TERJEBAK DI CINTA SEGI EMPAT

TERJEBAK DI CINTA SEGI EMPAT
Dia manusia bukan ?


__ADS_3

" Ahhh sial, kenapa harus kesini " gerutu clarissa yang sudah memarkirkan mobilnya dibasecamp parkiran gedung apartemennya.


Entah apa yang membawa clarissa yang berakhir digedung apartemennya.


Bahkan raut kesalnya terlihat jelas diwajahnya tapi clarissa tetap keluar dari mobilnya untuk memasuki gedung apartementnya.


Tapi langkahnya terhenti seketika saat melihat punggung pria yang mungkin gadis itu kenal, pria yang seperti sedang berpelukan dengan seorang perempuan disamping mobil pria itu.


Clarissa sangat terkejut saat tau pria yang sedang berpelukan dihadapannya itu.


Marchel yang saat itu sengaja datang untuk menemui clarissa tapi marchel harus bertemu adelia yang memang tinggal digedung yang sama dengan clarissa.


Marchel tak habis pikir adelia malah memeluknya tapi marchel masih berpikir itu hal biasa karena adelia juga temannya.


Tapi tidak untuk clarissa yang melihat sorot mata adelia yang menyukai marchel.


" Marchel, adelia " lirih clarissa sambil mematung menyaksikan adegan peluk meluk adelia dan marchel yang sangat sakit dihatinya.


" Hei clarissa " sapa adela yang membuat marchel mendorong tubuh adelia saat melihat clarissa menatapnya.


" Kau " ucap marchel mendekati clarissa.


" Maaf, sudah mengganggu kesenangan kalian, permisi "ucap clarissa dengan senyum palsunya lalu pergi meninggalkan mereka tapi dengan cepat marchel menahan tangan clarissa.


" Tunggu, aku bisa jelasin " ucap marchel menatap lekat gadis didepannya.


Ingin rasanya aku memeluk saat ini juga, aku memang pengecut tapi sungguh aku tak bisa lari dari bayang-bayang mu saat ini batin marchel yang memahami ada rasa sedih disorot mata coklat clarissa saat ini.


Adelia langsung berlari memeluk tubuh kekar marchel yang segera marchel menatap tajam adelia dan mendorong kembali tubuh adelia untuk menjauhinya.


" Lepaskan! kau apa-apaan adelia "dengus marchel dengan tatapaan sinis ke adelia.


" Aku menyukaimu marchel, kenapa kau tega mendorongku " ucap adelia yang sudah memperlihatkan wajah genitnya.


" Bahkan aku tidak menyukaimu dan jangan menyentuhku lagi " ucap marchel tegas menjadikan adelia kesal padanya.


" Kau hanya milikku marchel, aku sangat mencintaimu sejak saat kita masih kuliah dulu apa kau tau itu" ucap adelia meninggi karena sudah sangat kesal karena marchel lagi-lagi menolaknya.


Clarissa yang jengah memutuskan untuk meninggalkan marchel dan adelia karena tidak mau ikut campur urusan mereka saat ini.


" Apa-apaan mereka, seenaknya saja mesum disini lalu berlagak berdebat segala.. cuihh dasar dramaqueen " gerutu clarissa sambil berjalan memasuki gedung apartemen mewah yang merupakan gedung apartemen miliknya yang dia bangun sendiri atas bantuan andres kakaknya.

__ADS_1


Marchel terlihat kesal saat menyadari clarissa sudah meninggalkan dirinya bersama adelia sebelum mendengarkan penjelasannya.


" Jangan pernah menunjukkan diri dihadapanku, jika kau masih mau ku anggap sebagai teman " hardik marchel lalu mengejar clarissa.


Saat itu juga adelia sangat kesal dan marah lagi-lagi dirinya harus menerima penolakan dari marchel gara-gara seorang clarissa yang menurut adelia clarissa hanya assisten hana dan dia bukan levelnya untuk dijadikan saingannya.


Kali ini aku gak akan kalah marchel dulu mungkin aku mengalah saat kau memilih vanya tapi sekarang berbeda aku adelia yang bisa melakukan segalanya dengan segala yang aku punya saat ini gumam batin adelia yang sangat geram.


Gadis yang terlihat baik-baik saja dari luar kini sedang menangis seseduhan didalam kamar apartementnya.


Marchel berlari dan memasuk lift yang sangat tergesah-gesah tak mau gadisnya bersedih sendirian akibat ulahnya tadi.


Marchel terus mengusap kasar wajahnya dan mengacak-acak rambut yang sekarang tak peduli dengan imagenya sebagai seorang idol karena marchel bisa saja memutuskan keluar dari grupnya dan menjalankan bisnis orang tuannya dinegara tempat asal ayahnya dinegara S yang tak kalah besar dengan perusahaan milik clarissa sendiri.


" Siallll.. ! maafkan aku, aku memang pengecut " teriak marchel dalam lift yang memang saat ini marchel sendirian didalam lift sebelum lift terbuka dilantai dimana kamar apartemen clarissa berbeda.


Ting tong


Marchel memencet bel dimana marchel berharap gadisnya membukakan pintu untuk dirinya.


Beberapa kali marchel menekan bel tapi clarissa tak kunjung membukakan pintu apartemennya.


" Astaga.. marchel mau dobrak pintu apartemenku jika bisa sih " ucap clarissa yang terkejut karena teriakkan marchel dari luar.


" CLARISSA CEPAT BUKA PINTUNYA SEBELUM AKU TELFON ANAK BUAHKU UNTUK MEMBUKA PAKSA PINTU INI " teriak marchel sambil menekan-nekan bel berharap clarissa takut dengan ancamannya.


Clarissa pun beranjak berdiri dari sofa berjalan kearah pintu.


" Apa marchel salah makan tadi kenapa dia mengancam akan mendobrak pintu apartemenku, aisttt.. jika benar gue bunuh kau marchel.. menjengkelkan sekali hari ini kau marchel " gerutu clarissa sembari membuka pintu.


Bibip..


Pintupun terbuka dan memperlihatkan sosok gadis yang terlihat sembab karena memang clarissa habis menangis walau sudah menyeka air mata dan menghapusnya yang sudah membasahi pipinya sebelum membukakan pintu untuk marchel.


Tak butuh ijin dari clarissa marchel langsung menarik clarissa kedekapannya dan memeluk erat tubuh gadis yang didekapannya. yah, kali ini marchel tak ingin melepaskan gadis yang sedang dipelukanya.


" Apa yang kau lakukan hah " ucap clarissa membuat marchel melepaskan pelukkannya dan menatap manik coklat dengan lekat.


" Apa kau habis menangis " tanya marchel serius dengan tatapan tak biasa ke clarissa.


" Minggirlah, biarkan aku duduk " sambung marchel yang menyingkirkan clarissa yang masih mematung dibibir pintu.

__ADS_1


Pria dengan perawakan tinggi nan sempurna ini dengan santainya melenggang masuk kedalam apartemen clarissa tanpa seijin si empunya apartemen.


" Hei,KAU ! siapa yang memberi ijin kau masuk " teriak clarissa sadar sudah ditertawakan marchel dan sangat bodoh sudah membukakan pintu untuk marchel.


Marchel merasa senang sudah membuat clarissa kesal dengannya.


" Jangan tertawa, cepat katakan apa mau mu datang kesini " tanya clarissa yang menatap heran pada marchel yang duduk santai disofanya dan tersenyum menatap dirinya yang sedang merasa kesal oleh ulahnya.


Marchel terus tersenyum betapa bahagianya hatinya bisa melihat gadisnya yang selama ini disakiti tanpa disadari olehnya dulu.


" Kemarilah.. jangan berdiri disitu aku tak enak berbicara dengan kau jika kau tetap berdiri " ucap marchel menepuk-nepuk sofa disebelahnya.


" HAH " clarissa menghempus kan nafasnya dan pasrah saja menuruti keperintah marchel .


Dia kenapa sihh hari ini tadi bikin gue cemburu sampai ada acara gue nangis segala kenapa hati gue sesesak itu tadi dan sekarang dia begitu menyebalkan sekali , dia manusia bukan sih gerutu batin clarissa memajukan bibirnya .


" Gak usah menggoda ku " ucap marchel begitu santai.


" Hah, siapa yang mau menggoda mu " jawab clarissa lalu menempelkan tangannya dikening marchel.


" Apa yang sedang kau lakukan jika bukan ingin menggodaku, hmm " ucap marchel yang menaik turunkan alisnya.


Marchel seperti mendapatkan moodbooster setelah melihat clarissa kembali merasa kesal padanya karena kejahilannya saat ini.


" Dasarr anehh, gue hanya memeriksa suhu tubuhmu saja, aku pikir kau demam ternyata tidak, cepatlah pergi aku ingin istirahat " ucap clarissa yang hendak berdiri tapi tangan marchel dengan cepat menarikanya dan mengakibatkan tubuh clarissa jatuh dipangkuan marchel.


" Jangan bergerak, ijinkan aku memelukmu seperti ini " bisik marchel yang memeluk clarissa dan clarissa seketika diam setelah mendengar ucapan marchel tidak lagi memberontak.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***Marchel : jangan skip alurku dengan clarissa please gue kangen, ok thor 👍


Author : Terserah gue, disini gue yang nulis hahaha 😆


Marchel : Awas lu thor, gue kutuk jadi mermaid 🐬


Author : 😜😜😜😜


TERIMA KASIH


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK UNTUK LIKE, VOTE, AND KOMENTNYA GUYS 🙏🙏😘***

__ADS_1


__ADS_2