TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Dibalik alasan


__ADS_3

Sepanjang malam Kia tidak bisa memejamkan mata, ia terluka karena sebentar lagi Kia harus membagi suaminya dengan orang lain. Meskipun ia terluka, tetapi ia selalu mencoba membuat dirinya tegar demi kebahagiaan orang yang dicintai.


Begitupun dengan Alkan, kantuk tak juga menyerangnya karena ia tidak sanggup untuk menuruti keinginan Kia. Namun, ia juga tidak mau kehilangan. Di tengah malam mereka berbalik, mata mereka bertemu dan saling menetap sendu.


Kia merasa sangat kesakitan. Namun, ia menahannya karena tidak mau membuat Alkan khawatir, pandangannya pun semakin buram hingga Kia memilih memejamkan mata. Tanpa Kia sadari darah segar mengalir dari hidungnya, yang membuat Alkan terkejut dan langsung duduk seraya meletakkan kepala Kia pada pangkuannya.


Kia yang sudah sangat kesakitan sudah tidak bisa berpura-pura lagi. Wanita itu tidak sadarkan diri dalam pangkuan orang yang dicintainya.


"Kia, kau kenapa sayang? Bangun Kia! Bangun!" Alkan panik melihat kondisi istrinya yang tiba-tiba mimisan dan tidak sadarkan diri. Pria itu langsung menggendong tubuh Kia dan membawanya ke rumah sakit.


Alkan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil terus berdzikir berharap mereka selamat sampai tujuan, Alkan memecah jalanan yang biasanya di tempuh 40 menit menjadi 25 menit.


Sesampainya di rumah sakit, Alkan menggendong tubuh istrinya. Pria itu berteriak meminta bantuan, perawat pun langsung membawa Kia menuju ruangan IGD dan menelpon Dokter yang menangani Kia.


Beberapa menit kemudian, kini Dokter Arman berjalan tergesa-gesa dan langsung masuk ke ruang IGD. Alkan yang melihat wajah Dokter Arman begitu serius membuatnya tambah Khawatir.


Alkan menunggu Kia di depan pintu dengan berjalan mondar mandir karena perasaan cemas pada sang istri yang tiba-tiba tak sadarkan diri.


Setelah beberapa saat berlalu, kini Dokter Arman memanggil Alkan ke ruangannya dan memindahkan Kia ke ruang rawat. Alkan dan Dokter Arman duduk bersebrangan dengan wajah Alkan yang menatap wajah Dokter Arman cemas. "Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Alkan.

__ADS_1


Dokter Arman menghela nafas seraya menatap wajah Alkan dengan perasaan bersalah. "Sebenarnya saya sudah berjanji pada pasien untuk menyembunyikan Keadaannya. Akan tetapi, lebih baik Anda mengetahui yang sebenarnya sebagai suami pasien."


Deg


"Kenapa Dok?" tanya Alkan sendu.


"Pasien tidak mau Anda khawatir jika mengetahui kondisinya."


"Apakah istri saya menderita penyakit yang serius, Dok?" tanya Alkan lagi.


"Istri Anda menderita penyakit Leukimia atau bisa disebut Kanker darah."


"Innalillah ..." Alkan terkejut mendengar pernyataan Dokter, tenggorokannya pun serasa tercekat saat mendengar kabar tentang istrinya. "Apa masih bisa disembuhkan, Dok?" tanya Alkan.


"Kami akan berusaha sebisa mungkin untuk kesembuhan nona Kia."


"Terima kasih, Dok!"


"Sama-sama."

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi mau melihat kondisi istri saya!" ucap Alkan.


"Silakan, Tuan!" jawab Dokter Arman.


Alkan berdiri, lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Dokter Arman menuju ruang rawat Kia. Sepanjang koridor rumah sakit, Alkan tidak hentinya mengucapkan dzikir, hingga akhirnya Alkan sampai di sana dan membuka pintu ruangan istrinya.


Pria itu menatap istrinya seraya tersenyum, Alkan mendekati Kia dengan perasaan yang teramat sedih, kini sekarang ia tahu dibalik alasan kenapa Kia memintanya menikah lagi. Alkan mengecup kening Kia, lalu pria itu melangkah menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu. Setelah berwudhu, Alkan duduk disamping istrinya, lalu mengambil ponselnya seraya mengaji menggunakan aplikasi Al-Qur'an yang ada di ponsel itu.


Alkan mengaji dengan suara yang teramat pelan agar tidak menggangu istirahat sang istri. Lantunan ayat suci Alquran yang teramat merdu seakan membelai Kia.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


^^^Bersambung....^^^


Assalamualaikum Readersku sayang πŸ₯°


Bagaimana keadaan kalian?


Menurut Kalian, novel ini mau dilanjutkan atau tidak? πŸ™ˆ

__ADS_1


__ADS_2