
Rombongan devan tiba dihalaman parkir gedung CL entertaiment bersamaan dengan mobil marchel dan ketika devan dan yang lain turun dari mobil melihat marchel yang turun dari mobil mewahnya dan membukakan pintu untuk seorang wanita yang tak lain adalah clarissa yang selama ini marchel selalu mengabaikan kehadiran clarissa saat bekerja bersama d'Dream.
Senyum terukir dibibir clarissa saat marchel mengulurkan tangannya untuk digenggam clarissa.
" Terima kasih " ucap clarissa lembut menyambut uluran tangan dari marchel.
" Sepertinya itu mereka " sambung clarissa saat baru keluar dari mobil marchel dan melihat devan dan yang lainnya berjalan kearahnya.
" Hmm "
Marchel yang saat ini merasa bahagia harus menyembunyikan kebahagiannya saat bersama clarissa dengan itu marchel tetap dengan wajah datar dan sorot mata dinginya.
Bukan karena tak ingin membagi kabar bahagianya bersama sahabatnya tapi marchel belum siap jika dirinya menjadi bahan bullyan para sahabatnya.
Rei yang selalu memeluk clarissa saat berjumpa kali ini harus menelan rasa kecewanya karena marchel lebih dulu berdiri didepan clarissa saat tau rei akan memeluk clarissa.
Rei kesal karena langkahnya terhenti saat hendak memeluk clarissa karena marchel berdiri didepan clarissa.
" Clarissaaa " teriak rei yang terus mencoba memeluk clarissa tapi marchel terus menahannya dan kali ini marchel menunjuk kening rei untuk mundur.
" Sekarang gak ada acara peluk meluk clarissa " tegas marchel yang membuat clarissa menggelengkan kepalanya melihat keposesifan marchel pada dirinya.
Pacar gue posesif batin clarissa tersenyum dengan sikap marchel.
" Emang kau siapa melarang aku untuk tidak memeluk clarissa lagian clarissa juga gak keberatan , ya kan clarissa " ucap rei yang langsung mendapat tatapan tajam marchel.
" Aku keberatan , kenapa ? kau tak terima aku melarangmu, HAH ! " hardik marchel yang tak suka jika clarissa berdekatan dengan pria lain selain dirinya.
Clarissa mengusap lengan kekar marchel untuk menenangkan marchel yang saat ini terlihat kesal pada rei karena clarissa sadar saat ini marchel terbawa rasa cemburumya jika dirinya didekati pria lain.
__ADS_1
" Udah jangan seperti itu " bisik clarissa lembut tak lupa senyum hangatnya menjadikan marchel mampu mengontrol dirinya.
" Rei " seru devan untuk menghentikan perdebatan rei dan marchel.
" Clarissa, apa kabar " tanya devan .
" Dia baik " jawab marchel cepat sebelum clarissa menjawab.
Clarissa mengerutkan keningnya dengan sikap marchel padanya saat ini.
" Syukur jika kau baik, clarissa " ujar devan yang sadar jika marchel sekarang sedang bersikap posesif pada clarissa karena devan tahu ini pertama kalinya marchel bersikap seperti ini pada seorang wanita jika bukan rasa memelikinya.
" Apa kau juga ingin memeluk clarissa " tanya marchel karena dari tadi melihat vanya yang hendak memeluk clarissa tapi terhenti oleh dirinya.
Clarissa malah memukul lengan kekar marchel merasa tidak enak hati pada para sahabatnya.
" Apaan sih kamu marchel " ucap clarissa yang memeluk vanya duluan.
" Aku juga " ucap clarissa melepas pelukannya.
Leo yang tak mengerti dengan perubahan sikap marchdl hanya menatap heran dan terkejut pada marchel entah apa sebabnya tiba-tiba marchel melarang rei untuk tidak memeluk clarissa biasanya marchel tak menpermasalahkan.
" Joy , kau bisa jelasin kenapa marchel sepertinya marah saat rei hendak memeluk clarissa " bisik leo pads joy.
Joy malah menatap leo yang seakan ingin joy memberitahu kenapa marchel nampak kesal pada rei.
" Mana aka tau, yo " ucap joy dengan menaik turunkan bahunya.
Untuk menghindari hal buruk lagi devan dan clarissa lebih memilih untuk segera pergi dari tempat sekarang.
__ADS_1
"Cepet , cepet , kita pergi latihan "ajak devan pada para artisnya.
" Aku juga ingin menemui hana " timpal clarissa .
" Aku antar kamu keruangan hana " ucap marchel kala clarissa ingin pergi sendiri.
" Baiklah, kau marchel segera antar clarissa keruangan hana dan cepat kembali keruang latihan, Ayo pergi!" ujar devan yang menarik tangan rei yang masih berjuang memeluk clarissa yang sudah dianggap seperti adiknya.
" Rei! kau ingin mati ditangan marchel " seru vanya yang menarik pergi rei.
" Haisstt aku hanya ingin menggoda marchel saja " ucap rei yabg terkekeh membayangkan wajah cemburu marchel.
Akhirnya joy dan rekan sahabatnya pergi keruang latihan dan marchel mengantar clarissa keruangan hana yang sebenarnya clarissa bisa pergi sendiri.
" Marchel , aku bisa pergi sendiri tanpa kamu mengantarku " ucap clarissa lembut agar marchel tak marah.
" Aku tau tapi aku hanya ingin mengantar kamu" ucap marchel mendekati wajah clarissa.
Saat ini marchel dan clarissa tengah berada dalam lift yang akan mengantarkan clarissa keruangan hana.
" Apa kamu tidak senang jika aku mengantarmu, sayang " sambung marchel dan langsung mencium clarissa dengan kasar tanpa seijinnya.
" Hmmm " clarissa hanya bisa pasrah saat bibir mungilnya dilu**t oleh marchel karena hal itu sudah harus dibiasakan dalan diri clarissa , marchel sendiri sudah mengatakan jika bibir miliknya sudah menjadi candu buatnya .
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
" ***Bersikap posesif pada pasangan boleh saja asal wajar dan berbahagialah jika pasanganmu berperilaku posesif karena itu merupakan bentuk sayang darinya karena rasa takut kehilanganmu "
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMENT nya***
__ADS_1
Thank you 🙏🙏🙏😗