
Setelah beberapa saat, akhirnya mangga itu terkumpul, Alkan dan Kia pun kembali ke kediamannya.
"Mas, buatin bumbunya ya! Biar aku yang mengupas mangganya," pinta Kia sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"Apapun demi calon buah hati aby," ucap Alkan seraya mengelus perut datar istrinya.
Beberapa saat kemudian rujak mangganya sudah siap dimakan. Namun, Kia hanya melihatnya saja.
"Kenapa, Sayang?" tanya Alkan bingung karena tidak ada tanda-tanda bahwa Kia akan memakan buah mangga itu.
"Mas Alkan nggak peka banget sih!" ucap Kia cemberut.
Alkan mengerutkan dahinya. "Coba katakan apa yang kamu inginkan, Sayang! Kalau kamu nggak bilang, Mas nggak ngerti," ucap Alkan.
"Sudahlah, Mas! aku males. Aku nggak mau makan rujak mangganya." Kia berdiri hendak melangkah. Namun, Alkan tersenyum sambil menarik tangan Istrinya hingga Kia jatuh kepangkuan pria tersebut.
"Jangan cemberut gini, entar cantiknya hilang loh." Alkan menyentil hidung istrinya.
Kia melengos karena kesal pada Alkan. Namun, tiba-tiba Alkan mengambil rujak mangga itu disodorkan pada istri kesayangannya tersebut.Kia langsung berbinar dan membuka mulutnya lebar-lebar.
"Bismillah dulu!" titah Alkan sambil tersenyum lembut.
__ADS_1
"Mas Alkan sangat menyebalkan," ucap Kia. Lalu mengunyah rujak mangga itu setelah Alkan memasukkan kedalam mulutnya.
"Gimana? Enak?" tanya Alkan sambil menempelkan dagunya pada pundak sang istri.
"Lagi!" rengek Kia.
Alkan menyuapi rujak mangga itu lagi dan lagi sampai akhirnya, mangga itu habis tak tersisa.
"Terima kasih, Mas!" ucap Kia . Lalu berdiri hendak pergi untuk kembali ke kamarnya. Namun, Alkan menarik tubuh wanita itu lagi, hingga Kia kembali terduduk di pangkuan pria tersebut.
"Kita ke kamar bersama, kita ngaji bersama dan mendoakan anak kita, biar nanti anak kita menjadi anak yang shaleh atau shalihah," bisik Alkan di telinga Kia dengan tangan yang mengelus perut rata itu. Kia tersenyum, lalu mengangguk dan menuruti keinginan suaminya.
Pasangan suami istri itu berdiri dan melangkah dengan tangan yang bergandengan menuju kamar.
Kia terus menatap Alkan dari samping hingga akhirnya ia hampir jatuh jika saja Alkan tidak segera menangkapnya. Ia tersandung mobil-mobilan milik anak pembantu di rumah tersebut.
Tatapan mereka bertemu, ada kebahagiaan yang membuncah di hati Kia karena perhatian Alkan yang begitu besar. "Hati-hati, Sayang!" ucap Alkan sambil membantu Kia berdiri lagi.
Kia mengangguk tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Alkan pun menjongkok mensejajarkan tubuhnya pada perut datar Kia. Lalu Alkan menempelkan telinganya di perut datar istrinya tersebut. "Ummy bandel ya, Sayang. Pasti Adek terkejut karena tadi Ummy tadi hampir jatuh ya?" tanya Alkan mengajak bicara anaknya yang tumbuh di rahim Istrinya tersebut.
"Enggak By, Adek baik-baik saja kok, Aby nggak usah khawatir," jawab Kia menirukan suara anak kecil sambil membelai rambut suaminya.
__ADS_1
Alkan tersenyum, lalu menjauh kan telinganya dari perut Kia dan menciumnya lamat-lamat. "Adek baik-baik ya di sini!" ucap Alkan. Lalu ia mengecup perut Kia kembali sebelum kembali berdiri.
Setelah Alkan berdiri, pria itu mencium kening Kia dan mengelus perut istrinya. "Lain kali hati-hati, Sayang! Sekarang kamu nggak sendirian lagi!" ucap Alkan tersenyum.
"Iya, Mas! Selama ada kamu, semuanya insya Allah baik-baik saja," ucap Kia.
Alkan melebarkan senyumnya mendengar ucapan Kia. "Belajar gombal dari mana sih?" tanya Alkan. sambil menyentil hidung istrinya.
"Belajar dari Adek Mas Alkan ~ Arofah yang mengajariku untuk menggombal biar Mas Alkan semakin mencintaiku," ucap Kia dengan senyum yang mengembang.
"Bener-bener tu anak!" Alkan menggeleng-gelengkan kepalanya.
...πππππ...
^^^Bersambung ...^^^
Assalamualaikum Readersku, Sayang π₯°
Lanjut nggak ya? π€
Jika mau lanjut dukung Othor ya!
__ADS_1
Klik like dan komen π
love you All π