TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Aku yang ke tiga


__ADS_3

"Aku dimana?" Kia bergumam.


"Kau di area santri banin." Suara bariton dari arah belakang membuat jantung Kia seakan berhenti berdetak, ia sangat mengenali suara tersebut.


Langkah kaki itu semakin mendekati Kia. Gadis itu balik badan, lalu melihat Alkan yang tersenyum padanya.


"Aku tahu kita berdosa jika kita berduaan di tempat sunyi seperti ini, tetapi aku hanya ingin mengetahui perasaanmu yang sesungguhnya," ucap Alkan.


Deg.


Kia terkejut mendengar ucapan Alkan. Gadis itu berusaha menetralkan jantungnya yang berpacu cepat sambil meremas jari-jari tangannya.


"Aku tidak mengerti apa maksud Gus Alkan." Kia balik badan memunggungi pria itu.


"Aku mencintaimu, Zaskia Renald Refaldy," Alkan mengungkapkan perasaannya dengan jantung yang berdebar-debar.


Deg.


Kia terkejut mendengar ungkapan hati Alkan. Gadis itu langsung berbalik dan menatap Alkan yang masih berdiri di belakangnya dengan senyum menyejukkan.


Kia tersenyum hendak mendekati pria itu. Namun, saat mengingat pertunangan Alkan yang baru saja di gelar, Kia mengurungkan niatnya dan senyumnya pun pudar seketika.


Kia menggeleng, lalu gadis itu melangkah untuk menghindari Alkan. Namun, Alkan memegang tangannya hingga Kia berhenti melangkah dengan tangan yang dicengkeram erat oleh Alkan.

__ADS_1


"Jangan menghindariku! Apakah kau memiliki perasaan yang sama denganku?" tanya Alkan. Alkan dan Kia berbicara saling memunggungi dengan tangan Alkan yang masih memegang pergelangan tangan Kia.


"Memangnya apa gunanya kita saling mencintai, sedangkan Gus Alkan sudah bertunangan dengan orang lain. Apakah aku pantas melukai perasaan wanita lain hanya demi kebahagiaanku sendiri?" ucap Kia.


Deg


Alkan melepas genggaman tangannya, lalu balik badan menatap Kia yang masih memunggungi.


"Aku memang juga mencintaimu Gus Alkan, tetapi apakah bisa kita bersatu tanpa menyakiti orang lain?" tanya Kia.


"Kenapa tidak bisa, jika Allah menghendaki agar kita bersatu, maka tidak akan ada orang yang akan mampu mengubahnya." Alkan tersenyum menatap punggung Kia.


"Jika tidak?" tanya Kia lagi.


"Jika tidak, mungkin Allah punya rencana yang lebih indah untuk kita," ucap Alkan tersenyum.


"Aku pun juga begitu," Zaskia melanjutkan langkahnya dengan Alkan yang masih menatap langkahnya.


Gadis itu merasa sedikit lega, karena perasaannya yang terungkap. Namun, Gadis itu juga sedih karena tidak bisa memiliki orang yang dicintainya tersebut.


Sedangkan dari kejauhan, seseorang menjatuhkan air matanya karena mendengar pembicaraan Alkan dan Kia. Gadis itu memegang dadanya di balik pohon yang menjadi pembatas antara lingkungan santri banin dan banat.


"Ternyata aku hanyalah orang ketiga di antara mereka," gumam Salimah.

__ADS_1


Gadis itu terus menatap Alkan yang masih mematung ditempatnya sambil menatap Kia yang melangkah menjauh.


"Aku mencintaimu Kia, sangat mencintaimu." Alkan bergumam sendiri.


Sedangkan Kia tidak mengenal tempat yang ditujunya. Namun, ia tetap melanjutkan langkah kakinya untuk menghindari Alkan. Hingga gadis itu sampai pada tempat yang sudah lama tak berpenghuni.


"Aku dimana?" gumam Kia.


Alkan yang menyadari bahwa Kia berjalan bukan ke arah santri banat, ia langsung mengejar langkah gadis itu.


Sedangkan Kia memasuki gedung kosong tersebut karena mendengar suara santri banin yang sudah pulang dari acara pertunangan Gus Alkan.


Kia panik, karena tidak ingin ketahuan bahwa dirinya melanggar aturan, gadis itu memasuki gudang yang sudah lama tak berpenghuni.


Gadis itu tak kenal takut hingga ia lebih memilih memasuki gudang dibanding ketemu sama santri banin.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


... ...


Assalamualaikum Readers...

__ADS_1


Aku lebay padahal karya ini sepi pembaca


Harapan Othor semoga karya ini bisa mengejar karya Othor yang lain Aminnn ❀️


__ADS_2