
"Apakah kau melihat Alkan Ar?" tanya Kyai Syarif pada Arofah.
"Tidak Aba, Arofah juga mencari Kak Alkan, tetapi Kakak juga tidak ada di kamarnya," jawab Arofah.
Gadis itu duduk di sofa ruang tamu sambil melihat jam yang menggantung di ruangan tersebut.
"Ya sudah, kau tidur duluan! Mungkin Kakakmu tidur di asrama putra. Sekarang lagi hujan badai, tidur duluan gih!" perintah Kyai Syarif.
"Tapi Aba, kak Alkan...," ucapan Arofah terpotong saat Kyai Syarif menyelanya.
"Kakakmu pasti baik-baik saja. Dia seorang lelaki kau tidak perlu mencemaskan nya, aba yakin dia bisa menjaga diri!" ucap Kyai Syarif.
"Baiklah Aba, Arofah ke kamar duluan!" ucap Arofah. Gadis itu beranjak dari tempat duduknya lalu melangkah lunglai, ia masih mencemaskan kakaknya karena ia sangat tahu bahwa pria itu sedang merasakan sakit hati yang mendalam karena bertunangan dengan orang yang hanya dianggapnya sebagai seorang adik.
Sedangkan Kyai Syarif sebenarnya juga sangat menghawatirkan putranya. Namun, ia tidak menampakkan kecemasannya itu karena dialah yang menjodohkan putranya dengan orang yang tidak dicintainya.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Azdan subuh berkumandang, baik Alkan maupun Kia sangat nyaman dengan posisi tidur yang saling berpelukan semalaman.
Zaskia yang lupa tentang kejadian itu, ia langsung berteriak yang cukup keras hingga membuat Alkan terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
Sedangkan di luar gudang, ada seorang santri yang lewat dan tidak sengaja mendengar teriakan Zaskia, hingga ia juga berteriak dan membuat seluruh santri putra menghampirinya.
Tak luput juga Kyai Syarif yang hendak mengimami para santri juga ikut melihat apa yang sebenarnya terjadi?
Kya Syarif melangkah mendekati kerumunan yang ternyata Shoby lah yang menjadi sorotan para santri.
"Kau kenapa Shoby?" tanya Kyai Syarif yang mendengar teriakan sahabat putranya itu.
"A-anu Kyai, di-di-disana ta-ta-tadi Shoby mendengar teriakan seseorang," ucap Shoby gugup.
"Dimana?" tanya Kyai Syarif sambil menatap Shoby dengan tanda tanya.
"Di-di-di gudang Kyai!" jawab Shoby. Pria itu menunjukkan arah gudang pada Kyai Syarif.
Sedangkan di dalam gudang, Alkan langsung membekap mulut Kia dan mencengkram tubuh gadis itu agar tidak memberontak.
"Kia, jangan berisik!" ucap Alkan pelan.
Kia hanya menganggukkan kepalanya sambil membekap mulut wanita itu setelah mengingat kejadian yang menyebabkan ia bisa tidur dengan pria tersebut.
Namun, Kyai Syarif datang membawa senter dan tepat pada saat Alkan membekap mulut gadis itu. Kyai Syarif terkejut dengan apa yang dilihatnya. Ia melihat Alkan seolah-oleh sedang memeluk Kia dengan sangat mesra.
__ADS_1
"Alkan!" bentak Kyai Syarif, bersamaan dengan senter yang menyorot pada Alkan dan Kia.
Deg.
Baik Alkan maupun Kia sangat terkejut mendengar bentakan Kyai Syarif. Alkan langsung menoleh dan melepaskan pelukannya dari Kia.
Kyai Syarif memegang dadanya yang terasa berdetak lebih kencang, lalu Kyai itu jatuh seketika di tempat tersebut.
"Aba...!" teriak Alkan. Lalu, pria itu menangkap tubuh Kyai Syarif sebelum jatuh ke tanah. Alkan memanggil para santri untuk membawa Kyai Syarif ke rumahnya..
Alkan panik, ia tidak memperdulikan orang yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.
Sesampainya di rumah, Ummy Fatimah terkejut dengan keadaan Kyai Syarif, ia menangisi suaminya itu dan menanyakan penyebabnya pada Alkan. Begitupun dengan Arofah yang terus menangis tersedu karena melihat abanya tidak sadarkan diri.
"Alkan, aba kenapa Nak?" tanya ummy Fatimah.
"Aba kenapa Kak?" tanya Arofah juga.
Alkan membisu ia tidak tahu harus menjawab apa pada aba dan ummy nya. Ia hanya menatap Kyai Syarif yang terbaring di kasur dan tidak sadarkan diri.
......🍁🍁🍁🍁🍁......
__ADS_1
...Bersambung......