
Karena sudah puas melepas rindu dengan hana dan marthin kini clarissa memilih berdiam dikamarnya dimansion d'Dream.
Semua anggota d'Dream sibuk dengan urusan pribadi.
Karena rasa haus clarissa berniat keluar kamar menuju dapur. Tapi clarissa melihat marchel dan vanya bercengkrama didekat kolam tak jauh dari dapur.
Kenapa vanya bersama marchel dimana joy gumam clarissa .
Terlihat jelas tatapan marchel yang diberikan untuk vanya begitu tulus membuat sesak didada clarissa saat dirinya ingin lepas dari cinta marchel tapi hati dan logikanya tak pernah sama.
Clarissa yang sedang mengambil air minumnya langsung menoleh saat ada yang memanggil namanya.
" Sa,, " ucap lelaki dengan tatapan hangat kalo bukan joy pria tampan dan berkulit putih dengan hidung macung serta tubuh atletisnya siapa wanita yang tak akan memperebutkan dirinya.
" Astaga,! ada apa joy "teriak clarissa pelan melihat joy yang berdiri dibelakangnya.
" Dari tadi aku panggil kamu diam aja, liatin apaan sih " tanya joy yang merebut botol mineral milik clarissa.
" Joy itu miliku ! " teriak clarissa saat joy sedang menengguk minuman miliknya.
Glekkk
Joy tak menghiraukan ucapan clarissa toh bagi joy sudah biasa mengambil minuman atau makanan milik sahabatnya.
" Terus kenapa? " tanya joy yang memberikan kembali botol air mineral ke tangan clarissa.
" Kan dikulkas banyak kenapa kamu meminum punya ku " keluh clarissa.
" Sama aja, gak usah cemberut gitu muka " ucap joy yang langsung mendapatkan pukulan dilengan nya.
" Sakit sa " pekik joy yang ikut duduk bersama clarissa di meja makan.
" Badan gede baru dipukul gitu aja udah sakit.. " ujar clarissa yang masih menatap marchel dan vanya yang asyik bercanda ria.
" Kenapa lagi, kamu liatin mereka? " tanya joy yang ikut menatap vanya dan marchel.
" Tenang saja vanya hanya akan nikah dengan aku, he he he " ucap joy santai.
" Pede sekali kamu joy, jika vanya nolak dan milih marchel terus bagaimana " ujar clarissa.
" Aku nikahin kamu lah , pusing amat " ucap joy menatap arah vanya dan marchel yang diikuti tatapan clarissa.
" Aku gak mau nikah sama kamu " ucap clarissa yang langsung mendapat hukuman gelitikan dari joy yang membuatnya berjalan mundur dengan tak bisa menahan tawanya.
" Geli joy..hentikan ha ha ha " sambung clarissa menahan rasa geli dipinggang karena ulah joy.
"Aku gak akan melepaskan mu jika kamu menolak ku " ujar joy terbahak yang terus menggelitiki pinggang clarissa.
" Aku gak mau dibully fans kamu, itu mengerikan " ujar clarissa yang terus menahan tangan joy yang terus menggelitikinya.
Candaan yang dilakukan joy dan clarissa membuat vanya dan marchel menoleh keara joy dan clarissa yang menampilkan clarissa sedang berusaha membalas ulah joy. Tawa canda mereka berdua membuat marchel kesal entah apa yang ada dibenak marchel jika melihat clarissa bersama pria lain.
" Hentikan joy ini aku geli " ucap clarissa memohon dengan wajah puppy eyes nya.
__ADS_1
" Setelah kamu bilang setuju mau menikah dengan ku " ucap joy yang juga mendapat gelitikan dari clarissa.
" Ha ha ha aku gak akan menikah dengan mu aku mencintai orang lain " ucap clarissa terkekeh melihat joy mengeliat geli saat perut sixpacknya clarissa gelitiki.
" Untuk apa kamu mencintai pria yang selalu membuat mu terluka, apa aku perlu memukul kepalanya biar pria itu sadar sudah mengabaikan kamu sa " ujar panjang joy yang sekejap berhenti saat menangkap vanya dan marchel berdiri menatap dirinya bersama clarissa.
" Hai, kalian udah lama disitu " ucap clarissa yang langsung melepaskan tangannya dari pinggang joy.
" Apa yang kalian lakukan sampai sesenang itu " tanya vanya yang berjalan menuju sofa ruang keluarga.
" Aku sedang bercanda dengan clarissa "ucap joy datar.
" Vanya kamu jangan sampai nolak jika joy melamar mu yah.. " ujar clarissa menggeryitkan matanya ke joy.
" Kenapa sa " tanya vanya menghampiri clarissa yang berdiri disamping joy.
" Jika kamu menolak joy akan menikahi aku.. oh tidakkk! " ucap clarissa berjalan cepat menghindari joy.
" Ha ha ha kirain ada apa sa, sekarang pun aku siap " pungkas vanya terkekeh mendengar ucapan clarissa.
" Kapan kamu akan melamar ku" sambung vanya menatap joy.
" Sekarang pun bisa jika kamu sudah tak sabar " ucap joy memcubit hidung vanya.
Marchel menatap datar mendengarkan tiga orang sahabatnya sedang berbincang.
"Ayo katakan siapa pria bodoh yang tak peka dengan ketulusan mu seperti janjiku akan ku pukul kepala dia biar amnesia sekalian hahaha " ucap joy penuh tekanan tepat disampinh marchel sehingga membuat marchel menatap tajam joy, joy pun tak kalah tajam menatap marchel.
" Jika kamu bisa joy ha ha ha " ucap clarissa berlari saat joy mendekati dirinya.
" Vanya tolong aku, hentikan joy " teriak clarissa yang berlari bersembunyi dibelakang tubuh vanya.
" Joy jangan lagi itu menggelikannnn! " denggus clarissa yang sekarang malah bersembunyi di badan marchel.
" Kamu gak akan lolos dari ku sa " teriak joy yang kemudian ditahan vanya.
" Udah joy ,clarissa sudah ketakutan hm " ucap vanya yang memegang lengan joy.
Joy pun berhenti dan tersenyum kearah vanya.
" Selamat " ucap clarissa yang belum sadar masih bersembunyi dibalik badan marchel.
Joy dan vanya meninggalkan clarissa yang masih bersembunyi dibalik badan marchel menuju gazebo.
" Sampaikan kamu akan bersembunyi dibelakang ku " tanya marchel datar.
Astaga gue gak sadar batin clarissa.
" Ck lagian siapa yang mau lama bersembunyi dikamu " elak clarissa keluar dari tempat persembunyiannya.
" Dasar aneh " ucap marchel datar.
" Lu tuh yang aneh, dasar gak peka " denggus kesal clarissa.
__ADS_1
" Apaa? gak peka siapa ? " tanya marchel yang menarik tangan clarissa yang hendak pergi.
" Aww,, " pekik clarissa yang kini menghadap tepat didepan marchel.
" Siapa yang gak peka? aku ? " tanya marchel kembali yang kini memangkas jarak antara clarissa dan dirinya.
" Bukan siapa-siapa " ucap clarissa berusaha menyembunyikan rasa gugupnya.
Lu yang yang gak peka marchel, lu gak liat seberapa gugupnya gue didekat lu tiap hari hah..gumam batin clarissa.
" Apa kamu ingin main-main dengan ku clarissa" bisik marchel penuh penekanan.
" Ck apa aku sedang bermain-main dengan mu marchel " bisik clarissa yang menatap tajam marchel.
" Lepaskan aku! " ucap clarissa berusaha melepas genggaman marchel.
" Aku tak akan melepaskan mu " pungkas marchel dengan senyum sinis.
" Kamu sedang cemburu marchel?" bisik clarissa yang kini membuat tatapan dingin yang mencekam.
Kali ini marchel ingin berada bersama clarissa, ingin rasanya marchel bisa seperti para sahabatnya yang bergitu dekat dengan clarissa. Entah perasaan cemburu atau rasa iri terhadap para sahabatnya yang selalu bisa memcuri perhatian clarissa.
" Aku cemburu, ha ha ha " ucap marchel terbahak sinis mendengar ucapan konyol clarissa.
" Apa kamu ingin aku cemburu, dengan siapa ? " sambung marchel.
" Marthin " jawab clarissa.
Marchel seketika terdiam mendengar nama marthin yang akhir-akhir ini mengganggu pikirannya.
" Apa tebakan aku salah " ucap clarissa yang terus menatap marchel pujaannya.
Dengan ekspresi yang sudah berubah seperti ingin marah tapi marchel menahan rasa itu sehingga clarissa yang melihat perubahan raut wajah marchel pun tersenyum senang karena bisa membuat marchel cemburu.
" Aku gak peduli dan itu bukan urusan ku " ucap marchel kian mendekat.
" Tapi sayangnya mata mu lebih jujur dari hati mu " ucap clarissa tak mau kalah.
" Ada apa dengan mata ku " tanya marchel yang membuat clarissa memundurkan langkahnya hingga membentur tembok dan terkunci dengan tangan kekar marchel sehingga clarissa tak bisa melarikan diri.
" Kamu terlalu percaya diri marchel, kamu bahkan terlalu egois untuk mengakuinya." ujar clarissa dengan senyum tak kalah sinis dengan marchel.
" Bukannya itu diri mu yang masih menyukai ku " bisik marchel ditelinga clarissa yang lagi-lagi menbuat detak jantungnya semakin kencang.
" Itu dulu dan itu tidak untuk seka.. emm" ucap clarissa yang belum melanjutkan kalimatnya tapi sudah dibungkam oleh marchel dengan mendaratkan ciumannya dibibir clarissa.
Clarissa tak ingin membalas ciuman marchel tapi marchel menggigit bibir bawah clarissa yang membuat mulut clarissa terbuka tak percaya apa yang dilakukan marchel saat ini pada dirinya. Perasaan senang tapi rasa kecewa lebih mendominasi dihatinya.
Marchel terhanyut oleh permainannya sendiri dan clarissa menatap tajam marchel.
*****
***LIKE , COMENT , AND VOTE UNTUK DUKUNGANNYA
__ADS_1
mohon maaf jika masih ada typo teks 😀🙏🙏🙏
🍁 THANK YOU 🍁***