TERJEBAK DI CINTA SEGI EMPAT

TERJEBAK DI CINTA SEGI EMPAT
2 milyar


__ADS_3

Clarissa yang sudah berada dikantor andres pun menanyakan ke sekretaris andres.


" Maaf apa tuan andres ada.." tanya clarissa yang mendapat tatapan heran dari sekretaris andres.


" Kalo boleh tau ada kepentingan apa anda menemui tuan andres.." ujar sekretaris Andres.


Clarissa pun menjelaskan maksud kedatangannya menemui kakaknya kepada sekretaris kakaknya. Tapi sekretaris kakaknya menjelaskan jika Andres sedang ada meeting bersama staffnya diruangannya.


Clarissa yang tak mempedulikan penjelasan sekretaris andres malah dengam cepat berjalan dan membuka ruang kerja Andres kakaknya tanpa ketukan dan disusul sekretaris andres yang terlihat ketakutan akan kemarahan Ceo nya.


"maaf tuan,sa.,,, " belum selesai melanjutkan ucapannya, Andres sudah memotongnya dan mengisyaratkan untuk keluar dengan mengibaskan tangan.


Semua orang yang berada didalam ruangan andres pun terkejut dengan kedatangan clarissa yang langsung menyelonong masuk tanpa permisi.


"Apa aku mengganggu meeting mu.." ucap clarissa yang menatap kakaknya yang sedang memimpin meeting.


"Apa kamu sudah selesai..?" tanya Andres yang hanya tersenyum melihat clarissa yang seolah membalas dendam kepadanya.


"sudah.." bisik clarissa ditelinga Andres yang membuat banyak pertanyaan orang-orang yang ada didepannya.


Clarissa pun berjalan menuju kursi kebesaran milik Andres lalu mendudukkan tubuhnya dengan santai.


Andres yang melihat tingkah laku clarissa hanya menebar senyum dan menggelengkan kepalanya yang menurut orang-orang berada diruang kerja andres hanya bisa saling menatap tak percaya jika Ceo nya bisa tersenyum hangat kepada perempuan yang baru datang dan mengganggu meeting.


Kecuali arga satu-satunya orang diantara orang yang berada diruangan itu yang tau hubungan kakak beradik yang sangat harmonis didepannya.


Gila.. tuan andres pun tidak marah saat perempuan itu menyelonong masuk keruanganya dan kali ini dia malah duduk dikursi miliknya..batin salah satu orang yang berada disana.


" udah jangan menatap ku seperti itu tuan.,kau lanjutkan saja meeting mu.. tapi jika meeting masih lama aku akan pergi.." ucap clarissa yang kini sibuk membolak balik isi dokumen dimeja kerja andres.


Andres mendengar ucapan clarissa hanya menggelengkan kepalanya. 15 menit aku selesai.. ucap Andres


Ayo lanjutkan.. ujar andres untuk melanjutkan meetingnya yang tertunda.


Mereka mendengar perintah bos nya pun memulai meetingnya lagi.


"Baik tu.." ucap Arga yang langsung dipotong.clarissa.


"15 menit itu terlama tuan.. waktu ku tidak banyak dilobby sudah ada yang menunggu saya.." ucap clarissa dengan senyum liciknya.


"Astaga.. kenapa kamu tak sabaran.." ujar andres yang mempercepat meetingnya.


" kamu yang meminta ku kesini bukan.. hisst.. malah aku disuruh nunggu.. kalo gitu kamu bayar aku 2 milyar karena waktu ku, bagaimana deal..?" ujar clarissa yang menatap punggung kakaknya dan orang-orang yang bersama kakaknya.

__ADS_1


" okay baik.. diam disitu dan jangan berbicara lagi aku akan selesaikan ini dulu.. " ucap andres yang memalingkan wajahnya ke clarissa yang tersenyum.


" Awas jika kamu tak menepati janji mu tuan..he he.." ujar clarissa terkekeh merasa sudah bisa mengerjain Andres kakaknya.


2 milyar dia bilang hanya waktu 15 menit dia gunakan untuk menunggu tuan andres.. uwahhhh.. memang sih dari penampilan dia seperti seorang model bahkan terlalu cantik.. gumam dihati seorang perempuan yang ikut meeting bersama andres.


Andres pun kembali ke meetingnya dengan sikap yang sudah berubah 180 derajat dengan aura dinginnya berbeds jika bersama clarissa tadi.


"Apa yang kalian lihat.." tegas andres yang menatap satu persatu staffnya yang memandangi clarissa yanh sedang sibuk dengan ponselnya.


"tidak tuan.. " ucap arga menundukkan kepalanya dan yang lainnya pun tak berani menatap andres memilik menundukkan kepalanya.


*****


Vanya,joy,dan marchel masih menunggu clarissa dicaffe yang berada dilobby.


" Berapa lama kita harus menunggu..?" tanya joy yang asyik menyedot ice coffee miliknya.


Tidak dengan marchel yang masih bingung dengan sesak didadanya.


"van.. jawab aku.." ucap joy kembali yang tak mendapat respon dari vanya.


" Mana aku tau, clarissa hanya bilang kita nunggu disini dulu dan schedule setelah ini kan kalian kosong.. santai dulu " ujar vanya yang sebenarnya enggan untuk berbicara dengan joy.


"Kamu mau kemana.." tanya marchel jika kali ini dia punya kesempatan untuk bersama vanya.


" Aku hanya minta kamu menemani ku ke taman belakang mansion, aku ingin memetik bunga ku yang disana,Boleh ?,," ujar vanya dengan memperlihatkan wajah imutnya.


Joy yang mengetahui kecemburuan vanya hanya bisa menghela nafas kasar dan tak mengatakan apa pun.


"Baik.." jawab marchel tersenyum pada vanya.


sabar joy.. jangan emosi.. batin joy.


"Kenapa kamu gak minta ditemani clarissa,, " ucap joy yang merasa jika dirinya sedang diabaikan vanya.


" Kasian hari ini clarissa banyak bekerja buat kalian, kalo pun clarissa mana mungkin kamu dan marchel bisa sejajar dengan model papan atas.." jelas vanya yang merasa kehadiran clarissa sangat bertampak baik untuk jenjang d'Dream dan semua anggotanya.


"Lagian kamu gak keberatan kan chel.. jika aku meminta kamu menemani mu.." tanya vanya


"Tidak, tapi tidak untuk joy.." jawab marchel yang mendapat tatapan tak suka dimata joy.


*****

__ADS_1


Andres pun dengan segera menyelesaikan meetingnya.dan akhirnya selesai lalu menoleh kearah clarissa menatap dengan intens apa yang sedang adiknya sibukkan.


Wajah yang selama meeting sangan dingin sedingin musim salju berubah hangat hanya menatap clarissa.


"Apa yang kamu lakukan, honey.." tanya andres yang bangkit dari duduknya mendekati clarissa.


Semua pun merasa heran perubahan sikap yang mereka lihat bahkan tak pernah mereka lihat sebelumnya kecuali arga yang merupakan sekretaris pribadinya dan orang kepercayaan Andres dan keluarganya.


"Aku.. aku hanya mengecek ini.," ujar clarissa yang bernada bosan menunggu andres menyelesaikan meetingnya.


para staff yang tadi ikut meeting pun berpamitan ke andres tapi andres hanya mengibaskan tangan.


"Apa kamu sudah mentransfer uangnya " tanya clarissa pada kakaknya Andres.


Andres yang sudah melakukan transaksi transferan uang yang diminta adiknya pun hanya menghela nafas kasarnya.


" Apa itu cukup.." ucap andres yang memberi dokumen tentang rencana pembangunan yayasan kesehatan pada clarissa.


"Cukup.. makasih kakak sayang" ujar clarissa setelah menerima pesan m-banking.


Clarissa pun menerima dokumen dari andres dan seketika senyum manis mengembang dibibirnya karena merasa bahagia karena rencana clarissa bersama kakaknya bentar lagi menjadi nyata.


" Apa ini bener.." tanya clarissa yang tak henti tersenyum pada kakaknya.


" Apa kamu sedang ?" tanya andres yang mengusap kepala adik kesayangannya.


"Tentu, karena aku punya kakak dan orang tua yang hebat.." ujar clarissa yang mendongakkan kepalanya menatap sang kakak.


" kakak meminta ku bukan hanya untuk ini bukan.." tanya clarissa .


" Kamu sudah bertemu marthin yang menjadi bayi besar mu dulu.." ucap Andres yang menarik clarissa menuju sofa.


Clarissa pun hanya mengikuti langkah kaki kakaknya yang duduk disofanya.


" Sudah , bahkan dia masih menjadi bayi besar kak, bahkan dia tadi meminta clarissa untuk menyuapib dia didepan orang lain.." ujar clarissa yang tak bisa membayangkan jika itu marchel yang meminta disuapin.


🌿🌿🌿🌿


***JANGAN LUPA LIKE, VOTE , AND KOMENTAR UNTUK WUJUD DUKUNGAN DARI KALIAN UNTUK NOVEL AKUH.


Mohon maaf jika masih ada kata yang kurang tepat. πŸ™πŸ™πŸ™


🌹 THANK YOU 🌹

__ADS_1


❀ κ°μ‚¬ν•©λ‹ˆλ‹€ ❀***


__ADS_2