TERJEBAK DI CINTA SEGI EMPAT

TERJEBAK DI CINTA SEGI EMPAT
49


__ADS_3

"Hisst.. kenapa gue harus ke agensi " gumam clarissa setelah mobilnya terparkir rapi di tempat parkir gedung CL entertaiment.


Entah apa yang membuat clarissa menuju perusahaan agensi keartisannya dirinya tak ada janji dengan hana maupun kia tetapi hatinya menuntun clarissa untuk pergi ke CL entertaiment.


" Gue paling gak suka suasana kantor, astaga! gue bos macam apa "gerutu clarissa yang tetap melangkahkan kakinya dengan malas masuk keperusahaan miliknya.


Melihat kedatangan bosnya kepala keamanan yang merupakan salah satu anak buahnya yang ditugaskan untuk menjaga keamanan CL entartaimaint pun menunduk hormat yah walau sebenarnya clarissa sudah memperingati untuk bersikap biasa saja pada dirinya.


" Selamat datang nona " ucap kepala keamanan menundukkan kepalanya.


" Paman aku sudah bilang jangan seperti itu " bisik clarissa yang memperingati orang kepercayaannya.


" Maaf nona saya belum terbiasa, apa nona mau saya antar ke ruang nona hana " ucapnya .


" Terima kasih paman, aku pergi sendiri saja dan tetap laporkan setiap ada gerakan mencurigakan disini "ucap clarissa dengan senyum hangatnya.


" Baik nona " ucap kepala keamanan.


" Tolong jaga mereka yang ada disini paman, aku pergi dulu " ucap clarissa yang melanjutkan jalannya menuju lift.


" Itu pasti nona " ucap kepala keamanan yang kembali keperkejaannya.

__ADS_1


Mending gue keatap gedung aja kali yang,gak mau ganggu hana kerja batin clarissa dan menekan tombol lift untuk membawanya keatap gedung dimana clarissa bisa melihat kesibukan kota disiang hari dari atas gedung megah miliknya.


Ting..



" Ahhh.. gue kangen tempat ini, gak salah gue ngedesain seperti ini " gumam clarissa yang menyukai ke indahan.


******


Devan dan anggota d'Dream serta vanya akhirnya sampai juga mobil yang ditumpangi mereka dirumah kedua d'Dream yang sudah membesarkan namanya.


Selain untuk latihan joy dan devan harus menemui kia mengenai kontrak iklan yang akan ditandatangani joy.


" Kau tenang saja aku akan bersama mereka " ujar vanya membuka pintu mobil dan keluar dari mobil diikuti joy dan yang lainnya.


" Baiklah kami pergi dulu " ucap devan.


" Aku pergi dulu nanti aku menyusul " ucap joy menepuk pundak rei.


" Kami juga akan pergi, ayo " ajak rei yang mulai berjalan dan diikuti leo,marchel dan vanya.

__ADS_1


Joy dan devan pergi dengan tempat tujuan utamanya sebelum bergabung dengan para sahabatnya.


" Apa kau bisa ikut aku sebentar " bisik marchel yang kepada vanya yang tak ingin kedua sahabatnya mendengar.


Vanya langsung berhenti dan menatap lekat marchel.


" Kau mau ajak aku kemana " ucap pelan vanya.


" Aku hanya ingin mengatakan sesuatu " ucap marchel datar.


" Rei dan kau leo pergilah dulu keruang latihab aku dan marchel akan menyusul " perintah vanya pada rei dan leo.


" Baiklah tapi jangan lama " ucap leo yang kembali melanjutkan jalannya.


" Kau bilang ada yang ingin kau katakan cepat katakan !" ucap vanya.


" Jangan disini, ikut aku " ucap marchel yang menarik tangan vanya dan membawanya menuju lift.


" Awww.. sakit " pekik vanya yang merasakan sakit dipergelangan tangannya setelah ditarik kasar marchel.


" Maaf " desis marchel yang melepas gandengannya.

__ADS_1


Vanya menatap aneh pada marchel.


" Kau sakit marchel " tanya vanya yang menempelkan punggung tangannya ke kening marchel.


__ADS_2