
Kini Renald dan Rizky tiba di pesantren bakda Magrib, Syeila tidak ikut dengan mereka karena ia berada di luar Negeri dan tidak memungkinkan untuk pulang.
Mereka menemui Kia setelah sampai di pesantren tersebut, Kia pun terkejut setelah mengetahui bahwa daddy juga ayah angkatnya datang ke pesantren hanya untuk menemuinya, ia dapat menebak tujuan ayahnya datang, Kia berpikir bahwa Renald mengetahui segalanya dan ingin membawanya pulang, ia merasa bersalah pada Renald, ia tidak bermaksud untuk mengecewakannya.
Namun, keadaan yang membuatnya terjebak dalam situasi yang rumit. Kia tidak tahu tujuan Renald datang ke pesantren itu untuk menjadi wali nikahnya, ia hanya berpikir bahwa Renald dipanggil untuk di beri surat peringatan seperti di sekolah-sekolah lainnya.
"Daddy...!" Kia mendekat lalu memeluk Renald dengan perasaan bersalahnya, ia tidak mau menatap Renald karena ia tidak mau menatap kekecewaan dalam diri pria paruh baya itu.
"Maafin Kia Daddy, Maafin Kia. Kia nggak ngapa-ngapain, kita cuma terjebak Dad," ucap Zaskia dalam pelukan daddynya itu.
Renald melonggarkan pelukan putrinya, ia menatap Kia yang menunduk dan tidak ingin menatap wajah daddynya itu.
"Kau sungguh berubah sayang, Daddy bangga padamu!" ucap Renald tersenyum. Lalu pria paruh baya itu memeluk putrinya kembali.
"Daddy tidak marah sama Kia?" tanya gadis itu.
"Untuk apa daddy marah? Gus Alkan sudah menjelaskan semuanya pada Daddy," ucap pria paruh baya itu.
__ADS_1
"Gus Alkan?" Kia melepaskan pelukannya dari Renald, ia menatap daddy kesayangannya itu dengan penuh tanya.
"Iya, Gus Alkan datang ke mansion untuk melamarmu, malam ini juga kau akan menikah dengannya," ucap Renald.
Deg.
Kia terkejut mendengar ucapan daddynya, ia tidak menyangka bahwa orang yang sempat ia tangisi kini akan menjadi miliknya. Namun, Kia bukan merasa lega, ia merasa bersalah pada Salimah yang berstatus sebagai tunangan Gus Alkan, juga pada Anggi sahabatnya yang sangat mencintai pria itu. Kia memang menginginkan menikah dengan orang yang ia cintai. Namun, ia juga tidak mau menyakiti hati orang banyak.
"Ayah...!" ucap Kia menatap Rizky yang sedang tersenyum ke arahnya. Lalu, Pria paruh baya itu merentangkan kedua tangannya. Kia menghambur memeluk ayah angkatnya tersebut, ia sekalipun tidak pernah membantah Rizky karena sifatnya yang lembut.
"Sudahlah sayang, mungkin jodohmu memang Gus Alkan, percayalah! Semua yang terjadi saat ini, mungkin akan menjadi jalan yang terindah untuk jalanmu menuju masa depan," ucap Rizky.
Kia hanya menganggukkan kepalanya dalam dekapan pria paruh baya itu. Ia tidak mampu mengeluarkan kata-kata lagi. Sedangkan Renald menatap putrinya dengan senyum tulusnya.
Kia melonggarkan pelukannya dari Rizky, ia menatap pria paruh baya itu dengan tatapan sendunya.
"Kenapa sayang?" tanya Rizky.
__ADS_1
"Kia hanya ingin menatap mata Ayah untuk menyalurkan kerinduan Kia pada mommy, dengan menatap mata Ayah berarti Kia sedang menatap mata mommy," ucap Kia.
Rizky memeluk tubuh Kia kembali, ia merasa tak tega pada anak dari mantan istrinya yang sudah dianggap sebagai anaknya sendiri. Sedangan Renald menelan ludahnya yang terasa tercekat mendengar ucapan putrinya.
Suara Azdan pun berkumandang, Renald dan Rizky pergi untuk sholat berjamaah ke masjid. Sedangkan Kia melangkah meninggalkan ruangan yang khusus untuk membesuk santri.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka, ia kecewa dan merasa diabaikan.
...πππππ...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku sayang
Maaf ya Sayang sayangnya Othor,
Othor update dikit malem ini, karena Othor dah ngantuk π
__ADS_1