
" Setan apa yang merasuki mu marchel, kenapa kau melakukan ini sama aku jika joy tau aku harus bagaimana " gerutu vanya sembari berjalan meninggalkan marchel yang sedang kacau.
Dengan langkah lebar vanya secepat mungkin sampai diruang latihan tak ingin berlarut-larut mikirin perasaan marchel padanya.
Sumpah demi apapun aku sangat membenci marchel yang bersikap seperti tadi batin vanya yang jelas terlihat kesal dan marah oleh sikap marchel.
Beda lagi dengan clarissa yang sedang kebingungan ingin pergi tapi marchel masih terlihat enggan pergi dari tempatnya.
" Kenapa gue harus terjebak diantara cinta mereka dan kenapa gue yang terkesan paling menyedihkan " lirih clarissa berusaha menenangkan dirinya dan menghapus sisa air mata yang dipipinya.
" Apa gue berakting saja sok cuek dan masa bodoh marchel disitu, arrgg... napa gue seperti orang bodoh saja gara-gara mereka, mana kacamata hitam gue gak mungkinkan marchel melihat mata sembab gue " ucap clarissa sembari mencari kacamata hitamnya didalam tasnya.
Marchel masih enggan beranjak dari tempatnya dan menatap pemandangan kota siang itu dengan tatapan bersalah pada vanya dan joy.
" Bodoh sekali kau marchel mengharapkan yang bukan milikmu, apa vanya akan membenciku " gumam marchel pada dirinya.
Marchel semakin merasa bersalah pada vanya karena sudah mencium paksa bibir vanya dan memaksa perasaannya pada vanya.
Aku harus minta maaf ke vanya , aku gak mau vanya membenciku batin marchel.
" Ini dia,, " ucap clarissa saat menemukan kacamata yang dimaksud dan memakainya.
" Let's go.. " ucap clarissa berjalan santai seperti tidak pernah terjadi apa-apa dan pura-pura tidak menghiraukan keberadaan marchel.
Clarissa berjalan dengan sikap cueknya dan menjauhkan perasaannya yang tadi membuat dirinya terlihat miris sekali karena harus menahan tangis saat orang yang dicintainya mencintai orang lain.
Kau pintar sekali clarissa baru tadi kau menangis sekarang kau tersenyum seperti tidak ada yang terjadi wahh.. kau harus diberi penghargaan sebagai artis yang pintar beracting hahahaha batin clarissa yang menertawakan dirinya sendiri.
Saat hampir mendekati posisi machel berdiri yang membelakangi clarissa menarik nafasnya dan membuangnya perlahan.
Kau bisa clarissa, semangat gumam clarissa dalam hari untuk menyemangati dirinya yang sebenarnya sedang dirundung kesedihan yang teramat dalam sakitnya.
Marchel yang mendengar langkah kaki pun menoleh kearah belakang dan melihat clarissa yang berjalan kearahnya, sontak marchel terlihat gusar takut clarissa melihat sikapnya pada vanya.
__ADS_1
" Kau ! " ucap marchel yang membulatkan matanya saat melihat clarissa berada didepannya.
" Kenapa responmu terkejut seperti itu, memangnya aku salah apa " ucap clarissa yang datar .
" Sejak kapan kau disini ?" tanya marchel yang jelas terlihat gusar karena kehadiran clarissa ditempat itu.
Apa clarissa melihatku dengan vanya batin marchel.
" Pertanyaan macam apa itu marchel jika kau ingin tau sejak kapan aku disini ? aku disini sudah satu jam yang lalu, puas kau ! " ujar clarissa yang melanjutkan langkahnya melewati marchel yang masih mematung dengan banyak pertanyaan dipikirannya.
" Tunggu ! " teriak marchel yang seketika membuat clarissa berhenti dari langkahnya dan menoleh kepada pria yang memanggilnya.
" Ada apalagi ! apa kau mau bertanya kenapa aku disini marchel, itu bukan urusanmu dan satu lagi bukannya ini jam kalian latihan kenapa kau masih disini " ucap clarussa membuat marchel tak bisa mengeluarkan kata-kata karena jika dirinya terus bertanya pada clarissa itu kan membuat clarissa menjadi penasaran apa yang sebenarnya terjadi.
" Apa kau akan tetap diam saja dan tidak pergi latihan " ucap clarissa yang berlalu meninggalkan marchel.
Clarissapun berjalan menuju lift dan saat pintu lift hendak menutup tiba-tiba tangan marchel menahannya dan pria yang dicintai clarissa yang tak lain itu marchel ikut masuk dalam lift.
" Bukannya ini jam aku latihan jadi aku akan pergi keruang latihan " ujar marchel datar dan sesekali melirik clarissa untuk melihat respon dari gadis yang disampingnya yang sering membuat hatinya merasakan sakit jika ada pria lain disisinya.
Tapi orang yang ditunggu responnya hanya ber'O' ria tanpa ekspresi.
Bukan respon seperti itu dan kenapa aku kecewa batin marchel.
" Ehemm " marchel berdehem untuk memecahkan keheningan tapi tidak direspon oleh clarissa yang sedang asik mengotak atik ponselnya.
Marchelpun merasa kecewa oleh sikap cuek clarissa padanya saat ini dan marchel menyadari perubahan sikap clarissa setelah kejadian saat bandnya tampil disalah satu acara yang saat itu dirinya memaksa mencium bibir gadis yang sering membuat hatinya kesal dengan kedekatan clarissa dengan pria lain.
" Apa kau sedang sibuk karena kau dari tadi terlihat sibuk dengan ponsel mu " tanya marchel canggung tapi hatinya penasaran dengan apa yang sedang dilakukan clarissa.
" Bukan urusanmu " jawab clarissa menatap marchel yang sedari tadi menatap dirinya.
" Aku hanya ingin minta maaf atas sikap ku saat dipuncak waktu itu " ucap marchel dengan tatapan bersalah pada clarissa.
__ADS_1
" Sudahlah marchel aku tidak ingin membahas itu dan aku harap kau punya komitmen untuk perasaanmu " ujar clarissa keluar dari lift saat pintu lift terbuka diikuti marchel dibelakangnya.
Dari arah loby hana dan pedro sahabat clarissa dari negara N melihat clarissa keluar dari lift dan berjalan kearah loby membuat pedro terlihat senang bisa bertemu sahabatnya yang sekaligus cinta pertamanya.
" Clarissa ! " teriak pedro yang mengejutkan hana apa lagi clarissa yang tiba-tiba ada yang memanggil namanya dan melihat pria yang melambai kearahnya.
Clarissa pun menatap pria yang bersama hana tetapi berbeda dengan marchel yang menatap tidak suka kearah pria yang memanggil clarissa.
" Kau lupa dengan ku, baby " ucap pedro yang langsung memeluk clarissa tanpa permisi.
Clarissa bukannya lupa cuma terkejut melihat penampilan rapi pedro saat ini.
" Mana mungkin aku lupa dengan pria tak punya malu macam kau " ucap clarissa yang membiarkan pria yang sudah seperti sahabatnya memeluknya karena sudah lama dirinya tidak bertemu.
Pedro pun melepaskan pelukannya dan menatap tajam clarissa yang selalu menyebutnya pria tak tau malu .
Hana hanya tersenyum saat kedua sahabatnya saling ejek karena itu sudah biasa terjadi jika keduanya bertemu.
" Hana, apa otak dia masih tetap gesrek seperti dulu " tanya pedro yang menatap hana meminta penjelasan tapi hana hanya mengangkat bahunya sebagai tanda tidak tau.
" Kau itu hana selalu membela clarissa " ujar pedro yang menunjukkan raut wajah kesal.
" Kau gak usah kesal begitu tidak pantas dengan wajah gahar mu itu, sekarang katakan apa yang kau lakukan disini dan kenapa kalian berdua ketemuan tidak mengajakku " ucap clarissa yang membuat pedro menghela nafas dengan ejekan gadis didepannya.
Marchel yang tidak jauh dari tempat clarissa berdiri terlihat jelas serpihan rasa cemburu dihati marchel yang tidak disadari karena clarissa nampak bahagia dan membiarkan pria bule itu memeluknya bahkan mengecup pipinya.
ππππππ
***SELAMAT HATI NATAL ππππ π Bagi yang merayakannya dan SELAMAT MENJELANG TAHUN BARU 2021 πππ doa umay moga- moga ditaun depan kita semua bisa menjalani aktivitas normal lagi seperti dulu lagi
π·Terima kasih yang sudah nyempetin mampir kecerita umay πππ Jangan lupa like,vote,and komentar nya πππ
κ°μ¬ν©λλ€ β€ μ¬λν€μ***
__ADS_1