TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Kasih sayang ibu


__ADS_3

Alkan masih penasaran dengan apa yang akan di lakukan Kia, hingga Alkan terus memperhatikan Kia sampai Kia selesai sholat tahajjud. Alkan tidak melihat Kia hanya pada saat Kia ngambil wudlu.


Seusai sholat, Kia menengadahkan tangan sambil memejamkan matanya, lalu ia berdoa sambil menangis tersedu-sedu yang membuat Alkan terharu mendengar doa Kia.


"Ya Allah, kupanjatkan doa untuk Mommy yang jauh di alam sana. Berikanlah mommy kebahagiaan disisimu ya Rob, ampunilah segala dosa-dosanya dan terimalah amal ibadahnya."


"Ya Rob..., hamba mohon padaMu sampaikanlah salam rinduku untuknya. Aku sa...ngat merindukannya dan aku sangat ingin berjumpa dengannya walaupun hanya dalam mimpi,"


"Dalam dunia nyata hamba tidak bisa memeluknya, hamba mohon izinkan hamba memeluk mommy walaupun hanya sebatas mimpi. Hamba ingin merasakan kasih sayang seorang ibu yang selama ini tidak pernah hamba rasakan."


"Dan suatu saat nanti, jika hamba di berikan jodoh, izinkan hamba memiliki mertua yang menyayangi hamba, agar hamba bisa merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang ibu."


"Ya Rob, kabulkanlah doa-doa hamba, hanya padamulah hamba meminta dan hanya padamulah hamba memohon pertolongan."


"Robbana atina fiddun ya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina azda bannar... Subhanaka robbika robbil izzati Amma ya sifunnn, wa salamun alal mursalinnn, walhamdulillahi robbil Alamin."


"Amin amin ya robbal alaminnn." Kia menyudahi doanya, lalu mengusap air matanya yang tak terasa lolos begitu saja.

__ADS_1


Subhanallah... batin Alkan.


Alkan segera pergi dari tempat tersebut sebelum Kia menyadari bahwa Alkan mengikutinya.


Alkan melangkah menjauh dari musolla tersebut. Namun, dari jarak jauh Alkan tetap memperhatikan langkah Kia sampai Kia hilang dari pandangan Alkan.


"Astagfirullah..."


"Apa yang sudah aku lakukan?" gumam Alkan.


"Aku baru menyadari kalau aku mulai jatuh cinta padanya. Aku tau ini terlalu cepat untuk ku menyadari perasaanku, tetapi inilah yang kurasakan saat ini. Aku tidak pernah merasakan gelisah karena memikirkan seorang gadis sebelumnya, tetapi sekarang aku tidak bisa tidur karena memikirkan Kia," gumam Alkan sambil berjalan menuju rumahnya.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


Pagi harinya, Kyai Syarif menyuruh Alkan untuk menggantikan dirinya mengisi pengajiyan dipesantren. Alkanpun melaksanakan tugas yang diberikan abanya untuk mengisi pengajiyan tersebut.


Satu jam berlalu, kini tiba waktunya santri untuk berangkat ke sekolah. Kia masih bengong menatap tingkah Anggi yang senyam senyum sendiri sejak pengajiyan dimulai.

__ADS_1


"Nggi, kamu kenapa? awas nanti kamu kesambet kalau kayak gitu terus," ucap Kia. Namun, Anggi belum bereaksi, ia se akan tuli dan tidak mendengarkan orang sekitar.


"Anggi..." Kia berteriak tepat di telinga Anggi. Membuat Anggi sangat terkejut akan teriakan Kia.


"Kamu ganggu aja tau Ky, aku masih ingin fokus mendengarkan suara Gus Alkan yang sangat merdu seakan-akan menusuk nusuk jantungku ini." Anggi kembali tersenyum.


"Apaan sih Nggi, pengajiyan udah selesai dari tadi kali, ayo kita ambil kitab dan buku untuk sekolah, kita bisa kena hukuman lagi nanti, jika telat," ucap Kia.


"Tumben kamu takut di hukum, dulu sewaktu kita sekolah SMA, kau selalu bikin onar sampai guru malas untuk ngehukum kamu," Anggi tertawa cekikikan.


"Apaan sih Nggi? gak lucu." Kia berjalan menuju kamarnya meninggalkan Anggi yang masih tertawa puas karena berhasil membuat Kia kesel.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


...TBC...


Jika males komen karena jaringan oleng, paling tidak tinggalkan Othor like dong untuk nyemangati Othor 😍

__ADS_1


__ADS_2