TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Sumsum tulang belakang


__ADS_3

Rizky dan Sheila kini datang ke rumah sakit setelah mendengar kabar dari Renald. Sheila memeluk Kia yang sudah ia rawat sejak kecil. "Kenapa kau tidak bercerita pada kami, Sayang? Kenapa kau memendam penyakitmu sendiri, kau masih punya kami yang menyayangimu!" ucap Sheila mengurai pelukannya.


"Aku hanya tidak ingin membuat semua orang sedih karena penyakitku, Bun!" ucap Kia.


"Apakah dengan begini kau pikir kami tidak sedih? Kami sangat sedih, Sayang. Kau seakan tidak punya keluarga." Sheila menatap Kia sendu.


"Kau tidak sendiri, ada kami yang selalu di sampingmu!" ucap Rizky tersenyum.


"Maafkan Kia, Bun! Maafkan, Kia!" ucapnya sambil menatap Sheila sendu.


"Jangan minta maaf, sayang! Kau tidak bersalah." Sheila menenggelamkan kepala Kia dalam pelukannya.


"Terima kasih karena selama ini Bunda telah menjadi tempat untuk mengadukan keluh kesah Kia, walaupun Kia tidak punya ibu, tapi Kia merasakan kasih sayang seorang ibu dari Bunda!" ucap Kia menangis terisak.


"Jangan sedih lagi sayang! Jangan sedih!" ucap Sheila.


Renald yang tak mampu melihat kesedihan putrinya, ia keluar dari ruangan itu, lalu pergi ke kuburan untuk meluapkan kerinduan pada istri tercintanya.


"Kau sudah begitu lama meninggalkan ku Muti." Renald memegang pusara istrinya.


"Jika kau ingin ditemani, aku mohon! Jangan ajak putri kita untuk bersamamu! Tapi ajaklah aku yang begitu merindukanmu." Renald menangis terisak di pusara Muti.


"Apakah kau tahu, aku bertahan hidup hanya karena putri kita. Jika kau mengajaknya juga, maka aku tidak tahu akan seperti apa hidupku di dunia ini?" ucap Renald seraya memandangi foto istrinya yang ada di atas kuburan Muti.


"Jemputlah aku! Jangan putri kita!" Renald mengambil foto itu sambil mengusapnya.

__ADS_1


......❤️❤️❤️❤️❤️......


Kini Renald kembali ke rumah sakit, ia menemui dokter yang menangani Kia. "Dok apakah ada cara cepat agar putriku bisa sembuh total?" tanya Renald.


"Ada, Tuan! Akan tetapi kami tidak bisa menjamin bahwa penyakit yang di derita nona Kia kambuh kembali," ucap Dokter Arman.


"Bagaimana caranya, Dok?" tanya Renald.


"Jika nona Kia, mendapatkan donor sumsum tulang belakang, kemungkinan sembuh 80 persen." Dokter Arman tersenyum.


"Baiklah, lakukan sekarang juga supaya putriku segera pulih!" ucap Renald.


"Kita harus melakukan pengecekan, Tuan! Apakah sumsum tulang belakang Anda cocok dengan nona Kia atau tidak!" ucap Dokter Arman.


"Baiklah, cek sekarang saja! Lebih cepat, lebih baik," ucap Renald menatap Dokter Arman serius.


"Terima kasih, Dok! Kalau begitu, saya permisi dulu!" ucap Renald seraya mengulurkan tangannya.


"Sama-sama, Tuan!" Dokter Arman menjabat tangan Renald.


Renald melangkah keluar dari ruangan Dokter Arman, pria paruh baya itu sangat sedih karena ia tidak mampu membayangkan dirinya jika harus hidup sendiri tanpa putrinya.


"Sembuhkanlah putriku ya Allah!" gumam Renald. Ia berjalan di koridor rumah sakit dengan tatapan kosong.


*******

__ADS_1


Di ruang rawat kini hanya tinggal Alkan dan Kia, Kia selalu tersenyum melihat suaminya yang tak pernah berhenti menatapnya setelah Rizky dan Sheila kembali.


"Cepatlah sembuh!" Alkan tersenyum sambil membelai pipi istrinya.


"Aku ingin cepat sembuh untuk menyaksikan pernikahan Anggi," ucap Kia.


Rizky dan Sheila sebelum pulang menceritakan bahwa Anggi akan menikah dengan anak sahabat dari Rizky, ia bahagia mendengar bahwa Anggi menyetujui perjodohan itu.


"Kau harus banyak istirahat supaya lekas sembuh, Tidurlah!" perintah Alkan.


Seketika Kia memejamkan mata layaknya seorang anak kecil yang mematuhi ibu kandungnya.


Alkan berdiri, lalu mengecup kening istrinya setelah memastikan bahwa wanita itu tidur lelap. Alkan beranjak untuk sholat. Namun, pergelangan tangannya dipegang erat oleh Kia, hingga Pria tersebut kembali duduk di sisi wanita itu.


"Aku hanya sholat sebentar!" ucap Alkan.


Setelah mengucapkan itu, Kia melepas tangan suaminya dan Alkan pun beranjak kembali, meninggalkan Kia untuk mengambil wudhu dan shalat di ruangan tersebut.


...🥬🥬🥬🥬🥬...


^^^Bersambung ...^^^


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


Maaf Othor telat update, tapi jangan pernah bosan untuk mendukung Othor ya sayang 😍

__ADS_1


Thank you 😘


__ADS_2