
Kini Anggi tengah berkumpul dengan anggota keluarganya. Wanita itu ragu untuk menceritakan semuanya. Namun, ia dapat menebak bahwa kedua orang tuanya tersebut sudah tau tentang keretakan rumah tangganya.
"Kenapa kalian hanya diam, katanya kalian ingin menjelaskan sesuatu?" tanya Azka yang masih belum tau apapun.
"Jelaskan, Nak! Kamu jangan pernah memendam masalahmu sendiri, kau masih punya kami. Bagilah masalahmu agar kau sedikit lega." Sheila menatap Anggi sendu.
"Kak, Kakak jangan diam saja! Ada apa sih? Jangan buat aku tambah khawatir." Azka menatap Anggi dengan wajah cemas.
Anggi yang berusaha menahan air matanya kini tiba-tiba terjun satu tetes. Namun, wanita itu cepat menghapusnya kembali. "Mas Raka menjatuhkan talak satu padaku," ucap Anggi dengan suara yang tercekat.
"Jadi benar dia melakukan itu padamu?" tanya Rizky dengan tangan yang mengepal.
Anggi mengangguk dengan wajah yang tertunduk. "Iya, Yah. Mas Rizky ternyata sudah menikah sebelum menikahi Anggi. Anggi hanya menjadi istri kedua," tutur Anggi yang masih menundukkan kepalanya.
"Maafin ayah, Sayang! Seandainya ayah menyelidiki calon suamimu sebelum menikah, mungkin semua ini nggak akan terjadi," ucap Rizky dengan perasaan bersalahnya.
"Aku akan memberinya pelajaran karena telah berani menyakiti putri kesayangan ayah." Rizky berdiri dan hendak melangkah untuk menemui Raka. Namun, Anggi mencegahnya.
__ADS_1
"Jangan, Yah! Jika memang dia pantas dihukum, biarlah Allah yang menghukumnya, tapi selama ini Mas Raka sudah berbuat adil, sepertinya dia berhak mendapatkan kebahagiaan dengan istrinya, akulah pengganggu di antara mereka." Anggi tersenyum sambil menatap tubuh ayahnya dari belakang.
"Kak, kenapa Kakak baik sekali sih, padahal ayah benar kita harus memberinya pelajaran," ucap Azka.
"Duduklah, Mas! Dengarkan kata putri kita, dengan kau memberinya pelajaran, belum tentu masalahnya akan kelar," ucap Sheila.
"Sementara Azka, diamlah Nak! Biarkan Kakakmu mengatakan keinginannya," lanjut Sheila seraya menatap putranya.
Rizky kembali ke tempat duduknya dan menatap wajah putrinya yang tersirat luka meskipun wajah itu tersenyum, sedangkan Azka memilih diam dan mendengarkan keluarganya berbicara tanpa menyelanya.
"Kau ingin menuntut ilmu agama lebih dalam lagi 'kan?" tanya Rizky dengan alis yang bertaut.
"Baiklah, kau tidak perlu ke Kairo untuk menutut ilmu, Sayang! Tempat itu terlalu jauh," ucap Rizky tersenyum.
"Terus Anggi harus kemana, Yah?" tanya Anggi.
"Ayah akan mengirimmu ke tempat saudara ayah yang ada di Madura di sana banyak pondok pesantren yang mengajari tentang banyak hal,"ucap Rizky dengan senyum yang mengembang.
__ADS_1
"Baiklah, Yah! Kemanapun Ayah mengirim Anggi untuk belajar ilmu agama, maka Anggi akan mengikuti keiinginan Ayah!" ucap Anggi tersenyum.
"Kau memang putri ayah yang sholeha, mungkin sekarang rumah tanggamu gagal, tapi ayah yakin bahwa Allah menyiapkan jodoh yang terbaik untukmu, Nak!" ucap Rizky tersenyum dengan suara yang tercekat.
Pria itu tidak tega melihat rumah tangga putrinya hancur. Namun, ia tidak bisa melakukan apapun karena putrinya sendiri yang melarang pria paruh baya itu untuk memberi pelajaran pada orang yang telah menghancurkan perasaan putrinya tersebut.
"Amin ... istajib lana ya Allah!" ucap Anggi sambil menegadahkan tangannya.
...❤❤❤❤❤...
^^^Besambung ...^^^
Assalamu alaikum Readersku, Sayang!
Othor kirim Anggi ke rumah Othor ya? Biar Othor cariin orang Madura untuk Anggi 🤣🤣🤣🤣🤣
Klik like jika nggak sempat komen, gratis Kok 🙈
__ADS_1
Biar othor lebih bersamangat untuk update kembali 😍
Thank you 😘