
Sudah sepekan marchel tidak lagi sibuk dalam dunia hiburan yang sudah melambungkan namanya dan pulang lebih cepat karena sekarang marchel menjalani perannya menjadi seorang Ceo diperusahaan keluarganya dan menjadi owner diperusahaannya yang didirikan sendiri.
Clarissa merasa bahagia walau sibuk marchel selalu menyempatkan untuk berkirim pesan dan seringnya marchel selalu mengajak dirinya ikut jika bertemu kliennya.
Seperti sekarang clarissa yang ditemui dikantornya terlihat sedang sibuk sampai tsk sadar ketukan pintu dari marchel tak terdengar olehnya sehingga membuat marchel masuk tanpa ijin.
" Ehemmm " dehem marchel membuat clarissa mendongakkan kepalanya yang terkejut kehadiran sang suami dikantornya.
" Sejak kapan kamu disini? " tanya clarissa yang masih terkejut karena marchel yang datang satu jam lebih awal dari perjanjiannya.
" Baru, kamu sibuk ?" ucap marchel lalu mengecup pucuk kepala clarissa.
" Tidak, karena ini sudah selesai, bukannya tadi kamu bilang akan menjemputku sejam lagi ?" ucap clarissa yang menatap wajah tampan pria didepannya.
" Apa kamu merasa terganggu " ujar marchel yang mengacak rambut clarissa lalu melangkah duduk disofa diikuti clarissa.
" Tidak, aku malah merindukanmu " bisik clarissa yang sengaja duduk dipangkuan sang istri, sekarang clarissa tak lagi malu untuk bermanja-manja dengan marchel dan itu membuat marchel senang dengan sikap clarissa.
__ADS_1
" Aku lebih merindukanmu, sayang " bisik marchel sambil mencium pundak clarissa dan menghirup aroma vanila yang selalu membuatnya selalu merindukan clarissa sang istri.
" Iya aku tau, tapi aku lapar sekarang " rengek clarissa karena clarissa paham sekarang marchel sedang dimode terangsang karena ulahnya yang sedari ciumannya menjelajahi lehernya.
Tangan marchel memeluk posesif pinggang clarissa seperti tak mau jauh dari istri tercinta, clarissa merupakan seorang wanita karir yang hebat dalam berbisnis walau demikian clarissa tak lupa menjalani perannya menjadi seorang istri, dia selalu pulang bersama marchel karena marchel selalu mengantar jemput clarissa kekantornya .
"Baiklah, ayo kita pergi kerestoran sebelum aku ingin menerkammu " ajak marchel menghentikan aksinya dan melonggarkan pelukannya.
Clarissa tersenyum lega karena dirinya tak harus melayani kebutuhan biologis suaminya dikantor.
Sebelum pergi marchel menghujani kecupan dibibir clarissa.
Marchel hanya terkekeh dan melihat clarissa yang duduk disampingnya yang sangat menggemaskan.
" Jangan menggodaku, sayang " bisik marchel kembali sambil membelai rambut clarissa.
Clarissa seketika menatap marchel dengan tatapan kesal .
__ADS_1
Punya suami mesumnya gak ketulungan batin clarissa
" Siapa yang menggodamu, udah ayok kita keluar" ajak clarissa yang bangkit dari duduknya dan meraih tasnya lalu keluar dari ruangannya.
" Tunggu aku, sayang !" teriak marchel.
Merekapun keluar dengan bergandengan dan banyak karyawan clarissa yang melihat clarissa berjalan dengan marchel dengan mesra tak sedikit mereka iri melihat sepasang suami istri yang sangat serasi.
Apa mereka pacaran? gumam salah satu karyawan clarissa walau mereka belum tau jika clarissa bos karena yang mereka tau niko lah bos mereka.
Tapi tidak untuk adelia yang sangat tak suka jika marchel bersama clarissa.
Sampai tiba direstoran yang dimaksud marchel terus saja memeluk pinggang clarissa posesif.
Adelia sedari tadi menahan amarahnya karena tak ingin publik mengetahui sifat aslinya.
Aku tidak suka berbagi apalagi berbagi mengenai marchel batin adelia.
__ADS_1
Sungguh adelia ingin merebut marchel dari clarissa mengingat cintanya pada marchel tak pernah padam.