TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Sholat Tahajjud


__ADS_3

Tengah malam Alkan masih belum bisa memejamkan matanya karena wajah Kia seakan gentayangan di otaknya, Alkan selalu berusaha membuang bayang-bayang itu. Namun hasilnya nihil, bayangan Kia seakan menari-nari dan terus berputar dalam memory Alkan.


"Gadis tadi sungguh aneh, masak aku dikira hantu? ngapain ya dia keluar kamar malam-malam kayak gini? tapi kalau di pikir-pikir tuh cewek lucu juga," ucap Alkan tersenyum.


"Astagfirullahal adzim, ngapain aku mikirin dia, aku nggak boleh tertarik pada gadis lain, karena aku sudah dijodohkan dengan Salimah, lagi pula harom hukumnya memikirkan perempuan yang bukan mahrom." Alkan mencoba memejamkan matanya kembali. Namun, kantuk tak juga menyerangnya.


"Akhhh... Kiaaa, kenapa sih kamu nggak mau pergi dari ingatanku?" Alkan bangun dari tempat tidurnya.


"Enggak, aku nggak boleh memikirkannya. Sebaiknya aku sholat dulu agar pikiranku lebih tenang." Alkan melangkah menuju kamar mandi untuk mengambil Wudlu.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


"Tadi kamu kemana sih Ki? kenapa kamu nggak nyusul aku? dan pas aku nyampe kamar ini, kamu juga nggak ada?" ucap Anggi bingung.

__ADS_1


"Aku tadi nggak sengaja lihat kunti gentayangan dibawah pohon mangga, ya udah aku ambil ranting terus ku pukul tuh si kunti sampe pergi."


"Maafin aku Nggi, aku nggak bermaksud bohongi kamu, tapi mau gimana lagi? yang ada entar kamu ngamuk kalau kamu tau yang sebenarnya," batin Kia.


"Memangnya kamu nggak takut? terus kuntinya nggak ngapa-ngapain kamu kan?" tanya Anggi polos sambil memutar-mutar tubuh Kia.


"Heh, kalian ngapain sih ngobrol tengah malem kayak gini? mending kalian tidur aja! biar besok aku nggak susah untuk ngebangunin kalian," ucap Mara.


"Tuh kan, Mara jadi bangun. Kamu sih Ki...," ucap Anggi lalu melangkah menuju ranjangnya dan kembali tidur.


"Udahlah terserah," ucap Kia pasrah.


Kia melangkah mendekati ranjangnya. Lalu ingin melanjutkan tidurnya yang tadi sempat terganggu. Namun, bayangan Alkan saat Kia memukulnya, membuat Kia susah tidur karena tingkahnya takut mengecewakan daddynya.

__ADS_1


"Ihhh... kenapa sih Gus Alkan harus duduk di bawah pohon mangga segala? gak ada kerjaan banget duduk malam-malam menyendiri dalam kegelapan. Aku kan jadi parno. Tapi aku yakin, meskipun bukan aku yang melihatnya, pasti dia akan tetap dikira hantu. Mana ada orang malam-malam kayak gini duduk menyendiri di bawah pohon mangga yang serem kayak gitu," gumam Kia.


"Kia, kamu bicara apa sih? udah tidur aja! gak usah ngomong sendiri! kayak orang gila aja lo," ucap Anggi sambil memejamkan matanya.


"Jadi dari tadi Anggi belum tidur? tapi kayaknya dia nggak denger aku ngomong apa, udahlah ngapain aku pikirin? mending aku coba tidur kembali lagi aja," batin Kia.


Kia mencoba memejamkan matanya kembali. Namun, rasa kantuk tak juga menyerangnya membuat Kia kesel sendiri, lalu pergi ke Musolla untuk sholat tahajjud.


Saat Kia melangkahkan kakinya menuju musolla, Alkan tak sengaja melihatnya, dan membuat Alkan mencurigai Kia karena keluar malam, hingga akhirnya Alkan mengikuti langkah Kia diam-diam di belakangnya.


Saat Kia sampai di musolla, Kia langsung mengambil wudlu, membuat Alkan kagum pada sesosok Kia yang terlihat angkuh dan sombong, ternyata di balik sifatnya yang terlihat tak berakhlak. Kia adalah seseorang yang tak malas untuk beribadah.


"Astagfirullahal azdim." Alkan merasa bersalah karena suuzdon.

__ADS_1


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


...TBC...


__ADS_2