TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Ijab kabul Raka dan Anggi


__ADS_3

3 hari berlalu.


Kini Alkan dan Kia bersiap untuk berangkat ke acara ijab kabul dan resepsi pernikahan Raka dan Anggi.


"Sayang, kamu sudah siap?" tanya Alkan menatap istrinya yang duduk di depan cermin sambil merapikan kerudung syar'inya.


"Sudah, Mas. Ayo kita berangkat!" ajak Kia tersenyum di pantulan cermin.


"Kamu tidak boleh berjalan, kau harus memakai kursi roda agar kau tidak kecapean dan drop kembali," ucap Alkan.


Pria itu berjalan mendekati Kia, lalu berdiri di belakang wanita itu, ia tersenyum melihat istrinya dari pantulan cermin.


"Masak aku harus kursi roda sih, Mas?" tanya Kia mendongak sambil memegang tangan Alkan yang Alkan letakkan di bahunya. "Demi kebaikanmu, kau tidak boleh kecapean," ucap Alkan menunduk menatap wajah cantik istrinya.


"Tapi kalau aku pakai kursi roda, yang ada entar merepotkanmu, Mas." Kia menatap Alkan intens.


"Tidak, Sayang! Aku tidak akan merasa repot hanya dengan mendorong kursi roda," ucap Alkan lembut.


"Terima kasih, Mas! Aku mau ngambil niqob dulu," ucap Kia tersenyum.


Alkan mengangguk, lalu Kia berdiri dan berjalan ke arah lemari untuk mengambil niqobnya. Setelah itu, Kia memakai niqob itu dan berbalik menatap Alkan yang tidak mengalihkan tatapannya dari Kia.


__ADS_1


"Sini sayang duduk!" ucap Alkan seraya mengambil kursi roda untuk istrinya tersebut.


Kia hanya tersenyum, lalu duduk di kursi roda itu dan mendongak menatap suaminya yang tersenyum menatapnya penuh cinta.


"Terima kasih, Mas!" ucap Kia tersenyum.


Alkan mengangguk, lalu mendorong kursi roda itu keluar dari kamarnya tersebut.


___________


"Apakah kau sudah siap, Nak!" tanya Sheila menatap Anggi ragu. Ia melihat pancaran kesedihan di mata putrinya. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa karena Anggi pun tidak menolak perjodohan itu.


"Sudah, Bunda?" Anggi tersenyum dibalik cadarnya.



Anggi mengangguk, lalu berdiri dan melangkah mendekati Sheila yang berdiri tidak jauh di belakangnya.


Setelah beberapa saat Anggi sudah melihat banyak para tamu undangan yang hadir dan sedang menunggunya di tempat pelaksanaan akad tersebut, tak lupa pula Kia yang duduk di kursi roda dengan Alkan berdiri di belakangnya.


Kia dan Anggi hanya saling bertatapan dari jarak jauh dan keduanya pun saling tersenyum di balik niqob.


Anggi berjalan mendekati Raka yang didampingi Sheila di sampingnya. Gadis itu duduk di sebelah Raka tanpa menatap wajah pria yang akan menikahinya. Begitu pun dengan Raka, pria itu terkesan dingin dan tidak ada niatan untuk melihat calon istrinya.

__ADS_1


"Bagaimana, apakah kalian sudah siap?" tanya Penghulu sambil menatap kedua mempelai.


Baik Raka maupun Anggi mengangguk. Anggi dengan senyum terpaksanya, sementara Raka datar tanpa ekspresi.


"Bismillahirrahmanirrahim, Asyhadu anlaailaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. Ya Raka Aditama, Ankahtuka wazawwajtuka mahktubataka Binti Anggi Rizky Pratama alal mahri 7.529.665 Reyal Saudi wamajmueat min adawat alsalat, Hallan." Penghulu menghentakkan tangan Alkan.


"Qobiltu nikahaha watazwijaha alal mahril madzkur waraditu bihi wallahu waliyyut Taufiq,"


"Sah," ucap seluruh para saksi yang hadir di seluruh ruangan itu.


Anggi meneteskan air mata di balik cadarnya. Entah ia harus senang atau sedih setelah sah menjadi seorang istri.


Berbeda dengan Anggi. Raka semakin dingin dengan wajah merah padam menahan kekesalan karena dari kejauhan ia melihat Rania yang menyaksikan acara itu dengan air mata yang berderai. Namun, ia tidak bisa berbuat apapun karena ia tidak ingin mempermalukan kedua orang tuanya.


Wanita itu langsung balik badan dan pergi meninggalkan ruangan tersebut, setelah menyaksikan acara pernikahan Raka~ kekasihnya yang menikah karena perjodohan.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


^^^Bersambung ...^^^


Assalamualaikum Readersku, Sayang πŸ₯°


Miss you All 😍😘

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya ya πŸ˜‚


__ADS_2