
Tok tok tok
Clarissa seperti biasa setiap pagi membangun andres sang kakaknya tapi kali ini clarissa hanya didepan pintu mengetuk pintu begitu keras bahkan teriakkannya begitu nyaring dan terdengar sepenjuru mansion nugroho.
Yah, clarissa selalu membuat andres merasa kesal jika clarissa kembali ke mansion karena suaranya saat membangunkan dirinya.
" Kakkk bangun..! kakak ayo bangun udah pagi.. lu tidur seperti kebo saja, Andres nugroho bangunnnnn !.. lu gak malu sama ayam yang udah bangun dari subuh, Hah ! " teriak clarissa sambil terus mengetuk pintu kamar andres dan kedua orang tuanya hanya menggelengkan kepalanya ketika putrinya yang sudah menikah masih mengganggu sang kakak.
Andres yang merasa terganggun karena suara keras ketukan pintu kamarnya merasa geram pada clarissa yang selalu mengacaukan tidurnya.
" Kalo bukan adik gue udah gue lakban mulut merconnya itu " gerutu andres yang dengan malas bangkit dari tempat tidur menuju pintu kamarnya.
Sedangkan clarissa terus saja mengetuk pintu dengan keras dengan terus berteriak memanggil andress.
" Kak andress ayo bangunnn !.. gimana lu mau dapat jodoh kalo bangun siang mulu ! andresss bangunnn !!! " teriak clarissa terus memanggil andres.
Ceklekk
" Hei.. mulut mercon bisa nggak kalo bangunin orang gak pake teriak, lama-lama telinga gue budek gara-gara mulut mercon lu " denggus andres kesal sedangkan clarissa malah terkekeh melihat wajah kantuk andres yang kesal oleh dirinya.
" Sapa suruh dibangunin dari tadi gak bangun-bangun lu tidur apa mati, kak.. susah sekali dibanguninnya " ujar clarissa terkekeh sedangkan andres menatap tajam kearah adiknya yang suka melihat dirinya kesal.
" Lu nyumpahin gue mati " ucap andres dengan tatapan tajam pada clarissa.
" Ya enggaklah, kalo lu mati nanti siapa yang jadi kakak gue lagi dan siapa yang gue bangunin lagi dengan suara merduku ini, hehehe " ujar clarissa yang masih setia meladeni ucapan sang kakak.
" Suamimu lah, udah pergilah gue mau mandi, gue pusing jika saben pagi lu ada disini " ujar andres yang tanpa permisi langsung menutup pintu yang mana membuat clarissa mendumel kesal perilaku kakaknya yang meninggalkan dirinya didepan pintu kamarnya.
" Dasarrr kakak durjana bukannya terima kasih udah dibangunin malah ditinggal pergi saja, menyebalkan saja ! " gerutu clarissa sambil menghentak-hentakkan kakinya melangkah pergi meninggalkan kamar andres dan sang kakak andres tertawa geli mendengar ucapan clarissa yang kesal dibuat olehnya.
__ADS_1
" Punya satu adik macam mulut mercon satu lagi bisa-bisa penghuni mansion ini telinganya budek semua, astaga ! sudah menikah saja tidak berubah " gumam andres terkekeh pergi kekamar mandi .
Clarissa memilih pergi dari kamar andres yang dirasa tidak ada lagi lawan untuk berdebat dan lebih memilih pergi kekamarnya untuk membangunkan marchel sang suami karena hari ini pertama clarissa menjalani tugas menjadi sang istri dari bangun pagi, menyiapkan sarapan sampai pakaian yang akan dikenakan marchel.
Kedua orang clarissa meminta pada marchel untuk tinggal bersamanya walau sesungguhnya marchel sudah menyiapkan mansion yang sama mewah dan luasnya seperti milik keluarga clarissa, bagi marchel asal istrinya bahagia dan aman marchel mengikuti saja.
" Lebih baik gue bangunin marchel saja, hari ini dia ada schedule pembuatan iklan bersama adelia " gumam clarissa yang berjalan cepat menuju kamarnya.
Setibanya didepan kamarnya clarissa membuka pelan pintu kamarnya dan masuk mendekati ranjang tempat dimana marchel tertidur semalam tapi setelah sampai diranjangnya clarissa tak menemukan marchel.
" Kosong ?, dimana marchel ? , apa dia sudah bangun? " ucap clarissa mencari keberadaan marchel di setiap sudut kamarnya dan saat sampai didepan pintu kamarnya terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
" Marchel, apa kamu didalam? " tanya clarissa sambil mengetuk pintu kamar mandi dengan pelan.
" Marchel " panggil clarissa lagi.
Marchel yang mendengar suara clarissa memanggil namanya pun menjawab dengan suara sedikit keras.
" Kenapa malah menatapku seperti itu, apa kamu terpukau melihat tubuh indah suamimu, sayang " goda marchel sembari mencium sekilas bibir clarissa yang mana membuat clarissa sadar seketika.
Marchel terkekeh melihat wajah clarissa yang masih mengagumi bentuk tububnya sampai matanya terus melihat kearahnya.
Keciduk dah.. jika gue ngeliatin tubuh marchel tadi kenapa gue ampe bengong lagi gerutu clarissa dalam hati yang mana masih tak menghiraukan keberadaan marchel.
" Sampai kapan kamu diam disitu " seru marchel membuat clarissa tersenyum malu dan mendekati marchel.
" Apa bentuk tubuhku membuat kamu terpukau seperti tadi " goda marchel saat clarissa mengambil alih handuk yang digunakan marchel untuk mengeringkan rambutnya.
" Tidak, kamu percaya diri sekali kamu marchel " ucap clarissa yang dengan hati-hati mengeringkan rambut marchel.
__ADS_1
" Oh ya.. " ucap marchel memeluk tubuh clarissa dan menyenderkan kepalanya diperut rata clarissa karena posisi marchel duduk dan clarissa berdiri didepan marchel.
" Iya, cepatlah pake baju bukannya hari ini kamu ada pembuatan iklan bersama adelia " ucap clarissa .
Hah, marchel menghembuskan nafas kasarnya karena dirinya tak ingin jauh dari clarissa saat ini.
" Baiklah, tapi kamu ikut denganku dan mungkin aku akan berhenti dari dunia hiburan" ujar marchel yang mendudukkan tubuh clarissa diatas pangkuannya.
Ucapan marchel yang akan berhenti dari dunia hiburan membuat clarissa terkejut sampai menatap marchel tanpa berkedip menurut clarissa dunia hiburan dan memiliki grupband adalah keinginannya sejak remaja dan dalam pikiran clarissa kenapa harus berhenti.
" Kenapa kamu ingin berhenti bukannya ini mimpimu dari remaja bisa menjadi seorang penyanyi hebat seperti sekarang bahkan kamu menginginkan grupmu terkenal dan sekarang bahkan semua orang mengenal grupmu " ujar clarissa yang masih tidak percaya jika marchel ingin mengakhiri karirnya.
" Iya aku tau, aku hanya ingin fokus mengurus perusahaan daddyku dan perusahaanku lalu bersamamu saja " ucap marchel yang menghirup aroma vanila dari tubuh sang istri.
" Kamu yakin ? bagaimana dengan fansmu ? " tanya clarissa yang mengamati wajah tampan marchel.
" Aku sudah memutuskannya jauh-jauh hari dan ini schedule terakhir aku menjadi seorang artis dan untuk d'Dream kami tidak bubar hanya saja kami sepakat untuk sendiri-sendiri lagipula kamu tahu jika yang lainpun sudah akan mengurus perusahaan mereka sendiri " ujar marchel .
" Jika itu sudah keputusanmu aku akan mendukung segala keputusanmu asal itu membuatmu nyaman dan bahagia " ucap clarissa membelai rambut marchel lembut.
" Terima kasih, sayang.. aku sungguh beruntung memiliki dirimu, i love you " ujar marchel lalu mencium bibir clarissa .
" I love you too " ucap clarissa setelah marchel melepas ciumannya.
Setelah marchel sudah berpakaian rapi, merekapun beranjak keluar dari kamarnya menuju meja makan yang mana orang tuanya dan andres sudah menunggu kedatangan marchel dan clarissa.
🍁🍁🍁🍁🍁
***Jan lupa like, vote, dan komentnya 👌👌
__ADS_1
TERIMA KASIH 🙏🙏🙏***