
Marchel yang sudah tiba dimansion pun segera masuk kedalam mansion dengan perasaan gelisah, Ada rasa jengkel dihatinya jika mengingat perhatian clarissa ke marthin.
Histtt.. kenapa aku harus mengingat si kunyuk itu menjengkelkan batin marchel sembari memukul diudara.
Joy dan devan yang sedang duduk dimeja makan melihat kedatangan marchel dengan raut wajah marah.
" Kau kenapa pagi-pagi wajah udah ditekuj begitu " tanya joy yang sedang menyatap sarapannya.
" Diam kau ! aku sedang gak ingin berdebat " jawab marchel yang langsung menyamber minuman milik devan.
" Dimana clarissa ? bukannya semalam kau pulang dengan clarissa " tanya devan yang menatap marchel yang sekarang duduk disebelahnya.
" Dia masih ingin diaparteman hana " jawab marchel.
" Jangan bilang kau semalam menginap bersama clarissa di aparteman hana " ucap joy yang penasaran apa yang sebenarnya yang membuat marchel kesal.
" Hmmm " ucap marchel yang terlihat frustasi oleh pikiran - pikiran tentang clarissa.
" Jawab yang jelas bodoh, kau kira kita tau arti dari hmm " dengus joy yang melempar potongan roti panggangnya ke arah marchel.
" Kau kenapa sih joy, jorok tau " ucap marchel tak kalah kesal.
" Kau yang kenapa, pulang - pulang dengan wajah kusut seperti pakaian yang gak disetrika " ujar joy yang geram melihat tingkah sahabatnya.
Leo dan rei yang mendengar ada keributan dimeja makan pun segera turun dan menghampiri joy dan devan serta marchel.
" Benar kata joy, kai kenapa chel jika ada masalah katakan saja " ucap devan menengahinya.
" Gak ada masalah dan aku baik-baik saja, puas kau joy " ujar marchel kepada joy yang membuat dirinya terkekeh oleh wajah kesal marchel.
" Apa yang membuat kau tertawa dipagi hari joy " tanya rei yang menarik kursi disebelah joy.
" Iya, apa yang kalian bicarakan sehingga marchel terlihat kesal seperti itu " tanya leo menatap devan.
" Tidak ada " jawab devan mengangkat bahunya.
" Apa kau baik-baik saja marchel sepertinya kau sedang kesal " tanya leo yang kini sudah berada dikursi tengah.
" Jangan bilang kau habis ditolak clarissa " ucap rei yang membuat marchel tersedak.
__ADS_1
" Uhuhkk..uhuhkk.." marchel tiba-tiba tersedak setelah mendengar ucapan rei dan meminum air yang disodorkan joy.
" Jangan asal ngomong rei jika kau tidak tau " ucap marchel dengan wajah memerah akibat tersedak.
" Makanya ceritakan apa yang sebenarnya terjadi kau tidak ada masalah dengan clarissa bukan " tanya devan yang kini menatap tajam marchel.
" Ck aku dan clarissa tidak ada masalah yang masalah tu si kunyuk itu " jelas marchel dengan nada kesal.
" Si kunyuk siapa ? " tanya joy dan rei yang saling tatap.
" Iya siapa dia " timpal leo.
" Siapa lagi kalo bukan marthin yang selalu saja menempel dengan clarissa " jelas marchel.
" Marthin ? kau bertemu dengannya kapan ? " tanya devan beruntun.
" Hah ! semalam dia datang ke apartemen hana saat aku dan clarissa dengan makan malam, menyebalkan sekeli bahkan si kunyuk sering tidur disana tapi aku heran kalo memang itu apartemen hana tapi semalam hana gak pulang kesana " ujar marchel yang masih penasaran dengan clarissa.
" Apaaa ! kau semalam tidur bersama clarissa" teriak rei yang mengagetkan joy dan devan.
Marchel langsung melempar sendok yang ada didepannya.
Joy dan yang lainyan hanya ber ' O ' ria mendengarkan penjelasan dari marchel.
" Berarti yang membuat mu kesal pagi - pagi karena marthin " ucap joy .
" Tapi kalian tidak melakukan apa - apa kan " ucap devan yang terdengar meledek.
" Aku normal dev, kau kira aku pria apa ? " dengus marchel.
" Lebih baik aku istirahat daripada menjawab pertanyaan aneh kalian " sambung marchel sebelum dirinya melangkah pergi ke kamarnya.
" Kau jangan pergi dulu, cepat katakan apa yang terjadi antara kau dan marthin, apa kau sedang cemburu dengan marthin " teriak rei yang membuat marchel melangkah cepat untuk menghindari pertanyaan ane dari sahabatnya.
" Benar kata rei, kau jangan kabur dulu bodoh ! selesaikan dulu cerita kau ! " sambung joy yang terkekeh melihat sikap marchel tak seperti biasanya.
" Kenapa aku bisa bersahabat dengan pria sedingin marchel " ujar leo polos.
" Kau baru sadar yo, jija marchel itu pria gunung es " ucap devan yang membuat semuanya tertawa.
__ADS_1
Marchel yang tak ingin sahabatnya tau tentang perasaannya saat ini memilih pergi dari dari obrolan mereka.
Ada apa dengan diriku, disatu sisi aku mengharapkan vanya untuk berada disisiku dan disisi lain aku merasa kesal jika melihat clarissa bersama pria lain termasuk si marthin yang selalu meminta disuapin clarissa bukannya itu memalukan, dasarr kunyuk gak ada akhlak gumam marchel yang kini berada dibawah guyuran air hangat.
*****
Andres memecat orang yang berkhianat kepada dirinya dengan tidak hormat. Amarah andres sungguh terlihat jelas diwajahnya yang membuat nyali lawannya menjadi menciut jika menghadapi kemarahan andres.
" Baik lah jika kalian tidak mengakuinya, sekarang juga kalian ku pecat tidak terhormat dari perusahaan ini dan aku backlist kalian dari semua perusahaan supaya tidak ada yang memperkerjakan pencuri seperti kalian " ancam andres dengan tatap devilnya ke hermawan dan aria.
Arga dan hito hanya diam jika bos nya sedang marah apa lagi bosnya sekarang dengan tatapan seperti ingin membunuh dua orang didepannya.
Aku sudah lama mengenalnya tapi jujur aku masih takut jika andres menampakkan tatapan seperti sekarang, mati lah kalian batin hito.
Arga dan hito hanya saling menatap satu sama lain tersenyum kecut tentang apa yang dirasakannya hermawan dan aria ditatap seperti itu.
Aku merindukanmu non, hanya kau lah yang mampu membuat bos andres meredakan amarahnya batin arga.
" Tu..tuan maafkan kami, kami benar - benar khilaf tuan jangan perlakukan kami seperti ini" ucap hermawan memohon kepada andres.
" Iya tuan maafkan kami, kami salah, kami mohon ampuni kami tuan " timpal aria yang lebih terlihat ketakutan.
" Siapa yang suruh kalian memohon kelada ku ! cepat kalian bereskan barang-barang mu dan cepat kau angkat kaki dari perusahaanku ! hito... ! kau kasih surat pemecatan untuk mereka dan bilang ke mereka untuk tidak menampakkanuka diperusahaan kita dan jangan kasih mereka pesangon karena uang ku sudah mereka curi " ujar andres memerintahkan hito untuk memberikan surat pemecatan kepada hermawan dan aria.
Hito pun mendekati hermawan dan aria yang tengah memohon kepada andres untuk memberikan surat pemecatan mereka.
" Kalian berdua urus mereka pastikan mereka sekarang juga untuk angkat kaki ! aku tak ingin melihat wajah mereka ! Apa kalian mengerti ! teriak andres.
Merasa cukup puas setelah memberi mereka hukuman dan andres yang kini sudah menyerahkan bukti keterlibatan hermawan dan aria dalam korupsi diperusahaannya.
Andres pun keluar dari ruangan meeting untuk kembali keruangannya mengingat adiknya masih menunggunya disana.
❤❤❤❤❤
***THANK YOU
Karena sudah mampir ke novel receh umay 🙏🙏
Jangan lupa untuk selalu sertakan like, coment, dan vote di novel umay yahhhh 😊***
__ADS_1