TERJEBAK DI CINTA SEGI EMPAT

TERJEBAK DI CINTA SEGI EMPAT
Menjadi manja


__ADS_3

Devan yang penasaran dengan perubahan sikap marchel terhadap clarissa pun menanyakannya pada marchel disaat yang lain sedang melalukan sesi pemotretan.


" Chel, aku bukannya ikut campur cuma mau mastiin aja , kau mencintai clarissa ?" tanya devan disaat marchel menunggu gilirannya untuk pemotretan.


" Kenapa? " tanya marchel balik dengan tatapan tajam.


" Jawab dulu kali chel, aku senang jika kau bersama clarissa asal kau jangan sakiti hati clarissa apalagi kau bikin dia menangis " ujar devan tegas pada marchel supaya marchel tak membuat clarissa kecewa.


" Apa kau menyukainya dev " tanyanya.


" Siapa yang tidak langsung menyukai clarissa jika segala sikapnya selalu baik pada semua orang dan jangan salah kau artikan aku menyukainya karena dia temanku itu saja " jawab devan tersenyum meremehkan marchel karena kebodohannya dulu.


" Kau benar dan aku sangat bodoh dulu mengabaikan ketulusan hatinya mencintaiku , sekarang aku sangat mencintainya dev, aku akan terus membuat dia bahagia bersamaku dan tak akan ku biarkan dia pergi " ujar marchel menyungging senyum saat mulutnya mengatakan mencintai clarissa dengan sadar.


" Baiklah, aku harap kau tak lupa dengan ucapanmu itu " ujar devan sebelum marchel beranjak dari kursinya untuk melakukan pemotretan.


Seulas senyum pun terbit dibibir devan jika anak didiknya sekarang sudah menjadi seorang dewasa dan sudah terlihat bahagia seperti yang lain.


" Aku berdoa untuk kebahagianmu dengan clarissa " gumam devan melihat marchel yang sedang melakukan pemotretan.


Sedangkan diruangan hana clarissa masih dengan serius mengecek email yang masuk yah kali ini clarissa sesekali menyandarkan kepalanya ke kursi.


Disaat keseriusan hana dan clarissa tiba-tiba sekretaris hana mengetuk pintu mengantarkan pesanan mereka.


Tok tok tok


" Masuk " perintah hana kepada sekretarisnya".


" Maaf bu, ini pesanan ibu " ucapnya sambil menyerahkan sekantong plastik isi pesanan hana.


" Makasih, kau sudah makan siang " ucap clarissa tersenyum kearah mereka dari meja kerja hana.


" Ini saya mau pamit buat istirahat bu " ucap sekretaris cantik hana kepada hana dengan lembut.


" Ya udah kamu bisa pergi dan makasih " ucap hana kembali duduk disofa.


" Saya permisi bu " pamitnya keluar dari ruangannya.


Hana dengan raut wajah sumringah mengeluarkan satu per satu makanan pesanannya.


" Gue udah laper, cepetan sini lu " ucap hana yang kini sudah membuka pesanannya.


" Iya bawel " ujar clarissa mengakhiri pekerjaannya dan menghampiri hana yang sudah tak sabar untuk makan.


" Haisttt.. ayo makan " ucap hana menyuapi mulutnya.


" Dasarr tukang makan " celetuk clarissa meraih makanannya.


" Ortu lu dan andres sudah berangkat kesana ?" tanya hana.


" Tadi pagi mereka berangkat dulu tapi andres bareng kita besok " jawabnya.


Hana hanya ber 'o' ria.

__ADS_1


" Lu udah hubungi marthin, han " tanyanya


" Dia sudah sampai sejak kemarin " jawabnya sambil mengunyah makanannya.


Pria dengan perawakan tegap dan wajah rupawan dengan senyuman yang menghiasi bibirnya melangkah cepet memasuki lift yang berbeda dengan teman-teman siapa lagi kalo bukan marchel pria yang sedang jatuh cinta pada clarissa yang menjadikan dirinya tak ingin lama-lama berjauhan dengan clarissa.


" Lihatlah orang yang dulu tak pernah tersenyum sekarang dia pergi dengan senyuman dibibirnya " ujar leo kepada joy dan yang lainya.


" Ternyata orang sedingin marchel bisa sebucin itu pada clarissa " timpal rei yang menatap kepergian marchel setelah perpamitan untuk pulang bersama clarissa.


" Kita doa kan saja untuk kebahagiaan bersama clarissa " ujar devan bijak .


" Akhirnya gunung es bisa jatuh cinta hahaha " celetuk joy memasuki lift lebih dulu ketika pintu lift terbuka.


Vanya hanya mengulum senyum mendengarkan perbincangan para sahabatnya.


" Dan kalian kapan " cicit vanya mendekati joy dan joy pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menggenggam jari jemari vanya.


Devan dan rei serta leo kompak menatap vanya yang tersenyum mengejek kearah mereka sambil menaik turunkan alisnya.


Joy yang tau arah pertanyaan vanya hanya tersenyum dan gelengan kepala.


" Kenapa kalian malah menatap aku ? jangan bilang kalian menyukaiku, maaf cintaku hanya untuk joy " ujarnya sambil tersenyum memeluk joy dengan tatapan mengejek devan, rei, serta leo.


" Najis gue " dengus rei membuang muka.


" Sumpah pingin muntah aku mendengarnya " timpal leo ikut membelakangi vanya dan joy.


" Adalah, ganteng-ganteng kok jomblo hahaha" ledek vanya terkekeh.


" Kalo bukan sahabat udah aku jait tu mulut " dengus rei yang kesal.


" Sabar rei, vanya bener kita keduluan marchel punya pacarnya " ucap leo yang langsung mendapat tatapan tajam rei dan devan.


" Aku gak ikut campur " ucap joy yang tertawa.


Mereka pun tertawa sesekali melempar ledekan satu sama lain selama perjalanan pulang karena moment seperti ini bisa membuat joy dan kedua personil d'Dream bisa menghilangkan rasa lelahnya.


Marchel yang sudah berada dilantai dimana ruangan hana berada cepat-cepat melangkahkan kakinya dan mengetuk pintuk ruang hana karena sekretaris hana tidak ada karena sedang pergi makan siang.


Tok tok tok


" Masuk " hana sedikit berteriak.


" Marchel " ucap clarissa saat melihat pria yang masuk keruangan hana.


Tanpa rasa malu lagi marchel mendudukan dirinya disamping clarissa yang sedang menyantap makan siangnya.


" Ngapain kamu kesini?" tanya hana.


" Ya pastinya ketemu pacar aku lah, ya kan sayang " jawabnya sembari mencium pipi kiri clarissa.


Orang yang dicium seketika menghentikan kegiatan makan siangnya dan menoleh kearah pria yang mencium pipinya dengan cepat marchel malah mengecup bibir clarissa didepan hana.

__ADS_1


" Hoel " gumam hana terkejut dengan adegan didepan matanya.


" Manis, sayang " ucap marchel santai.


" Kamu udah makan siang " tanya clarissa berusaha menutupi kegugupannya karena sekarang detak jantung berdebar kencang.


" Udah tadi " ucapnya yang membuat clarissa mengerutkan keningnya.


" Oh " clarissa kembali menyuapi mulutnya tanpa menatap marchel.


Mulut lemes banget bilang aja belum ngambekkan dia batin marchel.


Marchel sadar ada rasa kecewa diwajah clarissa saat ini.


" Sayang " panggil marchel pada clarissa.


Hana tak mau ikut campur dengan drama yang dibuat oleh dua orang didepannya, hana memilih diam melanjutkan makannya.


" Sayang, lihat aku " rengek marchel menempelkan dagunya dibahu clarissa.


merasa berat dibagian bahunya karena menopang kepala marchel akhirnya clarissa membuka suaranya.


" Ini berat marchel " ujar clarissa.


" Jangan marah, aku hanya bercanda aku belum makan siang " ucap marchel pelan.


" Lagian sapa yang marah, aku tuh lagi makan, kamu lihat kan " ucapnya.


" Sayang, kalo ngomong liat aku jika kamu memang gak marah sama aku " marchel berusaha untuk tidak membuat clarissa marah pada dirinya.


Clarissa pun pasrah menatap marchel yang sedang tersenyum kearahnya.


" Kamu mau makan bareng aku dan hana disini lagian aku juga pesan banyak ada kimbab kesukaan kamu " ujarnya memaksajan senyum pada marchel.


" Suapin " rengek marchel manja pads clarissa yang terdengar geli ditelinganya bagaimana bisa marchel berubah manja seperti sekarang.


" Dasar bayi " gumam hana yang masih didengar oleh marchel dan clarissa.


" Kalo iri bilang " ucap marchel bernada mengejek hana.


" Menyebalkan " cicit hana.


" Sayang, suapin " rengeknya lagi.


" Dasar bayi " ejek hana kembalu tapi marchel enggan menanggapi ejekan hana.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


" ***Pria yang baik dia tidak akan melirik wanita lain ,dia akan berkomitmen untuk satu wanita dalam hidupnya "


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, DAN KOMENTnya 🙏🙏🙏🙏


TERIMA KASIH***

__ADS_1


__ADS_2