
Seperti biasa clarissa bangun pagi untuk menyiapkan sarapan terlebih clarissa mengingat marthin dan marchel menginap diapartemennya.
" Hoammm " clarissa beranjak bangun dan melangkah kekamar mandi untuk menbersihkan badannya.
Hanya butuh 30 menit clarissa sudah selesai mandi dan memakai pakaian rumahan dan berjalan menuruni anak tangga.
Sesampainya didapur clarissa mengambil bahan-bahan untuk membuat sandwich dan pancake, yah hari ini hanya itu yang ingin clarissa makan buat sarapan.
" Mungkin sandwich dan pancake yang lebih mudah " pikir clarissa yang mulai meracik bahan-bahan pancake dan sandwich.
Dengan cekatan clarissa membuat menu sarapan pagi ini.
Saat sedang menata menu sarapan dimeja tiba- tiba ada suara dengan khas bangun tidur dari seorang pria yang dikenal bukan lain marchel yang sudah berduduk dikursi.
" Apa ini semua kamu yang membuatnya " tanya marchel yang melihat sandwich dan pancake dimeja makan.
" Tentu aku yang buat memang siapa lagi " jawab clarissa ketus.
" Apa kau mau aku buatkan kopi " sambung clarissa yang melangkah ke mesin pembuat kopi.
" Aku mau cappucino " jawab marchel yang tak mengedipkan mata memandang clarissa yang hanya memakai kaos putih dan celana pendek diatas lutut.
" Baiklah " ucap clarissa yang sekarang fokus membuat kopi untuk marchel dan dirinya.
Tak butuh waktu lama kopi untuk marchek dan dirinya pun selesau diseduh.
" Ini kopi kamu " ucap clarissa meletakan cangkir yang berisi cappucino didepan marchel.
Setelah memberikan secangkir kopi ke marchel clarissa pun menarik kursi didepan marchel dan mendudukkan tubuhnya.
" Setelah sarapan kamu bisa pulang dan bawa saja mobilku karena hari ini aku libur dan ingin tinggal disini lebih lama lagi " ujar clarissa sembari menyeruput kopi miliknya.
" Apa kamu ingin berdua dengan marthin " ucap marchel datar dan membuat clarissa tersedak oleh ucapan marchel .
" Uhuhkk uhuhhkk " ucap clarissa terkejut.
" Apa maksud dari ucapan mu marchel " sambung clarissa yang menatap tajam marchel.
Marchel hanya menatap lekat clarissa tanpa menjawab ucapan clarissa barusan kali ini marchel ingin clarissa memberitahui hubungannya dengan marthin.
Apa marchel berpikir aku dan marthin pacaran gumam batin clarissa.
" Huhh, marthin juga akan berangkat kerja " ucap clarissa yang mengangkat panggilan dari assisten marthin.
" Ini lihat baru diomong assistennya mencari dia " ujar clarissa menunjukan ponselnya yang terlihat nama pemanggil.
Clarissa pun mengangkat panggilan dari mince.
" Clarissaaaaaaaaaa " teriak mince menggema ditelinga clarissa.
__ADS_1
" Astaga mince gak usah teriak napa, sakit telinga aku " dengus clarissa menjauhkan ponselnya dari telinga.
" Apa marthin bersama mu " tanya mince menurunkan nada suaranya.
" Iya, dia menginap diapartemen hana " jawab clarissa.
" Ok, di kawasan aparteman horison CL kan "
" Hmmm , iya "
" Tolong bangunin dia, aku sekarang meluncur kesana, ok cantik " tuttt tuttt
Ta mpak menjawab ucapan mince, clarissa memutuskan sambungan telepon.
Setelah mengakhiri telepon dengan mince, clarissa bangkit dan melangkah pergi ke kamar tamu untuk membangunkan marthin.
" Kamu sarapan dulu aja chel, aku mau memastikan marhin sudah bangun " ucap clarissa berjalan menuju kamar tamu.
" Biar aku saja, kamu duduk lah " ujar marchel yang menghentikan langkah kaki clarissa.
" Sudahlah biar aku saja, kamu cepat lah habiskan sarapan mu terus pulang lah, lagian assisten marthin sedang menuju kesini " ucap clarissa melanjutkan berjalan kamar tempat dimana marrhin tertidur.
Marchel yang mendapat penolakan dari clarissa pun akhirnya menyantap sarapannya.
Ceklekkkk
" Marthin, apa kau sudah bangun " ucap clarissa mengendap-ngendap mencari keberadaan marthin.
" Astagaaa, marthin jam berapa inihhh, ayo bangunnnm !! " teriak clarissa disertai menarik selimut yang menutupi tubuh marthin.
Marthin hanya melakukan pergerakan menarik selimutnya dengan mata terpejam.
" Hahh,, ini orang ngebo banget kalo tidur gak berubah bayi besar ku " gumam claissa yang duduk dibibir ranjang.
Clarissa yang terpesona wajah menggemaskan marthin yang sedang tertidur pulas pun mulai jahil dengan menunjuk- nunjuk pipi marthin yang membuat marthin merasa terganggu dengan sentuhan dipipinya.
" Apa yang kamu lakukan " ucap marthin memegang tangan clarissa yang sontak mengejutkan clarissa .
Pelahan marthin membuka matanya dan mendapatkan clarissa yang duduk disampingnya dan tersenyum kearahnya.
" Cepat bangun marthin, bentar lagi assisten lu kesini " ujar clarissa yang menarik tangan marthin dan bukannya marthin terbangun malah dengan sengaja marthin menarik clarissa dan tubuh clarissa terjatuh diatas tubuh marthin dan marthin memeluknya.
" Awww " pekik clarissa yang memukul dada bidang marthin.
" Lepaskan marthin " sambung clarissa kesal yang tak henti memukul dada marthin.
" Sebentar saja kak, aku masih rindu kakak " rengek marthin yang mempererat pelukan.
Clarissa hanya menghembuskan nafasnya karena tak bisa menolak adik angkatnya yang sudah lama tak bersamanya.
__ADS_1
" Sudah marthin, cepat lah bangun " ujar clarissa yang mencubit dada bidang marthin yang membuatnya melepaskan pelukannya. Dan clarissa pun bangkit dari atas tubuh marthin.
" Awww sakit kak " ucap martin yang mengusap dadanya yang dicubit clarissa.
" Aku tunggu dimeja makan, cepat mandi atau gak aku kirim kau ke amerika lagi " ancam clarissa menjadikan marthin bangun dari ranjangnya dengan malas melangkah ke kamar mandi.
Marthin tak ingin kembali ke amerika karena jika dirinya kembali ke amerika itu tandanya dirinya tak bisa bertemu dengan clarissa lagi karena clarissa tak mungkin menemui dirinya disana.
" Menyebalkan " dengus kesal marthin.
Clarissa yang melihat wajah kekesalan marthin pun hanya terkekeh kecil dan keluar dari kamar yang dihuni marthin.
Keluar dari kamar tamu clarissa mendapati wajah dingin marchel dimeja makan yang sedang menyantap sarapannya.
" Kenapa menatap ku seperti itu " tanya clarissa datar.
Marchel tak menjawabnya.
" Kenapa pagi ini harus melihat dua pria yang berwajah dingin " gumam clarissa yang langsung mendapat respon dari marthin dari arah kamar.
" Maksud kamu aku sa " dengus marthin yang tiba-tiba sudah ada dibelakangnya.
Clarissa langsung menoleh kearah marthin dan tersenyum lebar ke marthi.
" Duduklah, aku buatkan pancake kesukaan mu, makan lah " ucap clarissa meminta marthin untuk duduk.
" Wahh, makasih memang kamu tidak ada duanya " ujar marthin yang langsung memotong pancakenya.
Marthin hanya memanggil kakak ke clarissa dan bersikap manja hanya didepan clarissa dan keluarga serta sahabatnya hana serta mince. walau sering memanggil kakak jika hanya berdua dengan clarissa.
Disaat ketiganya sedang sarapan tiba- tiba bel berbunyi dan clarissa bangkit untuk mengetahui siapa yang datang.Tanpa pikir panjang clarissa membukakan pintu dan mince pun menerobos masuk berteriak mencari marthin.
" Bos,, bos, kau dimana " teriak mince yang mencari sosok marthin.
" Marthin dimeja makan dan jangan berteriak telinga ku bisa sakit mendengar teriakanmu " ujar clarissa kesal.
" Makasih cantik " pungkas mince.
Clarissa pun menunjukkan marthin di meja makan.
"Hai tampan kau ada disini juga " sap mince yang melihat marchel.
" Hai bos, kenapa dari semalam telpon ku gak diangkat.
" Semalam aku tidur jadi aku tak memperdulikan .
π·Jangan lupa like, comen serta votenya
MOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN KATA DAN TYPO TEKS πππ
__ADS_1
π² THANK YUO π²***