TERJEBAK DI CINTA SEGI EMPAT

TERJEBAK DI CINTA SEGI EMPAT
Hanya Milikku


__ADS_3

Hanya dengan memeluk tubuh gadis yang selama ini memendam cintanya kepada dirinya, marchel merasakan kehangatan dan kenyamanan dalam hatinya saat ini.


" Aku sayang kamu, clarissa " bisik marchel yang masih enggan melepas pelukkannya.


Clarissa kali ini sedang berpikir keras tentang pria yang sedang memeluknya saat ini.


" Apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi " titahnya sedangkan clarissa masih tetap tak bergeming bahkan tak bisa berkata-kata lagi karena ini sangat membuat jantungnya berdetak sangat kencang dan bergemuruh kebahagian dihatinya.


Gue yakin ini orang sakit atau habis kejedot batin clarissa yang masih gak percaya marchel mengatakan sayang pada dirinya.


" Jika kamu diam saja aku akan menciummu, hmm " goda marchel mengerlingkan matanya.


" Dasarr pria aneh, apa kepalamu kebentur tembok waktu kesini hah , tidak ada angin dan hujan kamu bilang sayang ke aku.,wahhhh efek ditolak vanya kali yahh " ujar clarissa yang membuat marchel membelalakkan matanya sungguh terkejut jika clarissa tahu jika dirinya pernah menyatakan perasaannya pada vanya.


" Ka..kamu tau " lirih marchel melepas pelukannya dan menatap clarissa.


" Bahkan aku mendengar semuanya " ucap clarissa dan turun dari pangkuan marchel menuju dapur.


Marchel diam mematung terkejut tak percaya jika clarissa melihatnya bahkan mendengarkan semua yang dirinya katakan pada vanya.


Clarissa yang melihat marchel terdiam hanya menggelengkan kepalanya entah apa yang sedang marchel pikiran saat ini sehingga terlihat seperti patung diam tak berkata


sepatah katapun.


TING TING TING


Suara gelas yang dipukul dengan sendok oleh clarissa yang berharap pria yang sedang duduk disofa didepannya bisa tersadar dari lamunannya.


" HEI TUAN.. sampai kapan kamu akan melamun terus !!" ucap clarissa bernada tinggi alhasil marchel tersadar dari lamunannya dan menatap hangat gadis yang berdiri tidak jauh dari tempatnya dengan senyuman khasnya yang menggemaskan.


" Kamu mau minum apa? biar aku buatin " tanyanya yang menunjukkan gelas kearah marchel sebagai isyarat.


Marchel bukannya menjawab malah menhampiri clarissa yang sedang menyeduh teh lemon untuk dirinya.


" Kamu mendengar semuanya?" tanya marchel yang mendudukkan dirinya dikursi meja dapur.


" Kamu mau lemon tea " ucap clarissa yang menengguk minumannya.

__ADS_1


Seksi gumam marchel dalam hatinya.


" Apa yang kamu lihat " hardik clarissa yang menatap tajam marchel yang tersenyum sendirian menatap dirinya.


" Kamu "


" Aku "


Marchel mengangguk dengan senyuman diwajahnya.


" Sepertinya otakmu perlu diperiksa takut saraf otak mu konsleting " ucap clarissa menyodorkan segelas lemon tea untuk marchel.


" Makasih, kenapa kamu bisa mencintaiku dulu bahkan aku selalu acuh dan terang-terangan membencimu disaat para cowok mengejar-ngejarmu " ujar marchel memperhatikan bahkan sorot matanya begitu tajam menatap manik coklat milik clarissa mencari kebenaran jika dirinya masih dicintai oleh gadis didepannya.


" Apa mencintai seseorang membutuhkan sebuah alasan ?" tanya clarissa kembali yang menjadikan marchel tersenyum tipis mendengar pernyataan dari clarissa.


" Tidak, sehingga mulai saat ini aku pastikan kamu harus mencintaiku terus " titah marchel santai sambil menengguk lemon teanya.


HAh, clarissa membulatkan matanya tentang pernyataan marchel kepadanya yang mengharuskan dirinya untuk terus mencintainya.


" Mending kamu pulang , kamu seperti orang yang sedang mabuk sekarang " ujar clarissa yang bersikap santai yang sebenarnya sedang gugup dalam situasi sekarang ini.


Marchel sadar akan sikap dingin yang clarissa lakukan padanya itu semua semata-mata karena ulah dirinya dulu.


Apa karena andres , aku sudah tidak ada artinya dihatimu bahkan aku tak pantas mintamu untuk memberikan hati mu untukku batin marchel .


Sungguh sikap acuh clarissa padanya membuat hatinya begitu sesak bahkan terasa perih orang yang saat ini sudah menjadi candunya kini menghindarinya.


" Apa kamu mengusirku?" tanya marchel yang mengekor clarissa dari belakang.


" Bahkan aku tidak memintamu untuk masuk keapartemenku bagaimana kamu bilang aku mengusirmu " jawab clarissa yang berhenti dibalkon apartemennya.


Balkon apartemennya yang merupakan tempat favoritnya jika berada diapartemen miliknya.


" Apa karena andres kamu sudah tidak menyukaiku " ucap marchel yang kini kian tak tau diri meminta clarissa untuk tetap mencintai dirinya tanpa ada kejelasan yang pasti.


" Ku akui dulu memang aku sangat mencintaimu sampai aku rela menjadi assisten devan demi dekat denganmu tapi setelah aku tahu kamu mencintai vanya aku memilih untuk tidak mencintaimu terlalu sakit jika hanya aku yang mencintai " ujar clarissa menahan air matanya agar tidak jatuh didepan marchel.

__ADS_1


" Tapi saat ini aku menginginkan mu walau ini terdengar seperti aku tidak tau malu memohon kepada orang yang sudah aku sakiti hatinya " ucap marchel yang masih menatap clarissa.


" Kamu pria egois yang pernah aku temui, kamu meminta ku untuk mencintaimu lagi disaat hatiku sudah melepaskan rasa itu, maaf marchel aku tidak bisa aku lelah untuk terus berjuang mengejar cintamu yang tidak terbalas " titah clarissa yang sudah tidak kuat menahan sesak saat harus melawan hatinya yang kenyataannya masih mencintai marchel.


Dengan menarik nafas dalamnya clarissa membalas tatapan marchel yang sedari tadi menatap dirinya.


" Kamu harus tau kesabaran orang itu ada batasannya,.aku sudah nyaman dengan yang sekarang " sambungnya.


" KAU HANYA MILIKKU CLARISSA TIDAK ADA YANG BOLEH MEMILIKIMU ATAU MENYENTUHMU SELAIN AKU " teriak marchel setelah melihat clarissa meninggalkan dirinya dibalkon.


Langkah clarissa terhenti dan menoleh kearah marchel.


" Kamu egois marchel, kamu egois !" ucap clarissa yang kini menitikkan airmatanya tanpa bisa ditahannya dan itu membuat clarissa mengutuk dirinya kenapa harus menangis didepan pria egois macam marchel.


Marchel langsung berlari memeluk clarissa untuk menenangkan clarissa yang sesegukan karena tangisannya .


" Maaf, maaf dan maaf karena sudah menjadi pria egois yang sudah menyakitimu selama ini " lirih marchel yang masih memeluk clarissa.


Bukanya berhenti menangis semakin pecah tangisan clarissa saat ini begitu sakit teramat sakit jika dirinya harus melawan hatinya karena bagi clarissa sudah terlalu sakit jika harus mengikuti hatinya jika marchel sendiri belum jelas perasaannya padanya.


Maafkan gue marchel, gue butuh waktu untuk menerima ini semua hati gue masih terasa sakit dan takut jika sewaktu-waktu kau mengacuhkan gue lagi batin clarissa nelangsa 😭


Aku tau jika aku tak pantas lagi untuk kamu terus mencintaiku tapi saat ini aku sungguh-sungguh menginginkanmu , bahkan aku hampir gila mendengar kamu sudah melepaskan rasa itu batin marchel .


Clarissa mencoba menenangkan dirinya dan melepaskan pelukkan marchel secara perlahan.


" Aku tau kamu seperti ini karena vanya memilih joy daripada kamu, aku bukan pelabuhan tempat singgahmu dimana kamu membutuhkan pelampiasan mu, aku juga punya hati yang bisa saja hancur, kamu harus sadar marchel jika cinta tidak bisa dipaksakan sesuai keinginanmu " ujar clarissa sambil sambil menghapus airmatanya.


Marchel sungguh tidak bisa berkata apapun gadis yang didepannya sudah melepaskan rasanya tentang dirinya. miris sekali bukan disaat dirinya menginginkanya tapi malah ditolak.


" Maaf.. tapi aku tidak akan menyerah untuk menbuatmu mencintaiku lagi, dan tentang vanya aku hanya merasa nyaman yang aku kira itu cinta tapi aku salah aku tidak merasa sakit hati saat aku ditolaknya , aku lebih sakit hati jika kamu bersama pria lain selain aku, terdengar egois bukan diriku tapi ini yang aku rasakan saat ini padamu clarissa" ujar marchel yang entah kenapa tiba-tiba airmatanya menetes dipipinya dan dengan cepat marchel menghapusnya sebelum clarissa tahu jika dirinya menangis.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***Susahnya menyatukan dua insan ini bawa ke KUA aja kali yah ribet amat sihh 😄


TERIMA KASIH untuk sekedar mampir kesini tapi jangan lupa LIKE,VOTE,DAN KOMENT nya aku tungguh nih 😄😄😄🙏🙏***

__ADS_1


__ADS_2