TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Menjadikan Anggi Istri


__ADS_3

4 bulan berlalu.


"Assalamualaikum, Kyai!" ucap ustadz yang biasa mengisi pengajian di pondok pesantren tiap harinya. Ia datang ke dalem Kyai Abdullah untuk menyampaikan niatnya untuk melamar Anggi untuk menjadi istri sahnya, karena Anggi pun sudah resmi bercerai di pengadilan agama.


"Ardian?" Kyai Abdullah tersenyum melihat pria itu datang.


"Ayo kita ke ruang keluarga, Nak!" ajak Kyai Abdullah seraya memegang pundak pria itu. Kyai Abdullah menganggap Ardian sebagai putranya sendiri karena pria itu mengabdi di pesantren itu sejak lulus SD dan ia pun dengan senang hati membantu Kyai Abdullah dengan mematuhi perintah-perintahnya hingga Kyai Abdullah menganggap Ardian istimewa dibandingkan santri yang lain.


"Silakan duduk, Nak!" titah Kyai Abdullah.


"Baik, Kyai!" ucap Ardian tersenyum, lalu duduk di sofa ruang keluarga Kyai Abdullah.


"Ada apa, Nak? Apa ada sesuatu yang dibutuhkan di pesantren?" tanyanya seraya menatap Ardian lembut.


"Tidak Kyai, Ardian hanya ingin bantuan Kyai untuk melamar seseorang di pesantren ini!" ucap Ardian dengan wajah menunduk.


"Alhamdulillah ...! Siapa orangnya, Nak?" tanyanya.


"Keponakan Bik Salma 'Anggi Rizky Pratama' aku ingin menjadikan dia sebagai istriku Kyai," ucap Ardian.


Kyai Abdullah terkejut, tapi di detik berikutnya ia tersenyum. "Apa kamu tahu latar belakangnya, Nak!" tanya Kyai Abdullah menatap Ardian intens.


"Iya Kyai!" ucap Ardian tersenyum.


"Alhamdulillah ... " jawab Kyai Abdullah dengan senyum yang tak memudar.


"Apakah kau sudah memberi tahu orang tuamu akan hal ini, Nak!" tanya Kya Abdullah.

__ADS_1


"Belum, Kyai! Aku akan menghubungi orang tuaku jika Kyai menyetujuinya," ucap Ardian.


"Aku setuju, Nak! Jika memang Anggi yang kau pilih semoga menjadi kebaikan untuk kalian berdua. Kau sudah shalat istikharah 'kan?" tanya Kyai Abdullah.


"Alhamdulillah sudah, Kyai!" jawab Ardian dengan senyumnya.


"Baiklah, nanti aku bicara sama Bik Salma mengenai niatmu," ucap Kyai Abdullah.


"Kalau begitu Ardian pamit dulu, Kyai!" ucap Ardian.


"Silakan, Nak!" jawab Kyai Abdullah seraya mengulurkan tangannya.


"Loh, kamu mau kemana Nak?" tanya Nyai Khodijah yang tiba-tiba datang dengan membawa nampan. "Mau kembali ke pesantren Nyai," jawab Ardian.


"Minum dulu tehnya sebentar, jangan buru-buru! Lagi pula ini sudah malem dan nggak ada kegiatan lagi, ngobrol-ngobrol lah sebentar dengan kami!" ucap Nyai Khodijah.


"Biarkan dia istirahat, Ummy! Sekarang sudah jam tidur, dia mesti bangun sangat pagi untuk sholat tahajud dan mengatur santri dengan ustadz lainnya," ucap Kyai Abdullah.


"Terima kasih, Nyai!" ucap Ardian seraya meminum tehnya sampai tandas.


"Kalau begitu Ardian permisi dulu Kyai, Nyai!" pamit Ardian seraya tersenyum.


"Silahkan, Nak!" jawab Kyai Abdullah dan Nyai Khodijah.


Ardian berdiri, lalu menyalimi Kyai Abdullah dan mengatupkan kedua tangannya seraya pada Nyai Khodijah.


"Assalamu alaikum," ucap Ardian.

__ADS_1


"Waalaikum salam warahmatullah," jawab Kyai Abdullah dan Nyai Khodijah bersamaan.


Dengan tubuh membungkuk sedikit, Ardian melangkah keluar dari ruang tamu, ia meninggalkan dalem Kyai Abdullah dan kembali ke asrama putra untuk memastikan keadaan keadaan santri.


...❤️❤️❤️❤️...


^^^Bersambung ....^^^


Assalamualaikum Readersku, sayang 🥰


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya!


Love you All 🥰


Sambil nunggu Othor update, mampir yuk ke karya teman Othor yang berjudul


'Lupakan aku! Tinggalkan dia'


Dengan cover seperti dibawah 👇👇👇



Terima kasih ya guys 🥰


love you


love you

__ADS_1


love you 😘


Jangan bosen ya sm karya Receh Othor 🥰


__ADS_2