
Sedangkan di CL entertaiment kia meminta hana untuk keruangannya, saat ini kia ingin menghabiskan waktu makan siang berdua saja dengan hana dan sekarang kia sudah memesan menu makan sianh dan udah berjajar rapi diatas meja diruangannya.
Tumben banget kia meminta aku keruangannya dijam istirahat batin hana yang menaiki lift untuk membawa dirinya kelantai dimana ruangan kia berada.
Terlihat sekretaris kia yang tengah bersiap untuk pergi makan siang.
" Sin, tuan kia ada didalam ?" tanya hana pada sinta sekretaris kia yang juga temannya selama bergabung di CL entertaiment.
" Ada, masuklah ! kau ditunggu dari tadi, cepetan masuk! jika tidak aku gak bisa makan siang " ucap sinta dan dianggukkan hana yang pergi keruang kia.
Sintapun pergi dari mejanya setelah hana masuk keruangan kia.
Tok tok tok
" Masuk" ujar kia yang masih setia dengan dokumennya.
Hana pun masuk dan mendapati kia yang tengah sibuk bekerja.
" Maaf tuan, ada apa tuan memanggil saya " ucap hana yang membuat kia seketija mendongakkan wajahnya untuk menatap wajah hana.
" Kemarilah " titah kia yang dituruti hana yang melangkah sedikit mendekati kia.
"Ada apa?" tanya hana yang dengan ragu mendekati kia yang sedang duduk dikursi kebesarannya.
" Aku minta kau kemari bukan disitu " pinta kia pada hana untuk lebih dekat dan hana sekarang berdiri tepat dihadapan kia, dengan satu gerakan pelan kia membawa tubuh hana diatas pangkuannya.
" Aaaahh.. tuan turunin aku, malu jika ada yang lihat " protes hana yang mencoba melepaskan diri dari pangkuan kia tapi bukan kia jika tidak memeluk tubuh ramping hana erat.
" Gak ada yang lihat, aku hanya merindukanmu " ucap kia yang menyandarkan kepalanya dicuruk leher mulus hana dan menghirup aroma tubuh hana.
__ADS_1
" Tumben banget kau merindukanku biasanya suka ngajakin berantem " ujar hana yang mengelus kepala kia yang sekarang sudah berubah posisi bersandar didada hana.
Nyaman batin kia.
Kia merasakan kenyamanan saat berada disisi hana ada rasa tenang dibenaknya, kua begitu jatuh hati pada sosok hana yang notabennya wanita pekerja keras dan cerdas serta friendly semenjak kenal dengannya selama bergabung diperusahaan keartisan milik clarissa, kia lebih dulu menyukai hana tapi kia menutupi rasa itu sampai pada akhirnya sang kakak angkat clarissa menjahili hana untuk mengakui jika sahabatnya punya rasa pada kia yang notabennya atasannya dan yang dikenal hana pria cuek dan dingin pada orang lain.
Kia yang terkenal begitu dingin pada orang lain pun dulu berlaku pada hana kerap sekali kia memandang hana dengan ekspresi dinginnya saat berpas-pasan.
Beruntungnya saat mengetahui jika hana juga menyukai dirinya juga, kia lebih dulu mengejar hati hana untuk memastikan perasaannya padanya dan rasa yang kia miliki untuk hanapun terbalas dengan mulus tanpa hambatan .
" Kapan aku ngajakin kau berantem? yang bener aja kau sayang " tutur kia yang memeluk hana bak anak kecil.
" Dulu apa kau lupa jika setiap bertemu kau selalu saja bikin aku kesel " ucap hana yang terkekeh jika mengingat dirinya yang selalu ribut.
" Tapi nyatanya kau menyukaiku ,bukan " ujar kia yang mendongakkan kepalanya menatap wajah cantik wanitanya.
" Entahlah kenapa aku bisa suka sama kamu " tutur hana yanh tersenyum kearah kia dan membuat kia gemas lalu mengecup singkat bibir hana.
Ciuman yang membuat hana merasakan sensasi berbeda pada tubuhnya karena kali ini satu tangan kia mulai menyentuh benda kenyal yang masih tertutup rapat baju kemeja hana dengan sedikit remasan menjadikan tubuh hana seperti tersengat listrik yang diakibatkan oleh permainan kia.
Semakin dalam ciuman itu dan semakin liar tangan kia yang kini sudah membuka kancing kemeja hana dan meremas kembali benda kenyal tersebut yang terbungkus bra berwarna hitam, kiapun menyusup masuk sampai tangannya benar-benar menyentuh kulit hana dan terasa hangat serta bikin nagih pikir kia yang tanpa pikir panjang kia meremas lembut dan memilin p****g hana sungguh hana gagal fokus untuk membalas ciuman kia yang mana kia memilih melepas ciumannya dan menatap penuh hasrat pada hana yang tengah mengambil napas.
Gila kia pengin gue mati apa, astaga kia benar-benar mesum sampai dadaku terekspos gini batin hana yang melihat bagian dadanya terekspos didepan kia.
" Boleh aku menyusu? " tanya kia yang menahan hasratnya.
" Hah ! " pekik hana terkejut tapi dianggukkan oleh hana, yah saat ini hana menginginkan lebih dari kia walau sejujurnya malu tapi tak bisa dipungkiri oleh hana jika tubuhnya merespon baik setiap sentuhan kia .
Tak menunggu lama kia pun menyusu seperti seorang bayi dan tangan nakalnya terus bermain dibenda kenyal milik hana satunya secara bergantian dan membuat hana harus keceplosan mengeluarkan suara desahnya untung saja ruangan kia kedap suara dan kia sudah menguncinya secara otomatis dengab remote kontrol sejak hana masuk keruangannya.
__ADS_1
Terasa cukup kia dan hana mengakhiri kegiatan dewasa tersebut tanpa menjebol gawang hana karena kia sadar posisi saat ini masih dikantornya.
" Makasih sayang " ucap kia sambil merapikan dan mengancingkan kembali pakaian yang dikenakan hana.
Hana menjawab dengan anggukkan kepala karena malu jika mengingat beberapa menit lalu tubuhnya sangat menyukai sentuhan kia.
" Ini semua milikku dan aku sangat mencintaimu jangan pernah pergi dariku, berjanjilah " ujar kia mengecup keningnya setelah selesai merapikan pakaian hana.
" Aku juga mencintaimu dan mana mungkin aku pergi darimu, aku laper " ucap hana dengan suara dibuat manja.
Cup
Satu kecupan lagi mendarat dibibir mungil hana dari kia.
" Baiklah, ayo kita makan siang bersama " ujar kia dan hana pun turun dari pangkuan kia lalu merapikan kembali pakaiannya .
Merekapun keluar bersama dan tampak senyuman tipis dibibir kia yang saat ini sangat bahagia bisa mendapati cinta hana sahabat terbaik clarissa sang kakak angkat yang sejujurnya mereka seumuran hanya saja clarissa meminta kia dan yang lainnya dibawah asuhannya untuk memanggil dirinya kakak.
Hana yang melihat kia sedari tadi tersenyum padahal tidak ada yang lucu membuat hana mengerutkan keningnya bingung.
" Apa ada yang lucu ? " tanya hana heran dengan tingkah kia saat ini.
" Tidak ada " ucap kia yang memeluk pinggang hana dalam lift.
" Lalu kenapa tersenyum " ujar hana.
" Siapa yang tersenyum, aku tidak tersenyum mata kau perlu dibawa kedokter sayang " ucap kia yang membuat hana memutar bola matanya malas untuk berdebat dengan kia saat ini.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Jan lupa like, vote, dan koment , TERIMA KASIH 🙏🙏🙏🙏