
Kia panik, karena tidak ingin ketahuan bahwa dirinya melanggar aturan, gadis itu memasuki gudang yang sudah lama tak berpenghuni.
Gadis itu tak kenal takut hingga ia lebih memilih memasuki gudang dibanding berjumpa dengan santri banin.
Kia memasuki gudang yang gelap gulita itu, ia tidak tau harus berbuat apa, hingga gadis itu memilih diam dan duduk lesehan menunggu asrama putra sepi agar ia bisa keluar.
Sedangkan Alkan terus mengelilingi asrama putra untuk mencari gadis itu. Namun, ia tak juga menemukan sosok Kia di area tersebut. Hingga akhirnya pria itu menatap gudang yang letaknya di belakang asrama putra.
Alkan melangkahkan kakinya menuju gudang tersebut, gerimis pun mulai turun, membuat pria itu semakin menghawatirkan Kia. Alkan semakin cepat menuju gudang tersebut, hingga akhirnya ia sampai di depan pintu gudang dan menatap pintu itu dengan perasaan was-was.
Alkan memasuki gudang tersebut, lalu ia tidak sengaja terpeleset karena menginjak plastik basah di gudang itu, hingga membuat Alkan jatuh ke pintu dan pintu itu pun tertutup rapat karena tubuh Alkan yang tak sengaja menubruk pintu gudang tersebut. Sedangkan Kia menjerit karena terkejut mendengar dentuman dari arah pintu yang tertutup dengan keras.
"Ahhh..." teriak Kia. Gadis itu ketakutan karena berpikir ada makhluk gaib yang mengganggunya.
"Kia..." panggil Alkan pelan.
Seketika Kia membisu mendengar panggilan Alkan, gadis itu gemetar bukan karena takut, tetapi karena jantungnya yang berdetak mulai tidak normal.
Pria itu mencari Kia dengan meraba area sekitarnya, sedangkan Kia masih diam mematung karena tidak tahu apa yang akan ia lakukan.
"Kau dimana?" tanya Alkan. Pria itu terus meraba-raba hingga akhirnya kaki Alkan tersandung pada sesuatu di dalam gudang itu dan membuatnya jatuh ke arah Kia dan gadis itu pun jatuh terlentang dengan tubuh Alkan yang menimpa gadis itu.
Dug
"Auwh..." seru Kia. Gadis itu mengusap kepalanya yang terasa berdenyut karena terbentur lantai. Sedangkan Alkan menarik tubuh Kia saat pria itu menyadari bahwa tubuhnya menimpa gadis itu.
"Maaf, aku tidak sengaja," ucap Alkan dengan perasaan bersalahnya.
"Enggak apa-apa, aku cuma terbentur sedikit," ucap Kia lembut.
Alkan dan Kia kini duduk lesehan di lantai, baik Alkan maupun Kia saling membisu.
Setelah lama terdiam akhirnya Alkan membuka percakapan.
"Kau ngapain di gudang ini?" tanya Alkan setelah keheningan lama terjadi.
"Aku, aku takut ketahuan melanggar dan aku menunggu santri banin sepi untuk keluar dari gudang ini," ucap Kia.
"Gus Alkan ngapain datang ke gudang ini?" tanya Kia balik.
__ADS_1
"Aku sengaja mencarimu, karena aku tadi melihatmu berjalan berlawanan arah," jawab Alkan.
"Ya udah, ayo kita keluar dari gudang ini! sepertinya keadaan sudah cukup sepi," ajak Alkan.
"Baiklah, terima kasih!" ucap Kia.
"Sama-sama."
Alkan dan Kia hendak berdiri. Namun, mereka duduk kembali saat ada suara petir yang begitu menggemparkan.
Jedduarrr...
Suara petir di luar gudang itu membuat Kia ter lonjak dan reflek memeluk tubuh Alkan. Pria itu pun tidak tahu harus melakukan apa? Yang jelas ada perasaan hangat saat Kia memeluknya.
Kia masih mencengkram baju Alkan karena ia memang sangat takut dengan suara petir. Gadis itu pun menangis karena suara petir pun tak kunjung reda yang diiringi dengan hujan deras tak terkecuali angin yang tertiup kencang.
Alkan tak tega saat tangannya tersentuh dengan tangan Kia yang berkeringat dingin karena rasa takut yang di alami gadis itu.
"Tenanglah! Ada aku disini," ucap Alkan.
"Tapi aku sangat takut," Kia masih memejamkan matanya erat dengan tangan yang masih memeluk tubuh Alkan.
Alkan lupa diri, hingga pria itupun membalas pelukan Kia untuk menenangkan gadis itu. Mereka pun akhirnya ketiduran setelah lama menunggu hujan reda.
Sementara di asrama putri Anggi mencari Kia kesana kemari karena khawatir pada gadis itu. Anggi menangis karena ia sangat tahu bahwa Kia sangat takut akan suara petir.
"Kia, kamu dimana Ki?" ucap Anggi sambil menangis tersedu.
Ia mencari ke seluruh penjuru asrama putri. Namun, hasilnya nihil. Anggi menanyakan ke semua santri yang dijumpainya. tetapi, tidak ada yang mengetahui keberadaan gadis tersebut.
Akhirnya Anggi kembali ke kamarnya dengan perasaan kecewa karena tidak bisa menemukan sahabatnya dan semua teman yang satu kamar dengan gadis itu pun mendekati Anggi dan mereka pun memeluk Anggi untuk menenangkan gadis tersebut.
......❤️❤️❤️❤️❤️......
Seusai acara pertunangan Gus Alkan dengan Salimah kini para santri kembali ke asrama masing-masing.
Salimah pulang dengan seluruh anggota keluarganya dengan mengendarainya mobil. Gadis itupun melamun mengingat Alkan dan Kia yang saling mengungkapkan perasaannya. Namun, mereka saling menjauh karena Kyai Syarif menjodohkan Alkan dengan dirinya. Ia merasa bersalah karena telah menjadi penghalang antara hubungan tunangannya dengan orang yang dicintai pria tersebut.
Salimah dengan Ummy Kulsum duduk di bangku belakang dengan sopir yang duduk sendirian di bangku depan.
__ADS_1
"Salimah..." Panggil ummy Kulsum.
"Iya, Ummy!" jawab Salimah. Gadis itupun menoleh menatap orang yang melahirkankannya.
"Kenapa melamun sayang?" tanya ummy Kulsum.
"Nggak apa-apa ummy? Cuma lelah dikit aja," bohong Salimah.
"Baiklah kalau kayak gitu," jawab ummy Kulsum tersenyum tulus.
"Ummy...!" panggil Salimah ragu.
"Kenapa sayang?" tanya ummy Kulsum.
"Apakah ummy akan marah jika Salimah membatalkan perjodohan Salimah dengan Gus Alkan?" tanya Salimah.
Deg.
Ummy Kulsum terkejut mendengar pertanyaan putrinya itu, karena sebelumnya gadis itu tidak pernah menolak dijodohkan dengan Alkan.
"Tapi Kenapa sayang?" tanya ummy Kulsum.
"Nggak apa-apa ummy, Salimah hanya bertanya saja!" ucap gadis itu.
"Apakah kamu tidak bahagia dengan pertunangan ini?" tanya ummy Kulsum.
"Bukan ummy, Salimah bahagia, tetapi Salimah nggak mau merampas kebahagiaan orang lain karena ke egoisan Salimah. Lagi pula Salimah hanya menganggap Gus Alkan sebagai Kakak Salimah sendiri," ucap Gadis itu.
"Maksudmu?" tanya ummy Kulsum.
"Gus Alkan mencintai orang lain, bukan Salimah, tadi Salimah tidak sengaja melihat dengan mata kepala Salimah Gus Alkan mengungkapkan perasaannya pada wanita lain. Namun, wanita itu menjawab 'untuk apa pentingnya perasaannya jika Gus Alkan bertunangan dengan orang lain,' dan hal itu berhasil membuat Salimah dihantui perasaan bersalah karena menjadi penghalang antara mereka." Gadis itu menatap ummy Kulsum sendu.
"Kau jangan khawatir, kalian akan terbiasa dengan semuanya, ummy yakin kalian akan saling mencintai dan menyayangi setelah kalian menikah," ucap ummy Kulsum tersenyum.
"Tapi ummy,"
"Sudahlah sayang, kau tidak perlu mencemaskan Alkan, dia pasti akan menerima semuanya. Dia hanya butuh waktu untuk mencintaimu sebagai pasangannya bukan sebagai seorang adik lagi," ucap ummy Kulsum.
Akhirnya Salimah terdiam setelah mendengar ucapan ummy nya, ia tidak tahu harus berbuat apa lagi .
__ADS_1
...🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung......