TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Lebih membutuhkan


__ADS_3

Renald menyerahkan Amplop pada David. Namun, pria itu mengerutkan dahi seketika setelah membaca hasil labnya.


"Maksudnya daddy mau mendonorkan sumsum tulang belakang untuk Kia?" tanya Alkan bingung.


"Asalkan dia sembuh! Apapun akan daddy lakukan," ucap Renald dengan senyum tulusnya.


"Terima kasih, Dad! Apakah tidak sebaiknya Alkan saja yang mendonorkan sumsum tulang belakang Alkan untuk Kia?" tanya Alkan.


"Tidak! Kia lebih membutuhkanmu dibandingkan daddy," ucap Renald.


"Tapi Dad!"


"Jagalah putriku dengan baik jika seandainya sesuatu terjadi padaku!" pinta Renald.


"Insya Allah Alkan akan terus menjaga Kia, Dad! Tapi Daddy harus sehat kembali setelah selesai mendonorkan sumsum daddy pada Kia."


Renald tersenyum menatap menantunya itu. "Aku sudah sangat merindukan istriku, jika seandainya ini adalah saat terakhirku di dunia, maka aku akan dengan senang hati menerimanya, asalkan putriku sembuh. Mungkin mommynya Kia juga sudah merindukanku," ucap Renald dengan senyum yang mengembang.


"Daddy jangan pernah bicara seperti itu lagi, Kia akan sangat sedih jika harus kehilangan Daddy," ucap Alkan.


"Kesediaan Kia hanya sementara karena akan selalu ada kamu di sisinya, sedangkan kesedihan daddy tak 'kan berujung sampai maut menjemputku karena kebahagiaan daddy sudah tidak ada lagi di dunia ini."

__ADS_1


"Seandainya daddy pergi, daddy harap kau bisa selalu membuatnya bahagia. Jangan sakiti hatinya. Meskipun dia terlihat tegar, tapi daddy tau bahwa putri daddy sangat rapuh, hanya saja dia pandai menyembunyikannya," ucap Renald tersenyum.


"Insya Allah, Alkan akan selalu menjaganya sebaik mungkin Dad, dan Alkan akan selalu mencintainya. Alkan tidak bisa menyakiti orang yang Alkan cintai, jadi mana mungkin Alkan membuatnya terluka dengan sengaja," ucap Alkan.


"Terima kasih, Nak!" ucap Renald tersenyum.


"Alkan yang seharusnya berterima kasih pada Daddy karena telah mengirimkan bidadari sholehah untuk Alkan."


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Setelah beberapa saat, Kini Anggi pamit pulang karena banyak yang harus ia persiapkan sebelum pernikahan.


Wanita itu keluar dari ruangan Kia. Namun, tanpa sengaja tubuhnya membentur seorang pria tampan dan gagah hingga wanita itu hampir jatuh. Namun, pria itu segera menangkapnya hingga posisi mereka seperti dua orang yang berpelukan.


"Maaf," ucap Pria itu seraya melepaskan tangannya.


Anggi hanya mengangguk tanpa suara. Lalu gadis itu langsung pergi begitu saja karena grogi. "Astaghfirullah ... perasaan apa ini?" gumam Anggi seraya memegang dadanya.


Sedangkan pria itu memandang kepergian Anggi dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. "Ayo ... !" ucap sahabatnya.


Pria itu ditarik hingga ia kehilangan bayangan Anggi yang sudah menjauh.

__ADS_1


Anggi merasa aneh dengan dirinya, ia merasa gugup saat menatap mata pria itu. "Seharusnya aku tidak menatapnya tadi, aneh banget. Kenapa aku jadi mendadak gugup?" gumam wanita itu.


Anggi langsung menyalakan mobilnya, ia langsung pergi dari rumah sakit menuju mansion.


Setelah beberapa saat, gadis itu sampai di mansion dan tampaklah Rizky dan Sheila yang sedang menunggunya di ruang tamu.


Anggi melangkah mendekati kedua orang tuanya dengan senyum lembut. Gadis itu duduk di seberang kedua orang tuanya.


...🥬🥬🥬🥬🥬...


^^^Bersambung ...^^^


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


Apa kabar malam ini?


Jangan lupa untuk mendukung Othor ya sayang, agar Othor lebih bersemangat.


Maaf Othor jarang update


Othor akan selalu menunggu kalian komentar, karena komentar kalian menjadi semangat bagi Othor.

__ADS_1


Thank you 😍


Muachhhh... 💋


__ADS_2