
"Aku tidak nyangka Ka, aku pikir menikah denganmu adalah awal dari kebahagiaanku, tapi ternyata yang terjadi adalah sebaliknya. Kau jadikan aku simpanan, karena kau malu memperkenalkanku pada publik, sebab aku dari kalangan orang biasa yang tidak sederajat denganmu." Keadaan Rania kini sudah membaik setelah diperiksa oleh dokter, ia berusaha terlihat baik-baik saja meskipun air matanya kini terus menerobos tanpa henti.
"Sayang, please! Aku mohon jangan kayak gini! Aku tidak bisa memperkenalkanmu pada publik karena ayah sudah terlanjur merangkai pernikahan itu tanpa sepengetahuanku."
"Aku tahu ini semua salahku karena terlalu lemah, tapi percayalah, aku mencintaimu dengan segenap jiwaku! Hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk menikahimu lebih dulu agar kamu tidak bisa pergi jauh dariku. Aku juga tidak akan menyentuh istri keduaku tanpa seizinmu," ucap Raka. Pria itu memeluk istri pertamanya di balkon apartemen tempatnya dan Rania tinggal.
"Tidak! Aku tidak ingin kau menjadi suami zdalim, kembalilah pada istri keduamu! Malam ini seharusnya kau bersamanya bukan bersamaku!" ucap Rania melepaskan pelukannya dari Raka.
"Tapi aku tidak mencintainya, aku ingin di sini bersamamu," ucap Raka.
"Jangan biarkan aku berdosa karena membuat suamiku tidak berlaku adil pada istri-istrinya, jika kau memutuskan untuk berpoligami, maka saat itulah kau harus siap untuk berlaku adil," ucap Rania. Wanita itu balik badan dan memunggungi Raka.
"Tapi .... "
"Pergilah! Aku baik-baik saja!" Rania menghapus air matanya yang menetes tanpa henti.
"Tidak," ucap Raka.
"Lakukan tugasmu dengan baik, sebelum Allah murka padamu, kau tau betul tentang hukum agama, maka lakukanlah kewajibanmu sesuai ilmu yang kau pelajari selama ini, buktikan bahwa ilmu yang kau dapat barokah, baik kau mencintainya ataupun tidak," ucap Rania sendu.
Raka dan Rania memang sama-sama belajar ilmu agama setelah menyelesaikan pendidikannya. Keduanya sama-sama hijrah dan ingin mencari ridho Allah hingga keduanya bisa terus bersama hingga ke jannah-Nya.
Raka pun memutuskan untuk menikahi Rania setelah mereka memutuskan hubungan karena tidak ingin terus berdosa menjalin hubungan di luar pernikahan.
__ADS_1
Saat Raka ingin mengatakan keinginannya pada kedua orang tuanya. Kini Morgan dan Renata menyampaikan tentang perjodohan dan acara pernikahan yang sudah mereka siapkan tanpa sepengetahuan Raka.
Raka yang sangat mencintai Rania akhirnya memutuskan untuk menikahi Rania terlebih dahulu sebelum orang yang dicintainya itu benar-benar pergi dari hidupnya.
"Baiklah, malam ini aku akan memenuhi keinginanmu untuk menjalankan kewajibanku, tapi berjanjilah padaku bahwa kau akan baik-baik saja!" ucap Raka menatap Rania sendu.
Rania mengangguk tanpa menoleh pada suaminya tersebut. Setelah beberapa kali berdebat, akhirnya Raka pergi meninggalkan Rania sendirian di kamar itu.
Sementara Rania duduk di bersimpuh di balkon tersebut seraya menangis terisak isak setelah kepergian Raka. "Aku ingin kau di sini, Raka. Tapi aku tidak ingin egois karena kamu bukan hanya milikku sekarang." Rania pasrah dengan takdirnya meskipun ia sangat terluka.
_______
Raka kini tiba di mansion tempat ia dan Anggi tinggal. Pria itu membuka pintu kamar, lalu ia melihat Anggi tidur meringkuk di ranjang pengantinnya.
"Maafkan aku," ucap Raka dengan perasaan bersalah.
"Kau tidak perlu minta maaf, aku tau kau belum bisa menerimaku." Anggi membuka mata lalu tersenyum menatap Raka yang juga sedang menatapnya.
Anggi balik badan untuk menghilangkan rasa groginya karena satu ranjang dengan seorang pria. Meskipun Raka tidak mencintai Anggi tapi ia berusaha untuk berlaku adil. Ia mendekati Anggi, lalu memeluk tubuh istrinya tersebut. Meskipun hati dan pikirannya tertuju pada Rania yang ia khawatirkan keadaannya.
Anggi yang merasakan sebuah tangan melingkar ditubuhnya, langsung berkeringat dingin. Ia tidak terbiasa dengan posisi seperti itu. Namun, ia sadar bahwa menolak keinginan suami adalah dosa.
"Apakah kau menginginkannya?" tanya Anggi gugup.
__ADS_1
"Jika kau sudah siap, maka kita lakukan, karena hal itu adalah sunah rasul, dimana kita akan mendapat pahala di tiap detiknya," ucap Raka.
Pria itu ingin berusaha berlaku adil, meskipun ia tidak mencintai Anggi tapi menafkahi batin adalah kewajibannya juga.
"Anggi tersenyum, apapun yang akan kau inginkan insya Allah aku akan mematuhimu," ucap Anggi tersenyum kaku.
"Baiklah," ucap Raka tersenyum kaku.
Kini sepasang pengantin itu melakukan sunahnya. Namun, ucapan Raka yang terakhir setelah melakukan hubungan badan sangat membuat Anggi terluka, karena suaminya mengungkapkan cinta pada wanita lain.
"I love you Rania." Lalu Raka memejamkan mata tanpa ia sadari bahwa ucapannya melukai perasaan Anggi.
Pria itu tidak sadar karena hati dan pikirannya tertuju pada Rania~ Istri pertamanya.
......πππππ......
^^^Bersambung .....^^^
Assalamualaikum Readersku, Sayang π₯°
Hayo, siapa yang mau disalahkan, jika pada kenyataannya Anggi lah yang istri kedua π
Jangan lupa dukungannya like and komen ya!
__ADS_1
Love you All β€οΈππ₯°π