TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Ketulusannya membuatku tidak bisa berpaling


__ADS_3

"Saya dan Kia tertangkap sedang berduaan di gudang hingga kami dicurigai, aba menyuruh saya untuk menikahi Kia agar dijauhkan dari fitnah, dan saya datang menemui Anda untuk meminta restu, sekaligus mengundang Anda untuk datang ke pesantren dan menjadi wali nikahnya Kia, jika Anda merestui, Tuan!" Alkan menjelaskan panjang lebar.


Renald yang mendengar cerita Alkan, kini menatap pria itu dengan tatapan mengintimidasi. Seandainya pria itu bukanlah putra dari Kyai Syarif, mungkin Renald sudah memberinya pelajaran. Ia yakin dengan penjelasan putra Kyai Syarif itu karena Renald tahu bahwa Alkan mempunyai ilmu yang tinggi dan tidak mungkin baginya melakukan perbuatan zina.


"Apakah Gus Alkan yakin untuk menikahi putriku?" tanya Renald menatap Alkan dengan wajah seriusnya.


"Saya sudah sangat yakin Tuan, jika saya tidak yakin, maka saya tidak akan menemui Anda untuk meminta restu, dan maaf saya datang kesini melamar putri Anda tanpa siapapun, aba penyakitnya kambuh karena syok dengan kejadian ini," ucap Alkan.


"Apakah Kia mengetahui kalau Gus Alkan datang ke sini dan akan menikahinya nanti malam?" tanya Renald.


"Tidak, Tuan! Tetapi saya yakin dia akan mengerti dengan keputusan saya karena tidak ada cara lain untuk menghindari fitnah selain pernikahan, dan saya takut nantinya orang lain akan memandang rendah Kia karena kesalahan yang tidak pernah ia lakukan."


"Aba juga menginginkan pernikahan ini segera dilaksanakan karena takut fitnah ini akan semakin melebar," ucap Alkan.


"Baiklah! Aku akan ke pesantren nanti malam. Mungkin bakda Isyak saya sudah sampai di sana!" ucap Renald.


Alkan tersenyum setelah mendengar ucapan Renald yang besar kemungkinan bahwa pria paruh baya itu merestui dirinya juga Kia.


"Pernikahan ini sebenarnya terlalu buru-buru, tetapi Kyai Syarif benar, sebaiknya kalian segera menikah agar kesalah fahaman ini berakhir," ucap Renald.

__ADS_1


"Aku juga akan mengadakan resepsi seminggu lagi agar seluruh keluarga besar Refaldy mengetahui pernikahan putriku! Aku berharap Gus Alkan bisa membimbing putriku yang minim akhlak."


"Sebenarnya dia anak yang baik, tetapi sedikit keras kepala! Kau harus punya kesabaran lebih untuk membimbingnya," ucap Renald tersenyum.


"Saya tahu itu tuan, dan karena kebaikannya membautku tidak bisa berpaling, orang lain memang menganggapnya buruk, tapi aku tahu bahwa hatinya seperti berlian," batin Alkan.


"Iya, Tuan! Kalau begitu saya izin pamit undur diri untuk menyiapkan acara nanti malam, karena aba sedang sakit, jadi saya berjanji pada beliau bahwa saya akan menyelesaikan urusan ini sendiri. Mohon maaf karena pernikahan ini mungkin terlalu terburu-buru," ucap Alkan.


"Silahkan!" ucap Renald tersenyum.


Setelah itu, Alkan beranjak dari tempat duduknya, lalu mengucapkan salam sebelum keluar dari mansionnya.


Sebelum sampai di mansion Rizky, Renald mampir ke kuburan Muti untuk berziarah dan menceritakan segalanya tentang kabar putrinya itu, Renald yang tidak mampu menahan kesedihan, akhirnya memutuskan untuk pergi dari pemakaman itu, dan langsung pergi ke mansion Rizky.


Sesampainya di mansion Rizky Renald menceritakan segalanya pada Rizky karena ia tahu bahwa Rizky juga sangat menyayangi Kia.


Rizky begitu terkejut setelah mendengar penuturan Renald. Pria paruh baya itu tidak pernah menyangka bahwa gadis yang dianggapnya anak terjebak dalam situasi yang sangat sulit.


Namun, Rizky merasa lega karena orang yang akan menikahi Kia adalah putra dari pemilik pesantren itu, yang mana ia akan menjadi seorang istri dari seorang yang memiliki ilmu agama.

__ADS_1


Renald dan Rizky kini berangkat ke pesantren sebelum magrib karena mereka khawatir jalanan macet dan membuat keluarga Kyai Syarief menunggu terlalu lama, mereka mampir di masjid untuk sholat berjamaah dan melanjutkan perjalanannya kembali setelah menunaikan kewajibannya.


...💋💋💋💋💋...


Assalamualaikum...


Hola...


Apa kabar Readersku🤭


ngarep banget ada yang mampir ya?


Padahal karyaku yang ini sepi kayak kuburan🙈


Seandainya ada yang baca dan mau dukung,


Othor mau mengucapkan terima kasih atas dukungan kalian.


Mohon jejaknya biar nggak kayak kuburan lagi 🤭🤭🤭🤭🙈

__ADS_1


__ADS_2