
Kali ini marchel sangat agresif melu**t bibir yang menjadi candunya, dia tak memghiraukan sekitarnya karena pintu lift tertutup sedangkan clarissa mengimbangi permainan marchel.
" Mmhh " desah suara clarissa ingin melepaskan ciuman bersama marchel karena khwatir jika tiba-tiba pintu lift terbuka.
Clarissa pun akhirnya bisa mendorong tubuh marchel kedinding lift atas usahanya walau sebenarnya dia masih menginginkan lebih dari sentuhan marchel tapi clarissa sadar tempat.
Brakk
" Ka..kamu benar-benar " ucap clarissa dengan nafas terengah-engah akibat ulah marchel karena mencium dirinya begitu agresif sehingga seperti habid lari marathon yang dirasakan clarissa.
Marchel yang didorong oleh clarissa kedinding lift malah tersenyum melihat clarissa dengan nafas terengah-engah yang hendak marah pada dirinya.
" Kamu pake lipstik apa , sayang " tanya marchel dengan jempol jarinya mengucap ujung bibirnya sedangkan clarissa justru mengerutkan keningnya karena pertanyaan marchel tentang lipstiknya.
" Lipstik? kenapa dengan lipstik aku? " ucap clarissa yang langsung mencari benda yang mirip cermin ditas slempangnya, clarissa segera membuka bedaknya yang memiliki cermin diwadahnya lalu memperhatikan bibirnya yang tadi pagi dia pake kan lipstik sedangkan marchel malah terkekeh dengan perilaku kekasihnya yang dari akan marah padanya berubah panik karena pertanyaannya.
Dasarrr wanita cepet banget perubahaan mode moodnya gumam marchel dalam hati menggelengkan kepalanya.
" Aku pake lipstik biasa aku pake memang kenapa?" sambung clarissa yang menatap ke arah marchel yang sedari tadi menertawakan dirinya.
" Kamu menertawakan aku, marchel " ucapnya kembali sedangkan marchel kini sudah berada didekat clarissa kembali.
" Kamu tau jika bibirmu semakin manis dan itu menjadi candu buatku, sayang " bisik marchel ditelinga clarissa yang membuat clarissa geli karena clarissa bisa merasakan deru nafas marchel sangat dekat ditelinganya.
" Aku berkata jujur, sayang " sambung marchel yang kini membuat rona wajah cantik clarissa menjadi memerah karena tersipu malu atas ucapan marchel.
" Jangan bercanda marchel " ucap clarissa yang pura-pura bersikap biasa agar marchel tidak mengetahui kegugupannya saat ini.
" Aku gak bercanda, aku serius dan aku makin cinta kamu " ujar marchel yang sebenarnya sudah ingin mencubit pipi putih mulus milik clarissa yang kini berubah menjadi memerah karena ulahnya.
Udah gue yakin pipi gue kek apa merahnya , ya ampun ni pipi gak bisa diajak kerjasama agar jika baper gak ketahuan gitu gerutu clarissa dalam hatinya.
" Udah ihh.. aku malu tau " ucap clarissa sambil mengipas-ngipas wajahnya karena merasa panas karena malu.
" Hahaha.. kamu sangat lucu, sayang " marchel sambil mencubit lembut kedua pipi clarissa.
" Gemesin banget sih pacar aku pengin deh cium kamu lagi " ucap marchel kembali karena merasa gemas karena clarissa yang membuat clarissa mengerucutkan pipinya menerima perilaku marchel padanya.
" Aku bukan bayi jadi jangan bilang aku menggemaskan " protes clarissa setelah marchel melepaskan tangannya dari kedua pipinya.
__ADS_1
" Sapa bilang kamu bayi " ledek marchel terkekeh memperhatikan clarissa yang sedang kesal.
" Au ahh gelap " cicit clarissa tak menghiraukan marchel karena kesalnya.
" Disini terang gak gelap, yang " goda marchel kembali kali ini clarissa memilih diam.
Tinggg
Pintu lift pun terbuka dilantai dimana ruangan hana berada dan clarissa keluar dengan wajah kesalnya karena malu pada marchel.
Marchel yang memeluk pinggang clarissa dengan posesif sampai tak menghiraukan beberapa karyawan yang ada dilantai tersebut melihat marchel berjalan bersampingan dengan seorang wanita yang mereka ketahui wanita tersebut yang tak lain itu clarissa merupakan teman atasannya hana.
Dari mereka yang melihatnya begitu memujinya karena keserasian marchel dan clarissa yang memiliki wajah tampan dan cantik sungguh maha karya tuhan yang menciptakan sepasang kekasih yang sempurna dan membuay iri hati jomblo menjerit karena marchel yang memeluk pinggang clarissa erat.
" Apa kamu gak takut ada gosip tentang dirimu " ucap pelan clarissa tapi masih bisa terdengar oleh marchel.
" Untuk apa takut " ucapnya yang menoleh menatap clarissa sebentar.
" Karir kamu "
" Aku takut jika kamu pergi ninggalin aku jadi segeralah kamu kembali dari sana " ujarnya yang kini sudah berada dimana letak ruangan hana.
" Ada mbak diruanagannya, mbak clarissa masuk saja " ucapnya ramah pada clarissa dan marchel tapi marchel tak peduli karena dirinya malah asik menghirup aroma vanili tubuh clarissa yang akan tak lagi bisa diciumnya selama s3minggu kedepan.
Clarissa yang lagi-lagi dibuat malu oleh tinggah marchel memilih cepat pergi dari meja sekretaris hana.
" Terima kasih mbak " ucap clarissa lalu pergi dengan masih dipeluk oleh marchel hingga didepan pintu ruangan hana marchel melonggarkan pelukannya.
" Bisa dilepaskan dulu itu tangan dari pinggang aku " pinta clarissa berharap marchel untuk melepaskan tangannya dari pinggangnya.
" Tidak.. apa kamu ingin aku memeluk seperti ini lagi " ucap marchel yang mempererat pelukannya, clarissa hanya bisa memijat pelipisnya.
Tok tok tok
" Masuk " teriak hana pelan dari dalam ruangannya.
Clarissa dan marchel masuk dengan marchel yang tak ingin melepas clarissa.
" Hallo han " sapa clarissa yang menahan malu karena marchel.
__ADS_1
Hana tak segera menjawab sapaan clarissa saking teekejutnya melihat moment yang menurutnya langkah karena melihat kehadiran sahabatnya bersama marchel dan ditambah marchel yang memeluk pinggang clarissa erat.
" Gue gak salah liat kan.. apa maksud ini semua dan lu hutang penjelasan banyak ke gue " ucap hana yang masih terkejut.
" Iya, nanti gue cerita ama lu " ucap clarissa sambil mengajak marchel duduk disofa walau s3belum pemilik ruangan mempersilakannya karena kan ini perusahan clarissa yah jadi bebas donk gak usah minta ijin s3gala jika mau duduk 😊.
Hana pun bangkit dari kursinya dan menghampiri clarissa dan marchel yang menurutnya ini aneh karena marchel jelas terlihat tak ingin jauh dari clarissa.
" Hallo marchel, apa kabar " sapa hana yang kini sudah duduk disofa kosong.
" Aku baik " jawabnya.
" Pantes kemarin gak bisa dihubungin karena dia " ucap hana terkekeh.
" Udah diam dulu, gue mau tanya persiapan disana bagaimana sudah beres s3mua " tanya clarissa kini berubah serius menatap hana.
" Apa marchel udah tau lu.." belum melanjutkan kalimatnya clarissa sudah memotong kalimat hana.
" Udah tau, jadi bagaimana?" ucap clarissa yang merasa risih karena kini marchel malah memainkan rambutnya.
" Udah beres dan aku baru saja mengirim semuanya ke email lu " jawab hana yang memperhatikan tingkah marchel pada clarissa.
" Baiklah.. besok kita berangkat , Awas tu mulut jangan ember kalo gak mau gue kirim lu ke afrika " ucap clarissa yang lagi-lagi menghentikan tangan marchel yang memainkan rambutnya tapi marchel tak memperdulikannya.
" Ok,, gue gak bocor tapi semua orang pasti akan tau jika tingkahnya kalian begitu so sweet seperti itu " ucap hana bernada menggoda clarissa.
Marchel langsung menghentikan aktivitasnya sadar karena dirinya harus pergi latihan dan teman-temannya sudah menunggunya.
" Udah puas mainin rambut aku " ucap clarissa yang dibalas senyuman dari marchel.
" Maaf.. jangan marah lagi " ucapnya memegang kedua pipi clarissa dengan tangannya.
🍁🍁🍁🍁🍁
" ***Jika kau mencintainya tunjukanlah dengan perhatian padanya buat dia merasa bahagia bersamamu dan prioritaskan dia disela kesibukannya karena bagi seorang perempuan perhatian kecil dari seorang pria itu sangat membuat hatinya merasa senang karena merasa jika dirinya dicintai , jangan mengabaikan perhatian kecil dari pasanganmu OK "
LIKE, VOTE, DAN KOMENT JANGAN LUPA GUYS 🙏🙏UNTUK SEMANGATKU UNTUK JANGAN TAKUT UNTUK MENCINTAI KARENA DARI LUKA KAMU BISA BELAJAR JIKA TUHAN MU MENCIPTAKANMU UNTUK MENJADI KUAT BUKAN MALAH MENJADI LEMAH DIHADAPAN CIPTAAANNYA 🤗🤗***
TERIMA KASIH 😙
__ADS_1