TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Nama yang cantik


__ADS_3

Anggi menggeret kopernya dengan perasaan kacau, hingga tanpa sengaja tubuhnya terbentur dengan seorang pria yang tak dikenal sebelumnya. "Sorry!" ucap pria itu tersenyum.


Anggi hanya mengangguk tanpa berniat ingin membuka suaranya. Wanita itu langsung melangkahkan kakinya meninggalkan pria itu yang masih menatapnya takjub.


"Aku tidak mengenalmu dan melihat wajahmu, tapi entah mengapa, aku tertarik padamu dalam pandangan pertama! Semoga kita jodoh!" gumam Ardian seraya tersenyum penuh arti.


"Hey, Kak! Ngapain masih di sini? Ayo pulang!" ajak seorang pria yang lebih muda dari orang yang bertabrakan dengan Anggi tersebut.


Suara itu berhasil mengagetkan Ardian dari lamunannya, dan seketika pria itu menoleh menatap orang yang menepuk bahunya tersebut. "Sepertinya Kakak betah di Mesir? Sampe-sampe lupa jalan pulang," ucap priaiyu Ia adalah Adrian suaminya Raya.


-(Yang membaca karya Othor 'Pemikat Hati Sang Cassanova' tentunya tau dong kisah mereka 'Adrian dan Raya 😂 tapi meskipun kalian belum baca, insya Allah tetap akan nyambung 😉)-


Ardian langsung menoleh, lalu tersenyum setelah mengetahui bahwa yang menepuk bahunya adalah adiknya sendiri.


"Adrian," ucapnya.


"Dia istrimu?" tanyanya setelah melihat seorang wanita yang sangat cantik didekat adiknya tersebut.


"Iyalah Kak, masak pacar?" Adrian tersenyum bangga.

__ADS_1


"Ternyata istrimu lebih cantik dari pada yang di foto," ucap Ardian.


"Siapa namamu, adik ipar?" tanya Ardian.


"Aku, Ardian kakak dari suamimu yang somplak." Ardian mengulurkan tangannya pada Raya.


"Raya Kak," ucapnya sambil menerima uluran tangan Ardian.


"Waw, nama yang cantik secantik orangnya," ucap Ardian mengerlingkan sebelah matanya. Ia sengaja ingin menggoda adiknya yang telah lama tidak ia jumpai.


Adrian melebarkan mulutnya. Ia langsung menghempaskan tangan keduanya dengan wajah kesal.


"Kakak apa-apaan sih?" Adrian menatap kakaknya tajam, sedangkan yang ditatap kini hanya cengengesan tanpa perasaan bersalah.


Adrian pun menjewer telinga Raya karena ia tahu betul tingkah istrinya yang semakin membuatnya kesal saat dirinya emosi.


"Aw ... aw ... aw ...," rintih Raya sambil memegang tangan Adrian yang masih menarik telinganya. Wanita itu terpaksa mengikuti langkah Adrian karena telinganya kini menjadi sasaran kekesalan pria itu.


"Lepas, Dri!" ucap Raya. Adrian pun melepaskan telinga Raya, sementara Raya mengusap-usap telinganya yang terasa panas.

__ADS_1


"Awas, kalau nakal lagi!" ucap Adrian melirik Istrinya sewot.


"Iya, aku nggak nakal lagi Kok," jawab Raya memanyunkan bibirnya. Aku cuma usil saja," ucap Raya. Lalu lari meninggalkan suaminya tersebut.


Ardian yang melihat tingkah laku adik dan adik iparnya hanya menggeleng-gelengkan kepala.


"Mereka romantis banget, kapan aku seperti mereka ya?" gumam Ardian seraya menatap adik dan adik iparnya dengan senyum yang tercetak di bibirnya.


"Kamu akan seperti mereka jika kau mau menikah," ucap Bastian melewati putranya yang masih diam mematung.


"Daddy ... !"


Pria itu melangkah mengikuti Bastian. "Daddy tenang saja, aku akan segera menikah!" ucap Ardian.


"Selalu itu ucapanmu, buktinya mana?" tanya Bastian menaikkan sebelah alisnya.


"Daddy nggak percaya? Lihat saja nanti!" jawabnya.


"Dari dulu daddy selalu menyuruhku melihat, tapi sampai sekarang pun belum juga ada bukti," ucap Bastian seraya membuka pintu mobilnya.

__ADS_1


"Kamu mau ikut siapa?" tanya Bastian.


"Aku ikut Daddy aja! Males ikut tuh anak, kalau aku ikut mereka bisa-bisa aku hanya dianggap angin," ucap Ardian seraya duduk di kursi sebelah daddynya.


__ADS_2