menengadah.
"Aku harap kau bisa menemaniku di pelaminan nanti, Cepatlah sembuh!" ucap Anggi sendu.
"Kau jangan bilang seperti ini lagi Ki!" Anggi menangis kembali saat mendengar ucapan Kia. Ia sudah menganggap Kia lebih dari sekedar saudara.
"Anggi ... !" Suara bariton dari belakang membuatnya terperanjat.
"Daddy ... !" ucap Anggi, Renald mendekati gadis itu dengan putrinya.
"Kau pulang ke sini hanya untuk menjenguk Kia, Nak?" tanya Renald menatap Anggi intens.
"Tidak, Dad! Tadinya Anggi tidak tahu kalau Kia ada di sini! Tetapi saya mampir ke rumah Daddy dan mandapat kabar dari pembantu mansion bahwa Daddy ada di rumah sakit untuk menemani Kia," ucap Anggi tersenyum tulus.
"Oh iya, Nak Alkan mana? tanya Renald.
__ADS_1
"Mas Alkan pergi ke kantin Dad, untuk membeli makanan." Kia tersenyum menatap satu-satunya orang tua yang ia miliki.
"Baiklah, kalau begitu Daddy mau pamit dulu untuk menemui Alkan, ada sesuatu yang perlu daddy sampaikan padanya," ucap Renald dengan senyum manisnya.
"Silakan, Dad!" ucap Kia lemah. Renald meninggalkan ruang rawat itu untuk menemui menantunya di kantin rumah sakit.
Sesampainya di sana, Renald tidak tega melihat menantunya duduk sendiri dan melamun. Renald mendekat pria tersebut dan duduk di sebrangnya.
"Daddy ... !" gumam Alkan terkejut.
Renald tersenyum, lalu memanggil pelayan untuk memesan minuman. Setelah itu mereka berbincang-bincang.
Renald menyerahkan Amplop pada pria tersebut. Namun, dahinya mengerut seketika setelah membaca hasil labnya.
"Maksudnya daddy mau mendonorkan sumsum tulang belakang untuk Kia?" tanya Alkan.
...🥬🥬🥬🥬🥬...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku sayang 🥰
Maaf Othor jarang update karena patah semangat 🙈
Jangan lupa like, komen and Vote seikhlasnya 🥰
Thank you 😍😘
__ADS_1