TERJEBAK DI CINTA SEGI EMPAT

TERJEBAK DI CINTA SEGI EMPAT
Ajakan clarissa


__ADS_3

Joy dan devan saling menatap menebak apa yang sebenarnya terjadi dengan marchel akhir-akhir ini.


" Ahh.. aku gak sengaja menabrak pintu yah pintu, apa kalian sudah selesai urusannya dengan tuan kia" ucap marchel yang memalingkan topik pembicaraannya.


" Iya, ayo kita pergi keruang latihan " ujar joy yang merangkul pundak sahabatnya.


" Tadi bukannya itu clarissa dan hana dan siapa pria bule itu " celetuk devan polos yang langsung mendapat pukulan dari joy dilengannya.


" Diamlah! dev " ucap joy menatap devan.


" Baiklah, aku diam " jawab devan yang berjalan mendahului joy dan marchel.


Joy dan marchel mengerutkan dahinya karena devan seperti kesal padanya.


" Udah jangan kau hiraukan dev " ucap joy.


Clarissa dan dua sahabatnya masih asik berbincang diruangan hana.


" Sa, gue dengar lu akan ke negara P " tanya pedro serius menatap clarissa.


" Hmm " jawab clarissa.


" Apa lu akan tinggal disana ? berapa lama?" tanya pedro antusias.


" Aduhh pedro, lu yah kalo nanya satu-satu kek, aku hanya mengurus usaha gue aja disana plus liburan kalo bisa hehe" ujar clarissa yang melihat hana sibuk dengan segala dokumennya.


" Oh.. kiran lu butuh teman gitu " tanya pedro memainkan alisnya.


" Clarissa pergi bersama gue, pedro jadi lu nggak usah cemas clarissa sendirian " celetuk hana tanpa memalingkan pandangan dari dokumen didepannya.


Kali ini hana tak bisa ikut berbincang-bincang lama dengan pedro dan clarissa karena dokumen yang dimeja kerjanya sudah menunggunya.


" Halahh.. lu nggak mengajak gue" ucap pedro kecewa .


" Pfftt,, tanpa gue ajak pasti lu juga menyusul bukan " ucap clarissa.


" Iya sih, karena aku pada mu hahaha " ucap pedro dengan gelak tawa.

__ADS_1


" Jijik gue ndengarnya " ucap hana yang memandang heran dengan sikap pedro.


" Awas lu han, gak gue traktir makan enak " dengus pedro dengan pura-pura merajuk.


" Gue gak butuh traktiran lu karena gaji yang diberi clarissa cukup besar jadi gue udah banyak uang, weekkk " ucap hana dengan menjulurkan lidah ke pedro.


" Bagus kalo gitu gue traktir clarissa dinner malam ini, mau yahh " ucap pedro yang memohon untuk makan malam bersama malam ini.


" Ok tapi dengan hana, bagaimana " ucap clarissa.


Hana yang mendapat ajakan dari clarissa pun tersenyum menghina kearah pedro yang kesal dengan dua gadis dihadapannya yang susah dipisahkan.


" Lu puas han, kalian benar-benar tak bisa dipisahkan " ujar pedro menatap sinis hana yang dibalas hana dengan senyuman mengejek pada pedro sahabatnya.


Diruang latihan vanyan berusaha bersikap biasa kepada marchel karena tak ingin joy salah paham pada dirinya dan marchel bagi vanya persahabatan mereka lebih penting dari urusan hatinya.


Aku harus terlihat seperti biasanya, joy maafkan aku, aku nggak ingin kau dan marchel bertengkar karena aku, cukup aku saja merasakan ini batin vanya tersenyum saat joy datang menghampirinya.


" Hai joy " sapa vanya dengan menampilkan senyuman manisnya.


" Hai van, kau dan yang kaliannya sudah menunggu lama " ucap joy yang masih berdiri didepan vanya.


" Ok " ucap joy mengacak rambut vanya sebelum ikut bergabung dengan leo,rei,dan marchel.


" Haistt, dasarr joy suka sekali bikin rambutku berantakan " desis vanya yang tersenyum senang dengan perilaku joy yang dianggap menggemaskan.


Joy pun dan yang lainnya mulai berlatih sedangkan devan dan vanya menunggu mereka selesai berlatih.


Vanya yang menyadari marchel terus menatap kearahnya berusaha mengacuhkan tatapan marchel dan memalingkan pandangannya ke joy.


" Dev, kapan mereka akan comeback " tanya vanya.


" Perkiraan tahun depan dan kita harus siap untuk sibuk kembali dan itu menyebalkan sekali " ujar devan yang menghembuskan nafas kasarnya jika mengingat schedule d'Dream setelah comeback akan padat membuat dirinya sulit untuk istirahat.


" Sabar yahh,, kita pasti bisa melewatinya seperti dulu " ucap vanya menepuk bahu devan.


Akhirnya joy dan yang lainnya pun selesai latihan.

__ADS_1


Diruangan hana pun sekarang tinggal hana seorang diri dengan kesibukannya karena pedro dan clarissa sekarang sudah pergi dari ruangan hana.


Siapa sangka disaat mereka keluar lift clarissa bertemu dengan joy dan yang lainnya yang juga keluar dari lift.


Pedro yang tak menghiraukan orang yang menatap kearahnya pun dengan santai menjahilin clarissa.


" Pedro hentikan! malu tau " ucap clarissa yang saat ini kedua pipinya ditunjuk-tunjuk dengan jari pedro.


" Gue gemas sekali dengan lu, kenapa lu nolak gue nikahin sih " ucap pedro yang terdengar oleh marchel dan yang lainnya.


" Gue gak mau nikah sama playboy kek lu " ucap clarissa yang memajukan bibirnya kepedro.


" Hei, kalian sudah selesai latihan " sapa clarissa yang melihat joy dan yang lainnya.


" Clarissaaaaa !" teriak rei yang bercepat ingin memeluk clarissa tapi cegat oleh pedro dengan menunjuk dahinya lalu mendorongnya.


" Siapa kau? beraninya ingin memeluk clarissaku " ucap pedro dengan tatapan tajam.


" Hentikan pedro, mereka teman-teman ku " ucap clarissa mengusap lengan pedro supaya tidak marah pada rei.


" Kau sekarang selamat berkat clarissa jika tidak udah aku habisin jika kau berani menyentuh clarissa ku " ancam pedro pada rei.


" Maafkan aku clarissa, apa kau sibuk ?" ucap rei yang menatap tak suka pada pedro.


" Tidak, jika kalian tidak keberatan aku traktir kalian minum sebagai permintaan maaf dari pedro" ucap clarissa yang menyadari pria yang disebelahnya merasa kesal.


" Kenapa kamu yang minta maaf kan dia yang salah " ucap marchel tak kalah tajam tatapannya pada pedro.


" Hei, kau ! diamlah jika kau tak ingin hidupmu hancur detik ini juga " dengus pedro yang terpancing emosi,


" Udahlah pedro, mereka artisku " bisik clarissa pada pedro.


" Marchel sudahlah, ini bukan salah siapa-siapa, jika kau tidak keberatan kami menerima ajakan mu karena sekarang mereka tidak sibuk " ucap devan mengingat joy dan yang lainnya juga butuh menghirup udara segar dan tidak melulu kerjaan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***Selamat liburan 😊😊

__ADS_1


Terima kasih 🙏🙏***


__ADS_2