TASBIH CINTA

TASBIH CINTA
Lamaran untuk Anggi


__ADS_3

Ke esokan harinya


Anggi duduk di taman santri putri dan Ardian pun tidak sengaja melewati taman itu hingga ia tersenyum dibuatnya.


"Ustadz aneh, kenapa ustadz bisa tertarik padanya padahal ustadz belum pernah melihat wajahnya sama sekali," ucap seorang santri yang berjalan bersama dengan Ardian.


"Cinta bukan karena paras cantik, tapi cinta adalah keindahan akhlak dan hati yang bersih!" ucap Ardian, lalu pria itu pun berlalu melewati Anggi yang sedang khusyuk dengan bukunya.


Anggi yang tidak sengaja melihat Ardian melangkah dari kejauhan tersenyum, "Bolehkah aku berharap suatu saat diberikan suami yang Sholeh?" gumam Anggi.


Setelah beberapa berada di pesantren tersebut, Anggi mengetahui bahwa orang yang selalu keluar masuk di Dalem Kyai Syarif itu adalah ustadz yang ia selalu dengarkan pengajiannya.


"Boleh saja, Kak Anggi! Siapa tahu Ustadz Ardian jodoh Kakak!" ucap Salah seorang santri putri yang tiba-tiba duduk di samping wanita itu.


Deg


"Eh, Aisyah! Kamu kenapa di sini?" tanya Anggi tersenyum kaku di balik cadarnya.


"Kakak dipanggil Bik Salma di dapur!" ucap Aisyah tersenyum.


"Oh, baiklah!" ucap Anggi seraya berdiri, lalu melangkah meninggalkan taman itu dan menemui Bibiknya di dapur.


"Ah ... kenapa aku sampai bicara seperti itu sih tadi, aku bermimpi terlalu tinggi jika mengharapkan jodoh seperti ustadz Ardian!" gumamnya sambil berjalan.


Anggi terus melangkah menuju dapur hingga akhirnya, ia melihat sang bibik yang masih sibuk dengan masakannya.


"Sayang, nanti malem Kyai Abdullah dan Nyai Khodijah ingin bicara denganmu, Nak! Datanglah ke dalem Kyai!" Bik Salma menatap Anggi dengan lembut.

__ADS_1


"Ingin bicara apa Bik? Tadi Nyai Khodijah tidak mengucapkan apapun pada Anggi." Anggi mengambil sayuran lalu dicucinya.


"Datang saja, Sayang! Mungkin ada yang penting!" ucap Bik Salma.


"Baik, Bik!" jawab Anggi dengan senyum yang tertutupi oleh cadarnya.


_


_


_


Malam harinya.


Tok tok tok ...


"Assalamualaikum ... "


"Silakan masuk, Nak!" ajak Nyai Khadijah lembut. Nyai Khadijah tersenyum melihat kedatangan keponakan dari juru masaknya tersebut.


"Terima kasih, Nyai!" jawab Anggi dengan wajah yang masih tertunduk.


Nyai Khadijah pun melangkah terlebih dahulu yang diikuti oleh Anggi di belakangnya. Mereka duduk berdua di ruang keluarga, tidak lama kemudian muncul lah Kyai Abdullah dengan seorang Pria yang ia kagumi tanpa ada seorangpun yang tahu.


"Assalamualaikum ... " Kyai Abdullah memanggil salam. Lalu Nyai Khadijah pun menjawabnya lembut seraya menyalimi Kyai Abdullah.


Anggi yang melihat kedatangan Ardian dengan Kyai Abdullah kini semakin menundukkan kepalanya, ada debaran aneh yang sudah lama tidak ia rasakan sejak mengubur rasa cintanya untuk Alkan.

__ADS_1


"Tidak ini tidak boleh terjadi, aku harus sadar diri aku ini siapa? Dan Ustadz Ardian itu siapa?" gumam Anggi dalam hati.


"Apa kabar Nak Anggi?" tanya Kyai Abdullah yang duduk bersebelahan dengan Ardian.


Anggi tersenyum di balik cadarnya. "Kabar Anggi baik Kyai!" ucap wanita itu seraya menundukkan kepalanya. Wanita itu duduk di sebelah Nyai Fatimah.


"Nak Anggi, Kyai mengundangmu ke Dalem Kyai karena ingin menyampaikan sesuatu pada Nak Anggi yang cukup penting!" ucap Kyai Abdullah tanpa basa-basi.


"Apa itu, Kyai?" tanya Anggi dengan jantung yang berpacu tak karuan.


"Kyai hanya ingin menyampaikan niat Nak Ardian untuk meminangmu sebagai istrinya! Nak Ardian ingin langsung menikahimu tanpa acara tunangan atau apapun itu jika Nak Anggi setuju!" ucap Kyai Abdullah tersenyum.


Deg.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰


Adakah yang masih nunggu?


Jika ada maafin Othor ya? 🙈


Jika tidak, ya nggak apa-apa Othor hanya ingin menamatkan karya ini, insya Allah jika Othor punya semangat 🙈


Jika ceritanya nggak terlalu nyambung, munkin karena Othor kelamaan update, jadi mohon tegurannya dari kalian 🙏

__ADS_1


Thank you 😘


__ADS_2