TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Terkejut


__ADS_3

Keesokan harinya, Alkan pergi untuk menemui Salimah dan orang tuanya, ia datang untuk membatalkan pertunangan itu.


"Tapi kenapa Nak?" tanya ummy Kulsum.


"Aku terjebak dengan seorang gadis di gudang, dan aku harus menikahinya agar tidak menjadi fitnah Minan," ucap Alkan jujur.


Deg.


Kulsum terkejut mendengar pengakuan keponakannya itu, ia tidak menyangka bahwa Alkan bisa berkata se jujur itu pada saudara Kyai Syarif yang sudah menjadi calon mertuanya itu. Namun, sekarang keadaannya sudah berbeda Alkan hanya keponakannya dan tidak akan menjadi menantu dari wanita paruh baya itu.


"Apakah Putriku kurang sempurna di matamu? Hingga kau mencintai wanita lain," tanya ummy Kulsum dengan wajah kecewanya.


"Bukan begitu Minan, Alkan hanya tidak ingin menyakiti hati Salimah jika ia tahu bahwa aku hanya menganggapnya sebagai adik, sama seperti Arofah," ucap Alkan.


"Minan juga harus tau bahwa Alkan tidak pernah selingkuh dengan siapapun. Kami hanya terjebak hujan yang tak kunjung mereda hingga kami tidak sengaja ketiduran di sana." Alkan menatap Kulsum dengan wajah seriusnya.

__ADS_1


"Sebenarnya aku sangat marah padamu Alkan. Namun, aku tidak mau kakakku malu akibat ke cerobohanmu. Nikahi gadis itu secepatnya! Aku yang akan bicara dengan Salimah," ucap Kulsum dengan wajah yang memerah karena menahan kekesalan.


"Terima kasih, Minan." Alkan masih tersenyum lembut meskipun ia tahu bahwa Kulsum menahan amarahnya.


"Sama-sama," balas Kulsum datar.


"Ya sudah Minan, Alkan pamit dulu!" pamit pria itu. Lalu Alkan mengulurkan tangannya dan mencium tangan Kulsum.


"Iya, hati-hati di jalan!" ucap Kulsum.


Pria itu beranjak dari duduknya dan melangkah keluar dari kediaman Salimah. Sedangkan Kulsum kini kembali melanjutkan kegiatannya.


Alkan menatap mansion mewah di hadapannya sambil tersenyum, lalu mengucapkan tasbih. Pria itu berjalan menuju pintu utama sambil sedikit menunduk sekedar rasa hormat.


Alkan mengetok pintu itu dengan perasaan berdebar, karena ia datang tanpa Kyai Syarif. Setelah beberapa saat kemudian kini pintu dibuka oleh ART di sana, lalu Alkan dipersilahkan masuk dan disuruh menunggu di ruang tamu karena Renald masih dalam perjalanan pulang.

__ADS_1


30 menit menunggu, akhirnya Renald datang lalu duduk di seberang Alkan dengan senyum ramahnya.


"Apakah ada sesuatu yang sangat mendesak, hingga Gus Alkan sendiri meluangkan waktu hanya untuk menemui saya? Saya harap Kia tidak melakukan sesuatu yang merugikan Gus Alkan," ucap Renald tersenyum.


Deg


Jantung Alkan berdebar semakin kencang karena tebakan Renald memang benar adanya. Namun, hal itu bukan sepenuhnya salah Kia karena hal itu terjadi atas ke tidak sengajaan, dan penyebabnya adalah dirinya sendiri.


"Maafkan saya, Tuan Renald! Tapi ini semua hanya salah faham. Saya dan Kia tidak melakukan apapun, kami hanya terjebak di sana," ucap Alkan menundukkan kepala.


"Maksud Gus Alkan?" Renald mengerutkan alisnya.


"Saya datang kemari karena ingin meminang Kia untuk menjadi istri saya Tuan, Aba sedang sakit, maka dari itu saya memutuskan untuk datang sendiri ke mansion ini," ucap Alkan.


"Saya dan Kia tertangkap sedang berduaan di gudang hingga kami dicurigai, aba menyuruh saya untuk menikahi Kia agar dijauhkan dari fitnah, dan saya datang menemui Anda untuk meminta restu sekaligus mengundang Anda untuk datang ke pesantren untuk menjadi wali nikahnya Kia." Alkan menjelaskan panjang lebar.

__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁...


...TBC...


__ADS_2